| [PIC1] |
Gunungkidul-Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo bersama dengan Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta serta Ketua Tim Penggerak PKK Hj. Diah Sunaryanta mengunjungi Kampung KB di dusun Ngalangombo, Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, Senin(27/06/2022).
Bukan tanpa alasan, kunjungan ini dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke – 22 Tahun 2022, dalam peringatan tersebut Kepala BKKBN melaunching Gerakan Orang Tua Asuh Peduli Stunting (Ortu Penting), pembukaan dilakukan secara simbolis dengan memukul gong oleh Kepala BKKBN Hasto Wardoyo.
Tujuan dari diluncurkannya gerakan ini adalah sebuah langka dari pemerintah untuk menekan angka stunting yang akhir-akhir ini terus naik. Selain itu dengan adanya gerakan ini bisa meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas.
Dalam menangani stunting ini BKKBN menggandeng beberapa perusahaan swasta untuk bersinergi, utamanya dalam hal pelaporan dan pengawasan mengenai ibu hamil.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo juga menuturkan bahwa stunting ini perlu mendapat perhatian serius, “Jika tumbuh kembangnya tidak berkembang dengan baik, Otaknya juga tidak berkembang,” ucap Mantan Bupati Kulonprogo tersebut.
Penanganan stunting sendiri dengan perlunya dan pentingnya diberi nutrisi salah satunya protein hewani. Karena anak stunting jika dibiarkan kelak bila sudah dewasa juga akan rentan terkena penyakit.
Pemilihan lokasi Semanu sebagai tempat kunjungan pun juga tanpa alasan, Semanu adalah salah satu daerah di Gunungkidul yang berhasil dalam menjalankan program KB sebesar 63%. Pertumbuhan penduduk di daerah Semanu pun turun menjadi -0,02% berkat berjalannya program KB dengan baik.
“Dengan sinergi dan kerjasama berbagai pihak, program KB ini tidak akan berjalan dengan baik, ” ucap Bupati Gunungkidul dalam sambutannya.
H. Sunaryanta juga menuturkan, dalam penanganan stunting ini selain memberikan nutrisi kepada anak, serta pengendalian penduduk utamanya dalam hal pernikahan dan kesiapan ibu hamil.
[PIC2]
“Kesiapan dalam berkeluarga juga penting, menyangkut umur dan kesiapan mental. Karena jika menikah dini bisa mempengaruhi kesehatan calon bayi, ” ucap Bupati.
BKKBN juga bersinergi dengan kementrian agama dengan meluncurkan ELSIMIL Elektronik Siap Nikah Siap Hamil, dalam program ini bagi calon pengantin yang akan menikah mesti diperiksa terlebih dahulu untuk cek kesehatan dan kesiapan mengandung.
Untuk pengecekan sendiri dengan mengukur lingkar lengan dengan batas minimal lingkar 23.5cm dan apabila kurang dari itu disarankan untuk menunda kehamilan terlebih dahulu.
Selain itu dalam hal umur juga minimal sesuai kematangan yakni di umur 21 tahun, serta perlunya kesiapan mental dan pemenuhan nutrisi yang berimbang.
Dalam rangkaian acara, Kepala BKKBN juga menyempatkan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar, salah satunya Hesti yang baru saja melahirkan anak pertamanya secara sesar.
Kemudian acara dilanjutkan dengan Penandatangan MOU oleh BKKBN DIY dengan BANK BRI dan YLHI disaksikan leh Bupati Gunungkidul dan Kepala BKKBN. ,/p>
Turut hadir juga Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kelurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Sujarwo, serta Forkopimda Kabupaten Gunungkidul.
Masyarakat pun sangat antusias dalam mengikuti kegiatan, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo juga bercengkrama dengan masyarakat dengan memberikan pertanyaan dan barangsiapa bisa menjawab bisa mendapatkan hadiah.

