4 Titik Pembangunan Bantuan Sumor Bor di Gunungkidul dari Kajati DIY

[PIC1]

Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Sunaryanta menerima bantuan sumur bor dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantuan sumur bor ini dibangun di empat titik yang berada di empat kapanewon diantanya Semanu, Ponjong, Karangmojo dan Gedangsari

Secara simbolis penyerahan bantuan sumur ini dilaksankan di Padukuhan Ngalangombo, Dadapayu, Semanu, Gunungkidul, Kamis (28/7/222). Sumur bor merupakan hasil kerjasama Kejati DIY dengan dua perusahaam Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Ada Bank Negara Indonesia (BNI) dan Perusahaan Gas Negara (PGN) yang membantu pembuatan sumur ini. Semuanya menggunakan dana CSR,” papar Kejati DIY, Katarina Endang Sawestri dalam sambutan.

Sementara Kepala Kantor Wilayah BNI Regional Jateng-DIY, Beby Lolita Indriani mengatakan pihaknya memilih sumur sebagai target CSR karena memiliki nilai lebih. Selain dapat mencukupi kebutuhan air bersih, bantuan ini juga dapat dimanfaatkan warga dalam jangka panjang.

“Kalau CSR kita wujudkan dalam makanan misalnya ini akan habis begitu saja. Tetapi kalau sumur airnya pasti selamanya akan dapat dimanfaatkan oleh warga,” katanya.

Beby meminta masyarakat untuk swadaya menjaga sumber air tersebut. Sehingga dengan adanya sumur bor warga tidak lagi harus mengkonsumsi air hujan dan membeli dari tanki swasta.

“Sumur ini memiliki kedalaman 184 meter , airnya kita angkat menggunakan pompa, tampungan kita taruh diatas bukit dan dialirkan ke warga dengan sistem gravitasi. Air bersih akan mencukupi 2 RW,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Gunungkidul Sunaryanta memberikan apresiasi kepada Kejati DIY atas bantuan yang diberikan. Bantuan diharapkan dapat membantu warga yang masih kesulitan mendapatkan air bersih.

“Secara tidak langsung bantuan ini tentu saja akan membantu memperbaiki ekonomi masyarakat,” paparnya.

Dalam serah terima bantuan sumur bor tersebut hadir Forkompimda Gunungkidul, Panewu Kapanewon Semanu serta masyarakat Ngalangombo,