Lansia Gunungkidul Mendapatkan Bantuan Sosial

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta bersama Anggota Komiisi VIII DPR RI My Esti Wijayanti membagikan bantuan sosial permakanan bagi anak terlantar dan lanjut usia terlantar di Gunungkidul. Simbolis penyerahan bantuan dilaksanakan di Kantor Kapanewon Karangmojo. Senin (17/4/2023).

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Parempuan dan Perlindungan Anak Gunungkidul, Asti Wijayanti memaparkan, jumlah lansia di Gunungkidul semakin bertambah. Data mencatat saat ini ada 150.000 lansia atau sekitar 19,45 persen dari penduduk Gunungkidul.

Dari jumlah itu, 9.900 orang masuk dalam lanjut usia miskin. Sementara untuk lanjut usia terlantar 1.760 orang atau 17,7 persen dari jumlah penduduk Gunungkidul. Untuk anak miskin jumlahnya mencapai 1.833 dan yang masuk anak terlantar ada 278 anak atau 15 persen.

“Dari jumlah tersebut, Dinsos baru bisa memberikan bantuan bagi 50 anak terlantar dan 50 lansia terlantar yang terbagi di 45 kalurahan 18 kecamatan melalui anggaran PIS APBD Kabupaten Gunungkidul Tahun 2023,” papar Asti .

Asti juga menjelaskan, sesuai dengan pelayanan standar minimal, untuk tahun 2024 pihaknya telah mengajukan anggaran sebesar Rp. 4 milyar untuk mengurai tingginya angka tersebut. Harapanya pemberian bantuan permakanan selama 60 hari dapat dilaksanakan ditahun mendatang.

“Anggaran sudah kita ajukan, semoga mendapat perhatian badan anggaran dan DPRD Kabupaten Gunungkidul,” paparnya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan bantuan senilai Rp. 1 juta rupiah. Diberikan dalam bentuk sembako mulai dari beras dan kebutuhan lainya. Bantuan yang diserahkan sebelum Hari Raya Idul Fitri ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat.[PIC1]

“Disini mumpung ada Ibu Esti dari Komisi VIII DPR RI. Semoga apa yang menjadi catatan kita ini dapat disampaikan ke pusat, dan ada bantuan untuk pengentasan anak terlantar dan lansia terlantar di Gunungkidul ini,” kata Bupati.

Sementara Anggota Komisi VIII DPR RI Esti Wijayanti mengatakan, pihaknya mendapatkan perintah langsung dari Kepala BKKBN RI untuk mengawal kasus stunting khususnya di Gunungkidul. Politisi PDIP ini juga berkomitmen akan fokus memperhatikan masalah kesenjangan sosial tersebut.

“Ini sebagai permulaan, sudah disampaikan bapak bupati ada beberapa hal yang butuh intervensi langsung dari pusat dan propinsi,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, My Esti Wijayanti juga melakukan pembagian paket sembako sebanyak 300 paket. Diharapkan bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat kabupaten Gunungkidul utamanya yang membutuhkan menjelang perayaan Idul Fitri atau lebaran.