Kabupaten Gunungkidul

Daerah Istimewa Yogyakarta

Sekilas Gunungkidul


Dilihat  12.916       




Kabupaten Gunungkidul yang ber-Ibukota di Wonosari merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang terletak 39 km sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul adalah 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. Secara  yuridis,  status Kabupaten Gunungkidul sebagai salah satu daerah kabupaten yang  berhak  mengatur  dan  mengurus  rumah  tangganya sendiri  dalam  lingkungan Daerah  Istimewa  Yogyakarta  dan berkedudukan  di  Wonosari  sebagai  ibu  kota  kabupaten, ditetapkan  pada  tanggal  15  Agustus  1950  dengan  UU  nomor  15 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pusat Pemerintahan Kabupaten Gunungkidul berada di Jalan Brigjen Katamso Nomor 1 Wonosari, Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan batas wilayah dirinci sebagai berikut:

 

  1. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta.
  2. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten Sukoharjo Provinsi Jawa Tengah.
  3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah.
  4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia

Secara administratif, Kabupaten Gunungkidul terbagi menjadi 18 Kecamatan yang meliputi 144 desa dan 1.431 padukuhan. Secara geografis Kabupaten Gunungkidul berada di bagian tenggara dari Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta. Kabupaten Gunungkidul tidak memiliki kawasan pedalaman maupun kawasan terpencil. Menurut kondisi geografis, desa-desa di Kabupaten Gunungkidul sebanyak 18 desa pesisir, 56 desa terletak di lereng/punggung bukit dan 70 desa terletak di dataran. Jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul tahun 2018 tercatat 765,284 jiwa, dengan laju pertumbuhan 1.07% yang artinya antara tahun 2017 sampai dengan tahun 2018 penduduk Kabupaten Gunungkidul mengalami kenaikan sebesar 1.07%.

Potensi pariwisata di Kabupaten Gunungkidul cukup potensial dan beragam, baik wisata alam berupa pantai, goa, bukit, air terjun, pegunungan, tempat bersejarah serta wisata budaya maupun wisata religi. Obyek wisata pantai merupakan obyek wisata unggulan Kabupaten Gunungkidul yang terbentang 72 km di wilayah selatan mulai dari ujung barat ke ujung timur dan salah satunya adalah kawasan yang terdiri tujuh pantai yang letaknya saling berdekatan. Ketujuh pantai itu adalah pantai Baron, pantai Kukup, Sepanjang, Drini, Krakal, Slili, Sundak dan Pantai Ngandong.


Selain wisata alam pantai, Kabupaten Gunungkidul juga memiliki wisata alam yang sangat unik berupa kawasan karst yang meliputi 10 wilayah kecamatan dengan luas 13.000 km2. Keunikan tersebut bercirikan fenomena di permukaan (ekokarst) dan bawah permukaan (endokarst). Fenomena permukaan meliputi bentukan positif berwujud perbukitan karst yang jumlahnya + 40.000 bukit yang berbentuk kerucut, sedangkan bentukan negatifnya berupa lembah-lembah karst dan telaga karst. Fenomena bawah permukaan meliputi goa-goa karst (119 goa) dengan hiasan stalaktit dan stalakmit serta semua aliran sungai bawah tanah. Beberapa tempat wisata di kawasan karst Kabupaten Gunungkidul yang banyak dikunjungi wisatawan antara lain: goa Ngingrong dan lembah Karst Mulo kecamatan Wonosari, goa Jlamprong, goa Kali Suci, goa Jomblang dan goa Grubug Kecamatan Semanu, goa Seropan perbatasan Kecamatan Semanu dan Kecamatan Ponjong, goa Cokro Kecamatan Ponjong dan goa Pindul Kecamatan Karangmojo.


Wisata budaya yang dimiliki Kabupaten Gunungkidul juga sangat beragam dan menarik. Tradisi bersih desa / rasulan merupakan budaya lokal Gunungkidul yang sangat menarik bagi wisatawan. Disamping rasulan, terdapat juga upacara-upacara adat yang masih dilestarikan sampai sekarang dan menjadi komoditas pariwisata yang unik dan khas, antara lain : Upacara Melasti di Pantai Ngobaran, Upacara Sedekah Laut di Pantai Baron, Ngalap berkah di Nglanggeran, Upacara cing cing goling di Karangmojo, dan kesenian-kesenian tradisional seperti kesenian Rinding Gumbeng, Gejog lesung, wayang kulit, reog, jathilan, campursari, dan sebagainya.

Layanan


MARI BERGERAK BERSAMA CEGAH PENYEBARAN COVID-19,

Gunakan masker - Cuci Tangan Dengan Sabun Dan Air Mengalir - Lakukan Physical Distancing