[PIC1]
Gunungkidul – Guna menjaga ketahanan pangan dan kesinambungan budidaya bawang merah di Gunungkidul, Ibu Bupati Gunungkidul Hj. Diah Sunaryanta menghadiri kegiatan panen bawang merah di Kampung Bawang Merah, Karangrejek, Wonosari Gunungkidul,Rabu (3/8).
Bibit bawang merah sendiri adalah bantuan APBD Direktorat Jenderal Hortikultura Tahun 2022 sebanyak 10 ton yang ditanam di tanah seluas 10hektar dan dirawat oleh 3 kelompok tani yang terdiri dari Kelompok Tani Guyub Blimbing, Kelompok Tani Sumber Mulyo Blimbing, Kelompok Tani Handayani II Karangduwet.
Rismiyadi selaku Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyampaikan bahwa dengan fluktuasi harga bawang merah yang tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah peluang yang bagus karena dalam kesempatan itu petani Karangrejek berani menanam bawang merah.
“Dalam posisi harga bawang merah yang naik ini, menjadi kesempatan bagus untuk petani, ” ucapnya.
Rismiyadi juga menambahkan untuk sistem penanamannya pun tergolong unik dan efisien yakni Tumpang gilir, semula tanaman bawang merah ditanam terlebih dahulu, setelah 25 hari diberi biji cabai kemudian 30 hari diberi kacang tanah.
Seusai kegiatan panen bawang merah kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Bangsal Pasca Panen Poktan Tani Maju Karanggumuk, Kelurahan Karangrejek oleh Ibu Bupati Gunungkidul dengan secara simbolis melakukan pemotongan pita.
Untuk bangsal pasca panen sendiri digunakan untuk menampung hasil dari petani cabai di wilayah Karangrejek dan dikelola oleh Gabungan Kelompok Tani.
Lurah Karangrejek Supramonco mengatakan Karangrejek memiliki hasil pertanian dan produk UMKM yang bagus.
“Harapannya pertanian di Karangrejek kedepan bisa lebih maju dan dengan adanya pasar lelang bisa berjalan lancar dan sukses untuk penjualan hasil pertanian di Karangrejek,” ucapnya.
Tujuan dibangunnya bangsal lelang yakni menampung seluruh hasil produk pertanian, sarana untuk mendukung penjualan hasil pertanian kata Samiran selaku Ketua Gapoktan.
“Dengan adanya pasar tani di karangrejek, terjadi transaksi dan petani tidak kesulitan menjual, dapat menambah penghasilan petani, ” tambahnya
Perwakilan dari Dinas Pertanian Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Gading Adrian menyampaikan pesan dari Kepala Dinas yakni mendukung diresmikannya bangsal pasca panen dan harapannya dapat bermanfaat karena jika di pasar lelang harga yang diterima petani cukup tinggi,
“Seperti cabai merah keriting yang mencapai 55 ribu per kilo, harapannya Gunungkidul dapat seperti daerah lainnya, ” ucapnya.
Untuk Gunungkidul sendiri memiliki 2 titik lelang, yakni Karangrejek dan Playen serta mengenai harga dapat disetarakan semua mengikuti daerah lainnya seperti di Kulonprogo.
| [PIC2] |
“Harapannya petani di Gunungkidul mampu dan kompak memulai pasar lelang, tetap semangat untuk memulai pasar lelang, “
Membuka Bangsal Pasca Panen Ibu Bupati juga selaku Ketua TP PKK Gunungkidul Hj. Diah Sunaryanta mengapresiasi upaya pemerintah memberdayakan petani dengan membuka bangsal pasca panen untuk menampung hasil pertanian di wilayah Karangrejek.
“Harapannya kedepan bisa berkembang dan maju, serta dapat bersinergi dengan UMKM sekitar, ” ucapnya.
Dengan dibukanya bangsal harapannya dapat menjadi contoh serta memotivasi kelompok lainnya untuk membuka pasar lelang hasil pertanian.
Dalam pembukaan bangsal pasca panen juga digelar bazar hasil pertanian Karangrejek dengan harga yang cukup terjangkau seperti Cabe Hijau seharga Rp, 28.000 per kilo, Bawang Merah Rp, 35.000 per kilo, Timun Rp, 3.000, Terong Rp, 5.000, Kangkung Rp,1.000 per ikat, Bayam Rp,1.500 per ikat, serta Sawi Rp, 6.000 per ikat, dan juga ada produk UMKM dari PKK Karangrejek dengan olahan kripik, jamu dan susu kedelai.

