Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta menghadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Koperasi Tani Sejahtera, Padukuhan Kweni, Karangsari, Semin, Gunungkidul. Bupati memberikan apresiasi terhadap pengelolaan koperasi ini.
“Banyak sekali koperasi di Gunungkidul. Namun banyak pula yang tidak sehat, mati suri, namun koperasi Tani Sejahtera benar bisa hadir ditengah masyarakat,” kata Bupati, Kamis (12/1/2023).
Bupati mengatakan, jika koperasi di Gunungkidul memiliki kiat seperti Tani Sejahtera dipastikan akan berdampak pada kesejahteraan rakyat. Menurutnya tidak akan ada masyarakat yang terjerat renterir atau pinjaman online.
“Renterir, pinjaman online memang pinjamnya mudah. Tapi banyak masyarakat yang tidak mampu mengembalikan karena tingginya bunga. Sehingga ini akan menimbulkan masalah sosial baru,” papar bupati.[PIC1]
Dalam kesempatan tersebut bupati berharap pengurus Koperasi Tani Sejahtera mampu menjadi pendukung perekonomian masyarakat. Tidak hanya satu wilayah tapi berkembang kewilayah lain.
“Kiat-kiat menjaga keutuhan koperasi ini saya kira harus dibagikan kepada koperasi lain yang ada di Gunungkidul,” katanya.
Sementara Ketua Koperasi Tani Sejahtera, Suratno mengatakan, awal berdirinya koperasi ini dimulai dari Tahun 2003 dengan modal awal Rp. 7.800.000. Anggotanya kelompok tani yang hanya berjumlah 32 orang.
“Tahun ini kekayaan kita sudah kencapai Rp. 3 Milyar. Dengan jumlah anggota 629 orang. Pada RAT Tahun 2023 kita mendapat Sisa Hasil Usaha (SHU) Rp. 88 juta rupiah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut hadir pula Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Panewu Semin, Lurah Karangsari, dan masyarakat anggota koperasi Tani Sejahtera.

