Kabupaten Gunungkidul

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita Pemkab

Informasi Kabupaten Gunungkidul



Dilihat  87       Komentar  0
07 Juli 2020 17:33:30

Siaran Informasi Perkembangan Covid-19 Pemkab Gunungkidul, Persiapan KBM di Masa New Normal


Gunungkidul - Akan di bukanya kembali Kegiatan Belajar Mengajar pada tahun ajaran baru 2020/2021 dan dibukanya tempat ibadah di masa new normal. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid, S.Pd, M.Pd. Pemerintah Daerah mengacu pada keputusan pemerintah dan aturan lain telah menyiapkan 2 konsep, hal tersebut di katakan saat siaran Informasi perkembangan covid-19 di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Bangsal Sewokoprojo Wonosari, Senin (06/07).

Virus Covid-19 hanya bisa kita atasi dan di putus mata rantai penyebaranya dari kita secara bersama-sama secara disiplin dengan menaati protokol kesehatan. Setelah proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) slesai akan dilanjutkan dengan Proses pendidikan belajar mengajar yang sudah memasuki tahun ajaran 2020/2021. Pemerintah menetapkan tgl 13 Juli 2020 di pastikan sudah memulai ajaran baru.

Skema proses pembelajaran yang sudah dipersiapkan di masa new normal dan penyiapan perangkat pendidikan serta Penerapan protokol kesehatan dengan melengkapi sarana cuci tangan. Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga menyiapkan 2 skenario.



Diampaikan Bahron Rasyid Skenario 1, selain persiapan sisi fasilitas berupa penyiapan sarana cuci tangan dengan sabun, dikatakan bahwa sampai 2 bulan kedepan proses pembelajaran akan menggunakan skema kapasitas 50%.  Sebagai contoh untuk kelas 1 SD  akan masuk mulai kegiatan belajar dari jam 7.00 - 9.00 pagi dan akan dijeda waktu selama 40 menit. Dimasa jeda ini untuk memastikan para siswa tidak berpapasan dengan siswa lain serta menghindari kerumunan selain itu untuk persiapan  tenaga didik  serta memastikan tempat sudah kembali siap di gunakan. setelah jeda  baru akan di lanjutkan pada proses pembelajaran yang ke dua pukul 10.00 sampai 12.00 siang, hal ini tetap dilakukan secara selektif dan mengedepanka protokol kesehatan. Namun yang menjadi catatan harus konsisten, apakah bisa melaksanakan jaga jarak.

Untuk persiapan kurikulum karena proses pembelajaran di berlakukan kapasitas siswa hanya 50% dari keseluruhan siswa dalam setiap rombongan belajar maka kurikulum juga akan di sajikan 50% dari kurikulum yang ada. Untuk kurikulum saat ini akan di review dan hanya diberikan sebanyak 50% dari kompetensi dasar. Guru juga di haruskan mengulas matrikulasi dari kurikulum yang sebelumnya. Karena di masa pandemi masih ada sebagian kurikulum yang belum tuntas di berikan kepada peserta didik. Kurikulum juga akan dipilih yang bisa dilakukan baik dengan tatap muka atau melalui daring. Karena dalam kurikulum tersebut ada yang harus dilaksanakan dengan tatap muka seperti bidang studi olahraga. untuk melaksanakan ini juga menunggu Dinas Kesehatan apakah sudah bisa dilaksanakan.

Skenario ke dua yang kan dilakukan bila proses KBM belum memungkinkan maka akan tetap melaksanakan belajar di rumah baik melalui daring maupun tugas lain. Harapanya kekawatiran wali murid bisa di tekan karena sekolah maupun institusi pendidikan sudah menyiapkan fasilitas sarana cuci tangan dan sabun, namun untuk masker harapanya para siswa tetap membawa dari rumah dan keluarga yang di bekali 2 masker untuk cadangan, meskipun sekolah tetap menyediakan sebagai bagian cadangan bila siswa lupa tidak membawa.

Hal senada di sampaikan Kepala Kementerian Agama Gunungkidul Arif Gunadi, S.Pdi, M.Pdi dengan kebijakan pelaksanaan pendidikan ada hal kesamaan yang bersifat fundamental karena berada di wilayah yang sama dan dengan rujukan yang sama. Secara prinsip pelaksanaan pendidikan bagaimana pemerintah dan masyarakat harus menjaga kesehatan dari sisi kesehatan para peserta didik, pendidik dan masyarakatnya. Dengan berorientasi pada terciptanya kesehatan yang melibatkan dari berbagai unsur siswa,guru dan lingkungannya.

Dalam proses pembelajaran ini harus ada satu komitmen bersama di wilayah madrasah bersangkutan berada dalam wilayah zona apa?
Jika berada dalam zona kuning atau hijau bisa menggunakan skema 50% , tetapi jika berada pada daerah zona merah maka harus memaklumi. Dari sisi persiapan fasilitas fisik di lingkup kementerian agama dan di tempat-tempat layanan lain seperti di institusi pendidikan telah menyiapkan sarana cuci tangan dengan pedal. Sarana ini memberikan kenyamanan saat menggunaka sarana cuci tangan tanpa menyentuh tuas keran sehingga tidak bersentuhan dengan tangan.
Mengenai harapan masyarakat untuk membuka kembali sarana ibadah. Arif Gunadi mengatakan sudah ada surat edaran yang harus menjadi pedoman. Pembukaan tempat ibadah bisa meminta surat rekomendasi dari gugus tugas di tiap tingkatan. Sehingga masyarakat menyadari hal ini bukan tidak diperbolehkannya tempat ibadah di buka kembali tetapi ini semata-mata untuk menjaga penyebaran covid-19.

Menjelang perayaan Idul Adha masyarakat diharapkan juga tetap melaksanakan dan mengedepankan protokol kesehatan. Begitu juga ketika akan menyelenggarakan ibadah idul adha juga tetap harus melaksanakan protokol kesehatan. Untuk penyembelihan hewan qurban harapanya masyarakat menyadari pentingnya mengedepankan kesehatan mulai dari memilih hewan qurban, menyembelih dan mendistribusikan dan menggunakan protokol kesehatan. Untuk proses belajar mengajar di pondok pesantren dapat dilakukan oleh para santri sepanjang pondok pesantren ersebut memiliki kemampuan panduan kesehatan, jika memang belum hendaknya tidak memaksakan diri.

Hal yang penting dan perlu diperhatikan bahwa pengasuh juga harus mengawasi secara ketat, jangan sampai kebebasan santri dapat keluar masuk pondok tanpa ngawasan yang berisiko ebawa paparan virus. Pondok Pesantren harus menyiapkan semua SOP, seperti SOP beribadah, SOP makan , dan ketika istirahat/santai juga harus tetap ada pengawasan.



Kepala Dinas Kesehatan  dr. Dewi Irawati, M.Kes mengatakan respon masyakarat menyambut new normal yang menginginkan kembali normal melakukan aktifitas masing termasuk dalam peribadahan. Gunungkidul saat ini masihb dalam darurat covid sampai tanggal 31 Juli 2020. Pemerintah tidak bisa gegabah dan harus menyiapkan secara matang. Aktifitas masyarakat tidak boleh lepas dari informasi dan perkembangan Covid-19

Sebagai bentuk informasi kepada masyarakat terkait perkembanan covid-19 di kabupaten Gunungkidul Dinas Kesehatan akan selalu mengupdate nformasinya setiap 2 minggu sekali. Perkembangan Covid. Gunung Kidul sampai hari senin (06/07) dari 18 kapanewon, 3 Kapanewon diantaranya masuk dalam kategori zona orange, 11 Kapanewon masuk zona kuning dan 4 kapanewon masuk zona hijau.
Informasi yang di himpun Dinas Keseatan Sampai hari ini  positif 57 orang dimana  48 orang dinyatakan sudah sembuh dan
8 orang masih dalam perawatan sedangkan 1 orang meninggal.

Satu hal yang perlu di pahamkan oleh masyarakat upaya pencegaha tidak bisa di lakukan sendiri tetapi harus bersama-sama. Pencegahan itu setidaknya ada 3 hal Meliputi membiasakan perilaku mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak. Dengan sinergi bersama harapanya Gunungkidul secara cepat dan mandiri  upaya pencegahan virus covid-19 semakn meluas sehingga dapat segera kembali melakukan aktifitas tanpa ada kekawatiran di tengah masyarakat.

Senada di sampaika Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kelik Yuniantoro, S.Sos,M.M. Meningkatkan peran aktif masyarakatdalam pencegahan dan memutus mata rantai penyebaran covis-19. Jika masyarakat disiplin serta bersama-sama kita bisa secara cepat menuntaskan sehingga bisa kembali melakukan aktifitas yang benar-benar normal. Informasi menjadi sangat penting sebagai bagian cara mengedukasi masyarakat agar benar-benar paham bagaimana upaya pencegahan penyebaran dan memutus mata rantai penyebaran dan penularan virus covid-19. "Dengan masyarakat paham dan dapat dilakukan oleh masyarakat dalam perilaku kehidupan sehari-hari, saling mengedukasi saling mengingatkan selau greteh dan greteh". Mengakhiri siaran informasi perkembangan penanganan dan pencegahan covid-19 di Bangsal Sewokoprojo yang acara tersebut disiarkan live situs resmi Pemkab Gunungkidul melalui Chanel YouTube Dhaksinargatv.

Layanan


MARI BERGERAK BERSAMA CEGAH PENYEBARAN COVID-19,

Gunakan masker - Cuci Tangan Dengan Sabun Dan Air Mengalir - Lakukan Physical Distancing