Kabupaten Gunungkidul

Daerah Istimewa Yogyakarta

Kondisi Umum


Dilihat  4.265       

GEOGRAFI

Kabupaten Gunungkidul adalah salah satu kabupaten yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibukotanya Wonosari. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kota Wonosari terletak di sebelah tenggara kota Yogyakarta (Ibukota Daerah Istimewa Yogyakarta), dengan jarak ± 39 km. Wilayah Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 18 Kecamatan, 144 desa, dan 1.431 padukuhan.




Batas Wilayah Kabupaten Gunungkidul: 

Sebelah Barat : Kabupaten Bantul dan Sleman (Propinsi DIY).
Sebelah Utara : Kabupaten Klaten dan Sukoharjo (Propinsi Jawa Tengah).
Sebelah Timur :Kabupaten Wonogiri (Propinsi Jawa Tengah).
Sebelah Selatan : Samudera Hindia

Luas dan Pembagian Wilayah Administratif Kabupaten Gunungkidul

No Kecamatan Luas (km2) % Jml desa Jml Padukuhan Jml RW
1 Panggang 99,8 6,72 6 44 44
2 Purwosari 71,76 4,83 5 32 32
3 Paliyan 58,07 3,91 7 50 50
4 Saptosari 87,83 5,91 7 60 60
5 Tepus 104,91 7,06 5 83 84
6 Tanjungsari 71,63 4,82 5 72 71
7 Rongkop 83,46 5,62 8 100 100
8 Girisubo 94,57 6,37 8 82 82
9 Semanu 108,39 7,30 5 106 136
10 Ponjong 104,49 7,03 11 119 120
11 Karangmojo 80,12 5,39 9 104 104
12 Wonosari 75,51 5,08 14 103 151
13 Playen 105,26 7,09 13 101 101
14 Patuk 72,04 4,85 11 72 82
15 Gedangsari 68,14 4,59 7 67 67
16 Nglipar 73,87 4,97 7 63 53
17 Ngawen 46,59 3,14 6 67 67
18 Semin 78,92 5,31 10 116 121
  Jumlah 1.485,36 100,00 144 1.431 1.525

Sumber : BPS Kab.Gunungkidul (Gunungkidul Dalam Angka 2015)

 

TOPOGRAFI

Berdasarkan kondisi topografi Kabupaten Gunungkidul dibagi menjadi 3 (tiga) zona pengembangan, yaitu :

Zona Utara disebut wilayah Batur Agung dengan ketinggian 200 m - 700 m di atas permukaan laut. Keadaannya berbukit-bukit, terdapat sumber-sumber air tanah kedalaman 6m-12m dari permukaan tanah. Jenis tanah didominasi latosol dengan bataun induk vulkanik dan sedimen taufan. Wilayah ini meliputi Kecamatan Patuk, Gedangsari, Nglipar, Ngawen, Semin, dan Kecamatan Ponjong bagian utara.
Zona Tengah disebut wilayah pengembangan Ledok Wonosari, dengan ketinggian 150 m - 200 mdpl. Jenis tanah didominasi oleh asosiasi mediteran merah dan grumosol hitam dengan bahan induk batu kapur. Sehingga meskipun musim kemarau panjang, partikel-partikel air masih mampu bertahan. Terdapat sungai di atas tanah, tetapi dimusim kemarau kering. Kedalaman air tanah berkisar antara 60 m - 120 m dibawah permukaan tanah. Wilayah ini meliputi Kecamatan Playen, Wonosari, Karangmojo, Ponjong bagian tengah dan Kecamatan Semanu bagian utara.
Zona Selatan disebut wilayah pengembangan Gunung Seribu (Duizon gebergton atau Zuider gebergton), dengan ketinggian 0 m - 300 mdpl. Batuan dasar pembentuknya adalah batu kapur dengan ciri khas bukit-bukit kerucut (Conical limestone) dan merupakan kawasan karst. Pada wilayah ini banyak dijumpai sungai bawah tanah. Zone Selatan ini meliputi Kecamatan Saptosari, Paliyan, Girisubo, Tanjungsari, Tepus, Rongkop, Purwosari, Panggang, Ponjong bagian selatan, dan Kecamatan Semanu bagian selatan.

 



KLIMATOLOGI

Wilayah Kabupaten Gunungkidul termasuk daerah beriklim tropis, dengan topografi wilayah yang didominasi dengan daerah kawasan perbukitan karst. Wilayah selatan didominasi oleh kawasan perbukitan karst yang banyak terdapat goa-goa alam dan juga sungai bawah tanah yang mengalir. Dengan kondisi tersebut menyebabkan kondisi lahan di kawasan selatan kurang subur yang berakibat budidaya pertanian di kawasan ini kurang optimal.

 

 
PEMERINTAHAN

Secara yuridis, status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah kabupaten yang berhak mengatur dan mengurus rumah tangganya sendiri dalam lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta ditetapkan pada tanggal 15 Agustus 1950 dengan UU no 15 Tahun 1950 jo Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1950 pada saat Gunungkidul dipimpin oleh KRT Labaningrat.

Berdasarkan Peraturan Daerah No 6 Tahun 2016 tentang Urusan Pemerintahan Daerah, di Kabupaten Gunungkidul urusan pemerintahan daerah terdiri atas urusan pemerintahan konkruen, dan urusan pemerintahan umum. Urusan Pemerintahan Konkruen terdiri atas urusan pemerintahan wajib ( urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar) dan Urusan pemerintahan pilihan.

Sedangkan berdasarkan Peraturan Daerah No 7 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Gunungkidul, di Kabupaten Gunungkidul telah dibentuk perangkat daerah dengan susunan sebagai berikut :

  1. Sekretariat Daerah
  2. Sekretariat DPRD
  3. Inspektorat Daerah
  4. Dinas Daerah : Dinas Kesehatan, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Kebudayaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Kawasan Permukiman, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah.
  5. Badan Daerah : Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah, Badan Keuangan dan Aset Daerah, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik

 

POTENSI

Kabupaten Gunungkidul mempunyai beragam potensi perekonomian mulai dari pertanian, perikanan dan peternakan, hutan, flora dan fauna, industri, tambang serta potensi pariwisata. Pertanian yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul sebagian besar adalah lahan kering tadah hujan (± 90 %) yang tergantung pada daur iklim khususnya curah hujan. Lahan sawah beririgasi relatif sempit dan sebagian besar sawah tadah hujan. Sumberdaya alam tambang yang termasuk golongan C berupa : batu kapur, batu apung, kalsit, zeolit, bentonit, tras, kaolin dan pasir kuarsa.



Kabupaten Gunungkidul juga mempunyai panjang pantai yang cukup luas terletak di sebelah selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, membentang sepanjang sekitar 65 Km dari Kecamatan Purwosari sampai Kecamatan Girisubo, serta memiliki pulau. Potensi hasil laut dan wisata sangat besar dan terbuka untuk dikembangkan. Potensi lainnya adalah industri kerajinan, makanan, pengolahan hasil pertanian yang semuanya sangat potensial untuk dikembangkan.

Sesuai dengan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2010-2030, potensi pengembangan wilayah di Kabupaten Gunungkidul :

  1. Kawasan peruntukan hutan produksi (12.810,100 Ha di 10 kecamatan)
  2. Kawasan hutan rakyat (38.444 Ha di 18 kecamatan)
  3. Kawasan peruntukan pertanian : kawasan tanaman pangan, kawasan hortikultura, kawasan perkebunan dan kawasan peternakan
  4. Kawasan peruntukan perikanan
  5. Kawasan yang memiliki potensi bahan galian
  6. Kawasan potensi industri
  7. Kawasan pengembangan pariwisata
  8. Kawasan geopark Gunung Sewu

Geopark Gunung Sewu terletak antara Yogyakarta dan Pacitan. Kawasan ini memanjang arah barat-timur melintasi 3 wilayah kabupaten (Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan) dan 3 wilayah Propinsi (DIY, Jateng, Jatim). Luas 1.802 km2. Geopark Gunung Sewu telah ditetapkan sebagai Geopark Nasional oleh Komite Nasional Geopark Indonesia pada tanggal 13 Mei 2013 dan ditetapkan menjadi Geopark Global yang didukung oleh UNESCO pada tanggal 19 September 2015 di Tottori, Jepang. Pada bulan Nopember 2015 Geopark Gunung Sewu menjadi Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Geopark Gunung Sewu terdiri dari 33 situs yang tersebar di 3 Geo Area, yaitu Geo Area Gunungkidul sebanyak 13 geo tapak, Geo Area Wonogiri sebanyak 7 geo tapak, dan Geo Area Pacitan sebanyak 13 geo tapak.

 

Pertumbuhan penduduk merupakan perubahan jumlah penduduk dari waktu ke waktu. Pertumbuhan penduduk secara alami dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu kelahiran, kematian dan migrasi penduduk.Penurunan laju pertumbuhan penduduk yang terjadi di Kabupaten Gunungkidul lebih dipengaruhi oleh migrasi keluar. Kondisi geografis dan sosial ekonomi yang tidak menguntungkan menjadi salah satu faktor pendorong penduduk untuk mencari nafkah keluar daerah.



Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, oleh karena itu pembangunan di bidang pendidikan harus mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan minimal kesempatan untuk mengenyam pendidikan dasar 9 tahun. Pemerataan tersebut harus diimbangi dengan usaha peningkatan mutu pendidik maupun sarana dan prasarana yang relevan dengan kondisi dan dinamika yang ada, untuk mewujudkan efisiensi dan efektifitas manajemen pendidikan.

 

 

 

 

 

 

 

 Aspek Pelayanan Umum Urusan Pendidikan

No Uraian Tahun        No Uraian Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015
A Jenjang SD/MI      B Jenjang SMP/MTs     
1 Jumlah SD 485 486 485 485 485 1 Jumlah SMP 107 107 107 108 113
   Negeri 432 432 431 431 429    Negeri 60 60 60 60 62
Swasta 53 54 54 54 54 Swasta 47 47 48 49 51
2 Jumlah MI 78 78 78 78 79 2 Jumlah MTs 29 29 29 30 31
   Negeri 12 12 12 12 12    Negeri 9 9 9 9 9
Swasta 66 66 66 66 67 Swasta 20 20 21 21 22
3 Jumlah Guru SD           3 Jumlah Guru SMP          
   Negeri 3.570 3.570 3.232 3.473 4.220    Negeri 1.515 1.515 1.371 1.437 1.563
Swasta 1.558 1.558 1.634 2.192 554 Swasta 830 830 644 844 827
4 Jumlah Guru MI           4 Jumlah Guru MTs          
   Negeri 253 253 240 228 134    Negeri 231 231 232 226 224
Swasta 615 615 614 574 655 Swasta 335 335 357 362 373

 Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Gunungkidul, dan Kantor Kementrian Agama Kab. Gunungkidul 2015

No Uraian Tahun           No Uraian Tahun
2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015
1 Jumlah SMA 24 24 24 24 24 5 Jumlah Guru SMA          
  Negeri 11 11 11 11 11   Negeri 497 497 502 486 537
Swasta 13 13 13 13 13 Swasta 335 335 323 326 295
2 Jumlah SMK 44 44 44 46 46 6 Jumlah Guru SMK          
  Negeri 13 13 13 13 13   Negeri 663 663 684 634 755
Swasta 31 31 31 33 33 Swasta 983 983 1.021 1.031 1.009
3 Jumlah MA 6 6 8 9 9 7 Jumlah Guru MA          
  Negeri 1 1 1 1 1   Negeri 61 61 55 60 44
Swasta 5 5 7 8 8 Swasta 94 94 97 65 168

Sumber : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab. Gunungkidul, dan Kantor Kementrian Agama Kab. Gunungkidul 2015

Sesuai Undang-Undang No 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, tujuan pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaram, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Jenis dan Jumlah Fasilitas Penunjang Kesehatan Kabupaten Gunungkidul

No Sarana Kesehatan Tahun
2011 2012 2013 2014 2015
1 Posyandu 1.463 1.467 1.464 1.465 1.465
2 Poskesdes 31 31 20 21 21
3 Puskesmas          
  Induk 30 30 30 30 30
  Pembantu 110 110 110 110 110
  Keliling 42 42 30 30 30
4 RS Umum Tipe C 1 1 1 1 1
5 Laboratorium Pemerintah 1 1 1 1 1
6 RS Umum Swasta Tipe D 2 2 2 2 4
7 RS Umum 3 3 3 3 5
8 Klinik/Praktek Dokter 134 156 156 156 154
9 Apotek 25 25 21 21 25

Sumber : Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul 2015

(Nana)

 

Aspirasi Warga

19 Januari 2017 00:47:36
Sering terjadi Kecelakaan

 

30 Desember 2016 06:22:08
Bahaya parkir pasar argosari

 

09 Desember 2016 09:45:11
Sistem Informasi desa

Agenda Kegiatan

03 Sep 2016 s.d 09 Agu 2016
FESTIVAL KESENIAN YOGYAKARTA (FKY) XXVIII TAHUN 2016
Lokasi: Alun-Alun Wonosari

 

21 Mei 2016 s.d 25 Mei 2016
Rekor Muri Campursari 90 Jam Non Stop
Lokasi: Alun Alun Gunungkidul

 

07 Mei 2016 s.d 09 Mei 2016
Festival reog dan Jathilan ” Gagrak Ngayogyakarto ” Tingkat Kabupaten Gunungkidul
Lokasi: Rest Area Bunder Kecamatan Patuk

Pranala Luar