Gunungkidul – Semangat persatuan dan kesatuan terlihat di Kabupaten Gunungkidul dalam Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 Tahun 2026. Upacara ini menjadi wadah pengobar semangat generasi muda untuk terus berkarya, menunjukkan kepiawaian berkesenian, serta menorehkan prestasi gemilang bagi bangsa.

Acara dibuka dengan memukau melalui penampilan tari Kethek Ogleng dari Perwosi (Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia) Kabupaten Gunungkidul. Gerakan dinamis dan penuh kearifan lokal tersebut sukses memikat para peserta dan tamu undangan yang hadir.
Kemeriahan berlanjut dengan atraksi dari kontingen TonTI (Pleton Inti) SMK Negeri 2 Wonosari, yang tampil membanggakan usai dinobatkan sebagai Juara Umum Lomba Baris-Berbaris (LBB) tingkat Kabupaten. Suasana kian sakral saat prosesi pembacaan ikrar Sumpah Pemuda dikumandangkan oleh pemuda pemudi berprestasi Kabupaten Gunungkidul, mengingatkan kembali pada tekad bulat pemuda-pemudi Indonesia untuk bersatu dalam satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto memimpin jalannya upacara yang diikuti oleh jajaran Forkopimda dan ratusan pelajar dari berbagai sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Joko Parwoto membacakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, mengingat Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke-98 Tahun 2026 ini mengusung tema besar: “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda Untuk Indonesia”.
Melalui amanat Menpora yang dibacakannya, Wakil Bupati menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh generasi muda di Tanah Air agar senantiasa berani bercita-cita tinggi dan konsisten dalam kerja keras.
“Anak-anakku, para pemuda Indonesia, bermimpilah setinggi langit. Bekerjalah sekeras mungkin. Jadilah manusia yang kuat, tetapi jangan kehilangan kelembutan hati,” demikian petikan sambutan yang dibacakan oleh Joko Parwoto di hadapan para peserta upacara.
Lebih lanjut, generasi muda juga didorong untuk menjadi figur pemimpin yang transformatif yakni generasi yang berani memimpin namun tetap bersedia melayani sesama.
“Jadilah generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya. Jadikanlah setiap ilmu, setiap karya, dan setiap pengorbanan sebagai bukti cinta kita kepada Indonesia,” imbuhnya.
Menutup rangkaian amanat, ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 diserukan sebagai peneguh komitmen bersama, “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya ucapkan: Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026! Mari kita bangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan. Sebab masa depan bangsa bukan hanya sesuatu yang akan kita temui. Masa depan adalah sesuatu yang sedang kita bangun bersama.”

Rangkaian Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Gunungkidul ini akhirnya ditutup secara meriah dengan penyerahan penghargaan prestisius, di antaranya penghargaan program Gunungkidul Cerdas, serta pengumuman dan penyerahan kejuaraan Lomba Baris-Berbaris (LBB) berjenjang mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS, hingga SMA/SMK. Ajang ini sekaligus menjadi wujud apresiasi nyata atas kedisiplinan dan prestasi gemilang para pelajar di Bumi Handayani.