Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menekankan pentingnya integritas, kedisiplinan, dan peningkatan kualitas pelayanan publik kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kapanewon Purwosari. Ia mengingatkan bahwa pamong harus mampu menjalankan peran sebagai pelayan sekaligus pengayom masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan pembinaan pegawai di Kantor Kapanewon Purwosari, Kamis (5/11/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Panewu Purwosari Subiyantoro, jajaran ASN Kapanewon Purwosari, serta unsur instansi lintas sektoral, di antaranya Polsek, Korwil Bidik, dan petugas lapangan.
Pembinaan tersebut tidak hanya menjadi sarana evaluasi kinerja pegawai, tetapi juga momentum untuk memperkuat koordinasi dan sinergi antarinstansi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat di tingkat kapanewon.
Dalam kesempatan tersebut, Panewu Purwosari Subiyantoro memaparkan kondisi organisasi dan capaian kinerja melalui pendekatan manajemen 5M, yakni Men (sumber daya manusia), Money (keuangan), Material (sarana dan prasarana), Machine (peralatan), serta Method (metode atau prosedur kerja).
Dari aspek sumber daya manusia, Subiyantoro mengungkapkan bahwa Kapanewon Purwosari masih menghadapi keterbatasan personel, terutama belum tersedianya tenaga arsiparis. Meski demikian, upaya pembenahan administrasi dan kearsipan terus dilakukan. Hasilnya, nilai kearsipan Kapanewon Purwosari mengalami peningkatan, dari posisi juru kunci menjadi peringkat ke-17.
Selain persoalan keterbatasan personel, pihaknya juga mulai mengantisipasi regenerasi pegawai seiring banyaknya aparatur yang mendekati masa pensiun.

Dari aspek keuangan, realisasi anggaran Kapanewon Purwosari hingga Oktober 2026 tercatat mencapai 79 persen. Subiyantoro juga menyampaikan adanya dukungan swadaya dan semangat gotong royong antarwilayah dalam menunjang kegiatan kemasyarakatan yang belum sepenuhnya terakomodasi dalam anggaran.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati Gunungkidul menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan tidak hanya diukur dari capaian program dan serapan anggaran, tetapi juga dari integritas, tanggung jawab, serta kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
Bupati menyampaikan empat hal penting yang harus menjadi perhatian seluruh pegawai Kapanewon Purwosari.
Pertama, kedisiplinan dan tanggung jawab. Seluruh ASN diminta mematuhi ketentuan jam kerja serta memastikan kehadiran di tempat kerja diikuti dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab secara optimal.
Kedua, peningkatan kualitas pelayanan publik. Bupati mengingatkan bahwa aparatur kapanewon merupakan garda terdepan pemerintahan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena itu, pelayanan harus diberikan secara cepat, tepat, transparan, dan tidak diskriminatif.
Semangat pamong nglayani lan ngayomi harus benar-benar diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Menurutnya, jabatan dan kewenangan yang dimiliki ASN merupakan amanah untuk melayani masyarakat, bukan fasilitas untuk mendapatkan perlakuan istimewa.
Ketiga, menjaga integritas dan etika. Seluruh pegawai diminta senantiasa menjunjung tinggi kejujuran, menghindari penyalahgunaan kewenangan, serta menjaga perilaku, baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun saat menggunakan media sosial. Hal tersebut penting untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Keempat, memperkuat koordinasi dan kerja sama. Bupati meminta seluruh jajaran menghilangkan ego sektoral dan membangun komunikasi yang baik lintas fungsi maupun instansi. Dengan demikian, setiap persoalan dapat diselesaikan melalui kerja sama dan tanggung jawab bersama.
Melalui pembinaan ini, Bupati berharap jajaran Kapanewon Purwosari semakin solid dalam menjalankan tugas pemerintahan, memperkuat sinergi kewilayahan, serta menghadirkan pelayanan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.