Panen Bawang Bersama Kelompok Tani Taruna, Wakil Bupati Apresiasi Generasi Petani Milineal

Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto menghadiri panen raya bawang merah bersama Kelompok Taruna Petani Millenial di Dusun Waru, Girisekar, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, Jumat(07/10).

Tidak hanya sendiri, Wakil Bupati juga didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Rismiyadi, Panewu Panggang Siti Suharyanti, Forkopimkap, lurah dan jajaran penyuluh BPP (Balai Penyuluh Pertanian) serta petani.

[PIC3]

Untuk bawang merah yang dipanen adalah varietas bawang merah umbi Thailand Nganjuk dan untuk lahan mencapai lebih dari 3000 meter persegi, seusai memanen bawang merah Wakil Bupati melanjutkan meninjau kebun cabai yang lokasinya tidak jauh dari tempat panen bawang merah.

Seusai panen raya dan meninjau kebun cabai kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah bersama para kelompok tani, Anggota Kelompok Taruna Tani Millenial Uga Hawadi dalam laporannya menyampaikan dibalik panen raya bawang merah di Waru ini juga tidak terlepas dari hambatan-hambatan yang dihadapi oleh para petani.

“Kami dalam merawat dan mengelola lahan menemui banyak hambatan-hambatan pak diantaranya kebutuhan air dan harga pupuk yang cukup mahal,” ucapnya.

Ia juga menambahkan untuk saat ini Kelompok Tani Taruna Millenial dalam mencukupi kebuhan air dengan air PDAM serta memampung air hujan dengan terpal, disisi itu juga tingginya biaya perawatan dikarenakan mahalnya harga pupuk, selain itu Kelompok Tani Taruna Millenial juga membutuhkan pendampingan, arahan dan bimbingan dalam mengolah lahan.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kelompok Tani Taruna Millenial,

“Dengan ada dan terbentuknya Kelompok tani Millenial ini terlihat dan saya ikut senang karena adanya regenerasi dari para petani, dan kita ketahui bahwa petani adalah pahlawan pangan bangsa,” kata Wakil Bupati.

Dan terkait dengan hambatan yang dihadapi para petani, Ia dan Dinas Pertanian dan Pangan akan mengupayakan memberikan bantuan utamanya dalam memberikan pendampingan dan bimbingan.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Rismiyadi mengatakan Dinas Pertanian sebagai mitra petani akan memberikan pendampingan dan Bimbingan,

“Kami (Dinas Pertanian) sebagai mitra petani, akan memberikan pendampingan bersama tim BPP Kabupaten Gunungkidul, tentu juga perlu sinergitas dari berbagai pihak agar berjalan lancar,” ucapnya.

Wahyu Nugroho, salah satu anggota Kelompok Tani Taruna Millenial pun juga meminta kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul untuk memberikan bimbingan utamanya dalam membuat pupuk organik.

“Meminta bimbingannya dalam membuat pupuk organik, cukup yang sederhana saja karena ini sangat penting pak disaat harga pupuk melambung tinggi kita bisa punya alternatif untuk menekan biaya perawatan utamanya pupuk,” ucapnya.

Wakil Bupati pun sangat senang dan apresiatif dengan masukan dan inovasi dari Wahyu, menurutnya itu adalah sebuah terobosan yang sangat bagus.[PIC2]

“Sebuah inovasi yang bagus dari mas Wahyu, ini sebenarnya juga sebuah alternatif untuk menekan biaya perawatan utamanya pupuk dan dengan pengolahan pupuk utamanya pupuk organik itu bagus untuk kesehatan tanah,” ucapnya.

Heri berharap setelah adanya pendampingan nanti, hasil panen bawang merah di Dusun Waru akan meningkat dan lebih baik serta hambatan yang ada dapat teratasi.