Kabupaten Gunungkidul

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita Daerah

Informasi Kabupaten Gunungkidul



Dilihat  275       Komentar  0
11 Februari 2017 11:13:59

Bupati Gunungkidul Launching Gerakan Tanam Cabe dan UPSUS "PAJALE BABE SIWAB"


Gunungkidul - Kabupaten Gunungkidul memiliki potensi di bidang pertanian yang sangat menjanjikan, dengan daya dukung lahan yang masih luas dan SDM yang masih cukup besar. Meski dikenal sebagai wilayah yang kekurangan sumber daya air permukaan, justru sebagian besar masyarakat Gunungkidul masih menggantungkan nafkah pada sektor pertanian dalam arti luas, termasuk melalui pemanfaatan lahan-lahan tadah hujan secara kreatif.

Dengan potensi ini, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dengan dukungan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta maupun Pemerintah Pusat terus memberikan prioritas dan fokus pada pengembangan sejumlah komoditas, khususnya tanaman pangan yang sangat prospektif untuk dikembangkan. Tanaman palawija seperti padi, jagung, kedelai serta jenis-jenis tanaman hortikultura seperti cabe, bawang merah maupun tanaman buah, sangat memungkinkan untuk terus dikembangkan dari sisi kuantitas maupun kualitas produksi.

Pemerintah Daerah menyambut positif dan mendukung program Kementerian Pertanian R.I melalui Gerakan Tanam Cabe dan Upaya Khusus penanaman Padi, Jagung, Kedelai, Bawang Merah dan Cabe. Yang di launching Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S. Sos., bersama Irjen. Kementerian Pertanian R.I Justan Ridwan Siahaan, Kamis (09/02/17) di Pendopo Bangsal Sewokoprojo. Turut hadir dalam acara ini Dirjen Sayuran dan Obat Kementerian Pertanian R.I Oji Novia Yusrini, Kepala Dinas Pertanian DIY di wakili Ir. Sarworini, Kepala BPPT DIY Joko, Kepala Dinas Pertanian Gunungkidul Bambang Wisnubroto, Dandim 0730/GK, Penyuluh Pertanian se- Kabupaten Gunungkidul, Mantri Tani se-Gunungkidul,  kelompok tani Gunungkidul dan TIM Penggerak PKK Gunungkidul.

Program ini sangat sesuai dengan potensi geografis Kabupaten Gunungkidul, serta ketersediaan lahan yang masih sangat luas yaitu lahan sawah seluas + 7.865 Ha dan lahan kering seluas + 42.000 Ha. Melalui pencanangan gerakan penanaman pajalababe yang terkoordinir dan secara masif dilakukan daerah-daerah potensial, maka produktivitas tanaman pangan dan hortikultura seperti bawang merah dan cabe akan semakin meningkat, sehingga berdampak positif dalam menopang ketersediaan maupun terjadinya keseimbangan harga yang proporsional di pasaran.

Selain sebagai daerah potensial pengembangan tanaman pangan, Kabupaten Gunungkidul juga memiliki potensi di sektor peternakan, khususnya sapi dan kambing, dengan populasi yang cukup besar. "Potensi ini juga menjadi prioritas kami sebagai salah satu unsur strategis dalam mendukung pengembangan perekonomian petani Gunungkidul. Melalui pencanangan SIWAB atau Sapi Indukan Wajib Bunting dari Kementerian Pertanian R.I., kita sangat berharap populasi sapi Gunungkidul semakin besar dan menjadi salah satu daerah penopang swasembada berkelanjutan daging sapi di Indonesia," kata Bambang Wisnubroto.

Dalam sambutannya Bupati Hj. Badingah, menyampaikan bahwa keberhasilan program pemberdayaan tanaman pangan melalui Gerakan Tanam Cabe, Pencanangan UPSUS PAJALABABE dan SIWAB, akan sangat dipengaruhi dukungan institusi terkait dalam melakukan peran pendampingan dan fasilitasi. Fasilitasi sarana prasarana atau alat mesin pertanian saja, tidak akan optimal pengaruhnya, tanpa dukungan kegiatan pendampingan oleh tenaga penyuluh pertanian, khususnya hortikultura seperti bawang merah dan cabe, memiliki tingkat kesulitan tersendiri, sehingga para petani sebagai pelaku budidaya sangat membutuhkan pendampingan dan penyuluhan yang intensif dari petugas penyuluh.

"Pada kesempatan ini, saya juga mengapresiasi kegiatan Gerakan Tanam Cabe yang melibatkan komunitas ibu-ibu PKK sebagai pelaku. Saya yakin peran ibu-ibu PKK akan sangat membantu dalam mendorong produktivitas tanaman pangan, paling tidak guna memenuhi kebutuhan keluarga dan masyarakat sekitar. Fenomena harga cabe maupun bahan pangan yang semakin tinggi, tidak akan berdampak negatif, karena dapat diantisipasi melalui kegiatan budidaya tanaman cabe memanfaatkan media yang sederhana," tegas Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos.

Pada akhir sambutanya Bupati mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian R.I., Dinas Pertanian DIY, Komandan KODIM 0730 Gunungkidul, serta seluruh pihak terkait, atas kepedulian melalui bantuan fasilitasi program pemberdayaan sektor pertanian di Kabupaten Gunungkidul. "Kepada para petani dan ibu-ibu PKK, Saya ucapkan selamat dan semoga sukses membudidayakan tanaman pangan dan hortikultura di kelompok masing-masing" tambahnya.

Pada kesempatan ini Irjen Kementan RI menyampaikan bahwa banyak prestasi yang sudah ditorehkan Kabupaten Gunungkidul salah satunya PKK yang pernah maju ditingkat Nasional dan menjadi juara, tentunya banyak hal yang bisa diteladani, seperti pemanfaatan lahan yang sangat maksimal, bahkan lahan kuburan bisa dimanfaatkan untuk lahan tanam, dan masih banyak hal yang lainnya.

"Dari 94 ribu luas tambah tanam realisasi tanam padi DIY, 49 ribu adalah sumbangsih dari Gunungkidul. Konsentrasi 2017 di Gunungkidul adalah optimalisasi target luas tanam dan optimalisasi lahan subur, tegas Bambang Wisnubroto. (marno/soera/edit:nana)



dok.media_kominfo

Aspirasi Warga

19 Januari 2017 00:47:36
Sering terjadi Kecelakaan

 

30 Desember 2016 06:22:08
Bahaya parkir pasar argosari

 

09 Desember 2016 09:45:11
Sistem Informasi desa

Agenda Kegiatan

05 Agu 2017 s.d 12 Agu 2017
Agenda Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) ke-29 Tahun 2017 Kabupaten Gunungkidul
Lokasi: Alun - alun Kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul

 

05 Mei 2017 s.d 27 Mei 2017
Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-186
Lokasi: Kabupaten Gunungkidul

 

01 Mei 2017 s.d 15 Jun 2017
PEMILIHAN DIMAS DIAJENG GUNUNGKIDUL 2017
Lokasi: Dinas Pariwisata Gunungkidul

Layanan


Perangkat Daerah


Mitra


Komentar

 

*harap diisi

 
 
Total 0 Komentar