Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menggelar apel Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2023. Kegiatan upacara yang sedianya akan digelar di Alun- alun kota Wonosari dipindah menjadi apel di depan Kantor Pemkab Gunungkidul.
Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto, S.Kom, M.Si, Dandim 0730/GK Di wakili Kasdim Mayor inf Tri hsan, Kapolres Gunungkidul diwakili Wakapolres Kompol Candra Lulus Widyantoro S.I.K,[PIC4]
Kepala PN Wonosari Y. F Tri Joko Gantar Pamungkas, SH, MH, Kepala Pengadilan Agama Wonosari Dr. H Hafifulloh, SH, MH, Sekda Gunungkidul Sri Suhartanto, SIP, M.Si serta Para Pejabat Kadinas dan OPD jajaran Pemkab Gunungkidul.
Pembina Apel, Kajari Wonosari Renaldi Umar, SH, MH, dalam sambutanya, membacakan amanat Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X. Dalam amanat yang dibacakan, penegakaan kedaulatan negara Tahun 2023 sebagai momentum memberikan penghormatan kepada bunga putra bangsa.
“Mereka telah melayani dan berkorban demi ibu pertiwi. Seraya mendoakan agar mereka memperoleh pahala sesuai amal bhaktinya, serta diterima di haribaan Tuhan Yang Maha Esa,” katanya dalam sambutan.
Gubernur dalam amanatnya juga mengatakan, Serangan Umum 1 Maret 1949, merupakan salah satu momentum bersejarah pergerakan kemerdekaan, dengan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai episentrumnya. Dan saat ini, sejarah tersebut kian bermakna bagi bangsa Indonesia, seiring diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 2 Tahun 2022, tentang penetapan 1 Maret sebagai Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
“ Dari dimensi historikal, peristiwa 1 Maret 1949, adalah sebuah upaya perlawanan anak bangsa, sekaligus sebagai upaya membuka mata dunia internasional, yang menunjukkan, bahwa Indonesia memang masih ada. Atas perlawanan itulah, Dewan Keamanan PBB mendesak Belanda, agar kembali berunding pasca melancarkan Agresi Militer-nya yang kedua. Hingga pada akhirnya, dalam Konferensi Meja Bundar, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.” katanya.
Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara juga memiliki makna “Persatuan Indonesia”, merefleksikan bersatunya berbagai elemen bangsa, dalam melawan tirani penjajahan. Sehingga hari ini, dapat pula dimaknai sebagai refleksi semangat rakyat, yang senantiasa menunjukkan keberanian dan ketangguhan, dalam gelora “Bagimu Negeri….Jiwa Raga Kami”.
Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2023, memang selayaknya dimulai dengan kontemplasi batin “Liring Pangastuti Trusing Tyasâž— bahwa hati sanubari dan cakrawala pikiran memang harus dibuka seluas-luasnya, agar Hari Penegakan Kedaulatan Negara, menjadi suluh penerang dan inspirasi dalam mencintai tanah air Indonesia.
Untuk itulah, setelah meresapi makna dan esensi yang melingkupinya, Hari Penegakan Kedaulatan Negara, harus pula ditafsirkan secara rasional melalui berbagai karya nyata, karena rasionalitas lebih tepat menyikapi berbagai dinamika.
Dengan kata lain, kecintaan warga negara Indonesia, akan terbangun secara nyata, apabila tataran “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” dapat dicapai, melalui pembangunan yang adil dan beradab pula.
Sehingga tepat kiranya, apabila makna kedaulatan, benar-benar ditransformasi dan diaktualisasi, dalam berbagai upaya membangun kesejahteraan masyarakat, dalam semangat: “Bangunlah Jiwanya…Bangunlah Badannya….Untuk Indonesia Raya!”.
Dengan didukung penyelenggara negara yang bekerja cerdas dan berkeadilan; pendidik dan pelajar, yang kreatif dan ikhlas berlandaskan keilmuan; rohaniawan yang mengamalkan kesalehan ritual dan kesalehan publik; wirausahawan yang inovatif; dan didukung oleh kreatifitas warga, semoga Hari Penegakan Kedaulatan Negara, dapat menjadi inspirasi peradaban, dalam membangun Indonesia dan masyarakatnya yang sejahtera dan berbudaya.
| [PIC2] |
“ Selamat merayakan Hari Penegakan Kedaulatan Negara Tahun 2023. Semoga Tuhan Sang Kuasa Cipta, senantiasa menuntun bangsa Indonesia di jalan lurus-Nya, dalam mencapai cita mulia “Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tutup Gubernur dalam sambutan yang dibacakan pembina apel.

