Kabupaten Gunungkidul

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita Daerah

Informasi Kabupaten Gunungkidul



Dilihat  3       Komentar  0
16 Mei 2018 17:08:09

Pemerintah Daerah Gelar Temu Tokoh Dan Dialog Antar Umat Beragama Untuk Memerangi Terorisme




Gunungkidul - Upaya bersama membangun Gunungkidul agar lebih maju, aman, kondusif serta menjaga keamanan ketertiban terus dilakukan oleh pemerintah daerah.  Rabu, (16/05), Pemerintah Daerah Gunungkidul menyelenggarkan temu tokoh dan dialog antar umat beragama se- Kabupaten Gunungkidul di Aula Patriatama Polres dalam rangka melawan radikalisme pasca teror bom yang terjadi beberapa waktu yang lalu, dengan tema “BERSAMA KITA LAWAN RADIKALISME “.

Hadir pada kesempatan ini, Bupati Gunungkidul Hj.Badingah, S.Sos., Dandim 0730/GK Letkol. Inf. Muh. Taufik Hanif Y S.Sos.,  Kapolres AKBP. Ahmad Fuady, S.H., S.I.K., M.H., Kajari  Asnawi Mukti, S.H., M.H., Ketua MUI Gunungkidul Drs.H. Sukamto S.Ag.,  Ketua FKUB H. Iskamto AR, S.Ag., Kepala Bakesbangpol Drs. Wahyu Nugroho, M.Si., Tokoh Agama Islam NU, Muhamadiyah, MTA, LDII, Tokoh Agama Katolik Romo Sapto, Tokoh Agama Kristen Pendeta Dwi Wahyu Prasetyo, MASP., Tokoh Agama Hindu, Tokoh Agama Budha Bante Barda Palo, Ormas Islam FJI, Kokam, Hizbullah, Ormas Pemuda Pancasila, Ormas Senkom Mitra Polri, Ormas Ansor Banser NU.

Ketua FKUB, H. Iskanto dalam sambutanya menyampaikan Terimakasih kepada  aparat kepolisian dan Kodim 0730/GK yang secara sigab melaksanakan operasi gabungan yang membuat semua umat merasa aman dan nyaman di Wilayah Kabupaten Gunungkidul dan mari kita lawan terorisme itu, kita tidak takut dengan terorisme. Serta mendukung agar pemerintah segera  mengesahkan Undang-undang Terorisme, agar para aparat tidak ragu-ragu lagi dalam bertindak untuk melakukan tindakan kepada para pelaku terorisme.

Bupati  Hj. Badingah, S.Sos., meminta kepada warga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, membangun komunikasi positif, dan menggalakan siskamling, apabila ada yang hal-hal yang sekiranya mencurigakan dihimbau untuk menginformasikan kepada pihak yang berwajib. Pihaknya sangat mendukung langkah aparat keamanan, penegak hukum yang bersinergi antara TNI dan Polri serta aparatur sipil bersama sama memerangi terorisme, radikalisme.





Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama dan teror itu sangat tidak manusiawi dan semua agama tidak ada yang mengajarkan untuk melakukan hal yang keji.

Pada kesempatan ini, Dandim 0730/GK Letkol. Inf. Muh. Taufik Hanif Y, S.Sos., selaku nara sumber memaparkan tentang Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara dengan pokok bahasan "NKRI Harga Mati", menyampaikan beberapa hal diantaranya; Indonesia adalah negara yang besar, sebuah negara dengan kepulauan yang terbesar di dunia dan memilki sumber daya alam yang sangat besar, populasi penduduk terbesar ke 4 di dunia, 95% masyarakat Indonesia menyatakan agama sangat penting, Indonesia negara yang tercantik ke 6 di dunia yang menjadi incaran semua Negara, diperkirakan tahun 2030 Indonesia mejadi negara yang memiliki kekayaan ekonomi nomor 5 di dunia,  degan kekayaan yang sangat besar banyak negara luar ingin menguasai bangsa Indonesia dengan isu sara, separatis, radikalisme dengan tujuan memecah belah bangsa Indonesia termasuk degan Narkoba dengan merusak generasi bangsa (perang candu).

Dandim mengajak warga masyarakat bersatu bersama-sama mencintai tanah air tumpah darah yang telah di perjuangkan oleh para pendahulu, para pendiri bangsa dengan segala pengorbanan baik jiwa, raga, harta, dan nyawa. “Mari Kita menjadi pemersatu bangsa Indonesia, mari kita jaga toleransi di Gunungkidul dan kita tidak takut dengan Teroris”, tegasnya.

Selanjutnya Kapolres A.K.B.P. Ahmad Fuady, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan acara ini di gagasan oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan mengandeng Aparat TNI dan Polri untuk menciptakan suasana di kabupaten tetap kondusif dan menciptakan nilai kebangsaan. Ancaman yang dihadapi bangsa saat ini adalah Intoleransi dan Radikalisme, munculnya sebuah aliran-aliran agama yang banyak sekali, sehingga muncul orang yang dianggap suci, ingin popularitas, ingin perubahan dengan cepat dengan cara radikalisme dengan cara kekerasan , menyerang minoritas, bertentangan pada pemerintah , juga ingin di prioritaskan, mau menang sendiri tidak menghormati orang lain, dan itu semua bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945 juga Kebhinekaan, terang Kapolres.

Mari kita bersama-sama menjaga keberagaman yang ada ini sebagai berkah dan pemersatu bangsa kita, baik tokoh Agama, tokoh masyarakat LSM , Ormas kita bersama berembuk jika ada suatu permasalahan agar kita tidak salah melangkah dan menimbulkan permasalahan atau konflik dengan yang lain walau tujuan dan maksud sudah benar, mari kita kordinasi dengan aparat terkait, baik dengan pemerintah daerah, Kodim, Polres, kejaksaan dan yang lainnya. Kita tidak boleh salah tafsir karena Ajaran Agama Islam itu agama mulia dan menebarkan kasih sayang, untuk kedamaian. kita bangun Komunikasi yang baik antara Ulama dan Umaroh untuk menciptakan Kabupaten Gunungkidul yang kondusif, kompak dan bersatu dalam wadah NKRI. Dilanjutkan dengan dialog bersama terkait antisipasi terorisme.(*tim_IKP)

Aspirasi Warga

19 Januari 2017 00:47:36
Sering terjadi Kecelakaan

 

30 Desember 2016 06:22:08
Bahaya parkir pasar argosari

 

09 Desember 2016 09:45:11
Sistem Informasi desa

Agenda Kegiatan

04 Agu 2018 s.d 20 Agu 2018
Agenda Kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2018 Kabupaten Gunungkidul
Lokasi: Kabupaten Gunungkidul

 

08 Mei 2018 s.d 12 Mei 2018
Pentas Panggung Kesenian Hari Jadi ke-187 Kabupaten Gunungkidul
Lokasi: Alun-Alun Wonosari

 

12 Apr 2018 s.d 27 Mei 2018
Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-187 Tahun 2018
Lokasi: Kabupaten Gunungkidul

Layanan


Perangkat Daerah


Mitra


Komentar

 

*harap diisi

 
 
Total 0 Komentar