Kabupaten Gunungkidul

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita Daerah

Informasi Kabupaten Gunungkidul



Dilihat  641       Komentar  0
13 Maret 2018 21:09:42

Bupati Resmikan “Kampung KB” Ngalangombo, Dadapayu, Semanu




Gunungkidul-Padukuhan Ngalangombo adalah padukuhan yang ke-20 dari Desa Dadapayu, Kecamatan Semanu, Gunungkidul. Letaknya paling ujung selatan atau bisa dikatakan padukuhan terpencil, bila dibandingkan dengan 19 dusun lainnya. Padukuhan Ngalangombo berbatasan langsung sebelah timur dengan Dusun Cabe, Rongkop, sebelah selatan berbatasan dengan Padukuhan Banjarsari, Tepus, sebelah barat berbatasan dengan Padukuhan Jati, Candirejo, Semanu, dan sebelah utura berbatasan dengan Padukuhan Nongkosingit, Dadapayu.

Padukuhan Ngalangombo sendiri terdiri dari 4 RT & 1 RW, dengan jumlah KK sebanyak 68. Jumlah jiwanya 285, terdiri dari laki-laki 135 jiwa, perempuan 154 jiwa. Dalam mata pencarian, warga kebanyakan adalah petani dan buruh, sebanyak 90%.

Partisipasi warga dalam menyukseskan program KB sudah terbukti dari pemakaian alat kontrasepsi yang cukup tinggi. Dari 57 PUS, 48 merupakan peserta KB aktif yang terdiri dari peserta IUD 2, MOW 1, suntik 43, sertapil KB 2, sedangkan PUS yang belumber-KB dikarenakan berbagai macam alasan diantaranya hamil 4, IAS 3, IAT 1, serta TIAL 1.

Dusun ini menjadi rintisan Kampung KB di wilayah Kecamatan Semanu sejak 6 bulan yang lalu. Dalam pembinaan ketahanan keluarga setelah adanya kampung KB sejak 2017 itu, maka diadakanlah sosialisasi BKS oleh Sujadiyono SIP, selaku PKB setempat. Setelah adanya sosialisasi,terbentuklah kelompok kegiatan Bina-bina, masing-masing 1 kelompok yaitu: BKB (Bina Keluarga Balita) dengan sasaran keluarga yang mempunyai balita, BKR (Bina Keluarga Remaja) dengan sasaran keluarga yang mempunyai remaja, tak ketinggalan pula dibentuk kelompok BKL (Bina Keluarga Lansia) dengan sasaran keluarga yang mempunyai lansia.

Dalam pembinaan generasi muda tak lupa PKB setempat membentuk PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja) “Gareng”, singkatan dariGabungan Remaja Ngalangombo,guna mewujudkan generasi yang bebas dari narkoba, seks bebas,dan pernikahan dini (PUP). Dalam rangka membantu ekonomi keluarga ibu-ibu diharapkan secara kreatif bisa memulai dengan usaha kecil-kecilan yang dimulai dengan pembuatan peyek dan seriping pisang, meskipun baru beberapa ibu yang berusaha mereka bergabung di kelompok UPPKS.

Adapun Kampung KB ini sejak terbentuknya dari tahun 2017 sudah mempunyai kepengurusan meskipun secara sederhana, yaitu ketua Wito Yulianto sekaligus Dukuh Ngalangombo, sekretaris Bambang S, dan bendahara Ninik Puji Astuti. Alhamdulillah, Selasa (27/2)  Kampung KB Ngalangombo secara resmi dicanangkan oleh Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, SSos. Acara berlangsung meriah, karena sekaligus pengenalan Kades baru Dadapayu, Widodo, yang baru saja dilantik oleh Bupati beberapa saat sebelumnya.

Beberapa saat sebelumnya, ketika sampai di gerbang dusun, Bupati datang dengan dikawal oleh pasukan "Gareng", yang tak lain adalah para remaja anggota PIK-R “Gareng”. Bupati yang diikuti oleh jajaran Muspika Semanu dan perangkat Desa Dadapayu, sesampainya di pintu gerbang dusun, beliau meresmikan gapura dusun sekaligus menandatangani prasasti Kampung KB Ngalangombo. Bupati dan rombongan berjalan kaki ke lokasi peresmian disambut warga dan anak-anak sekolah, tua muda semua menyambut dengan antusias, satu demi satu bersalaman dengan Bupati dan rombongan. Badingah sempat mampir ke pojok baca dusun yang terletak di salah satu sudut rumah warga dan membaca beberapa buku. Badingah mengusulkan agar bisa mengajukan buku-buku ke Perpustakaan Kabupaten untuk tambahan koleksi.

Sebelum pencanangan, hadirin dan tamu disuguhi berbagai atraksi menarik berupa dendang lagu, yel-yel, tari-tarian, darianggota PIK Remaja, kader KB danPosyandu, sertasiswa-siswi PAUD Dusun Ngalangomo. Aplaus dan sorak sorai menggema di lokasi pencanangan.



Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul Hj Badingah, SSos, menyatakan bahwa program KB bukan semata berurusan dengan soal pengaturan kelahiran, tetapi lebih dari itu adalah bagaimana mewujudkan keluarga kecil yang sejahtera. Kesejahteraan keluarga belum sepenuhnya terwujud terutama di wilayah-wilayah terpecil dan pinggiran. "Dengan adanya Kampung KB di Ngalangombo ini, harapannya akan ada guyuran program dan dana dari pelbagai lintas sector untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di aneka bidangnya, baik pendidikan, kesehatan, pertanian, keamanan lingkungan, dan sebagainya, sehingga ke depan kesejahteraan warga dusun akan meningkat," ujar Bupati.

Bupati berpesan agar masyarakat tetap membudayakan gotong-royong, karena ini merupakan cirri khas budaya hidup warga Gunungkidul yang menjadi perhatian dan pujian dari warga lain di Indonesia, bahkan luar negeri. Badingah mengabarkan, bahwa budaya gotong-royong sangat dikagumi masyarakat luar negeri, sehingga sampai-sampai banyak orang dari mancanegara yang belajar tentang budaya kita ini. “Saya juga sempat ke kantor PBB di Amerika dan mendapatkan penghargaan internasional karena Gunungkidul memiliki kawasan pegunungan karst yang terluas di dunia dan kita bisa memeliharanya sehingga menjadi kekayaan dunia. Oleh karena itu, saya mengajak mari kita jaga kawasan karst kita agar tetap lestari,” ujar Badingah.

Badingah juga mengajak kepada jajaran aparat dari tingkat desa sampai kecamatan, juga warga pada umumnya, untuk bersama-sama mencegah potensi-potensi terjadinya aksi bunuh diri. Sebab, hingga Februari ini, sudah ada 9 kasus bunuh diri di Gunungkidul. "Tolong jika ada warga yang berperilaku aneh, agar diperhatikan, di-kawruhke, supaya merasa diperhatikan sehingga semangat hidupnya tumbuh kembali," kata Bupati.

Terakhir, Bupati berharap, dengan adanya program kampung KB ini diharapkan warga Padukuhan Ngalangombo akan menjadi keluarga-keluarga yang maju, mandiri, menuju keluarga-keluarga bahagia sejahtera dengan 2 anak cukup. Sebelum acara berakhir, semua anggota PIK-R “Gareng” membaca deklarasi pendewasaan usia perkawinan dan penandatanganan komitmen mendukung PUP dan pencegahan nikah dini.Disaksikan jajaran Muspida dan pejabat Perwakilan BKKBN DIY, Bupati menyerahkan PIK-R Kit kepada pengurus PIK-R “Gareng” untuk digunakan sebagai alat peraga edukasi dan permainan bagi anggota PIK-R untuk belajar tentang kesehatan reproduksi dan persiapan kehidupan berumah tangga.(SR,*tim_ikp)





Aspirasi Warga

19 Januari 2017 00:47:36
Sering terjadi Kecelakaan

 

30 Desember 2016 06:22:08
Bahaya parkir pasar argosari

 

09 Desember 2016 09:45:11
Sistem Informasi desa

Agenda Kegiatan

04 Agu 2018 s.d 20 Agu 2018
Agenda Kegiatan Peringatan Hari Ulang Tahun ke-73 Proklamasi Kemerdekaan RI Tahun 2018 Kabupaten Gunungkidul
Lokasi: Kabupaten Gunungkidul

 

08 Mei 2018 s.d 12 Mei 2018
Pentas Panggung Kesenian Hari Jadi ke-187 Kabupaten Gunungkidul
Lokasi: Alun-Alun Wonosari

 

12 Apr 2018 s.d 27 Mei 2018
Rangkaian Kegiatan Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-187 Tahun 2018
Lokasi: Kabupaten Gunungkidul

Layanan


Perangkat Daerah


Mitra


Komentar

 

*harap diisi

 
 
Total 0 Komentar