Tim Investigasi Inspektorat Kementerian Pertanian RI Apresiasi Pertanian Gunungkidul.

Gunungkidul – Tim Supervisi dan Pendampingan  Pelaksanaan Program dan Kegiatan Utama Kementerian Pertanian melaksanakan Audiensi yang diterima langsung Oleh Bupati Hj. Badingah, S.Sos  di Rumah Dinas, Kamis (25/06).[PIC1]

Inspektur Investigasi Drs. Sotarduga Hutabarat,M.Si, Ak, CFE,CFr,CA dari Kementerian Pertanian Inspektorat Jenderal  Inspektorat Investigasi menyampaikan  agenda utama audiensi adalah  memaparkan pelaksanaan supervisi dan pendampingan program dan kegiatan  utama Kementerian Pertanian di wilayah Kabupaten Gunungkidul, serta bagian dari melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pelaksanaan pengawasan untuk tujuan tertentu, serta upaya pencegahan korupsi.

Bupati Gununkidul Hj. Badingah,S.Sos mengucapkan terimakasih atas dilaksanakanya audiensi ini, sektor pertanian Gunungkidul menjadi bagian yang penting karena dari sektor pertanian ini juga mampu menyumbang PDRB  besar mencapai 24.48 %, sehingga tentu pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus  melakukan upaya-upaya intensifikasi pertanian. Bantuan dari Pemerintah Pusat,Ppropinsi dan Kabupaten dalam peningkatan pertanian sangat berdampak signifikan dalam mendongkrak hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat petani.[PIC3]

Kabupaten Gunungkidul Dengan petensi lahan  yang ada meliputi  sawah seluas 7.863 Ha, Tegal/kebun 64. 536 Ha, Hutan Negara 13.532 Ha dan Hutan Rakyat seluas 26.379 Ha. dengan sebagian penduduk Kabupaten Gunungkidul  hampir 70% nya adalah petani dengan kepemilikan lahan antara 2.600 s.d 6000 m2 per petani.

Kepala dinas Pertanian dan Pangan Ir. Bambang Wisnubroto memaparkan secara mendetail pembinaan peningkatan produksi dan produktifitas tanaman pangan ,hortikultura,perkebunan dan peternakan serta upaya-upaya lain peningkatan pembantuan di bidang Pertanian dan Pangan di Kabupaten Gunungkidul.

Produksi dan realisasi pertanian tahun 2020  berdasarkan hasil survey NBM Gunungkidul atau BPS Kebutuhan  konsumsi bahwa stok ketersediaan pangan tanaman pangan  berupa beras di Kabupaten Gunungkidul dari subround I,II dan III surplus  123.203 ton dengan rata rata konsumsi beras perkuartal penduduk Gunungkidul 20.751 ton.[[PIC5]

sedangkan program ataupun kegiatan yang dilakukan oleh Kabupaten gunungkidul  dalam rangka antisipasi dampak Covid-19 dn musim kering 2020/2021 pemerintah daerah melakukan kegiatan dan fasilitasi kepada gapoktan maupun kelompoktani  dengan membangun sarana infrastruktur air untuk antisipasi kekeringan dan mitigasi bencana berupa pembangunan dam parit, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan UPPO dan bantuan Alsintan pompa air.

Selain hal tersebut  sesuai keputusan bupati  tentang pangan lokal berupaya untuk mengangkat pangan lokal dan potensi lain seperti empon-empon dan biofarmaka.

Disektor peternakan khususnya produksi daging sapi  dan ayam mengalami kekeurangan sehingga menutup kekurangan tersebut dipenuhi dari import dan supali dari wilayah lain seperti Segoroyoso, Boyolali dan Pracimantoro sedangkan untuk  produksi telur  dari januari hingga bulan april  mencapai 964,91 ton  dikurangi konsumsi penduduk sebesar 2,152 kg/kapita/tahun  sejumlah 561,02 ton. sehingga masih surplus 403,89 ton.

Dengan melihat potensi pertanian serta hasil-hasilnya di kabupaten Gunungkidul Inspektur Investigasi Drs. Sotarduga Hutabarat,M.Si sangat mengapresiasi dengan capaian dibidang pertanian ini.

Hadir dalam acara tersebut Bupati gunungkidul Hj. Badingah,S.Sos didampingi  Plt Asisten II Ir. Edy Praptono, M.Si dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Ir. Bambang Wisnubroto.