Gunungkidul – Intensifikasi pertanian Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan akan ketersediaan pangan dan pengembangan pangan local terus diupayakan dengan menerapkan protocol kesehatan dan menyimpan sebagian hasil panen serta pemanfaatan pekarangan rumah para petani untuk penanaman empon-empon dan sayuran, selain itu melakukan percepatan musim tanam kedua tahun 2020 dan mengantisipasi musim kemarau untuk menanam padi di daerah yang ada sumber airnya dan palawija umur pendek di lahan tadah hujan, hal tersebut disampaikan Kepala DInas Pertanian Pangan Gunungkidul Ir. Bambang Wisnu Broto kepada Wakil Bupati Dr, Immawan Wahyudi di ruang kerjanya, Selasa (16/06).
Dr.Immawan Wahyudi,M., pertumbuhan pertanian baik lahan dengan ketersediaan air yang mencukupi maupun lahan kering tadah hujan terus menglami perkembangan yang baik di Gunungkidul, hal ini salah satu keberhasilan upaya dan strategi Dinas Pertanian secar serius. Di sektor pertanian lahan kering tadah hujan juga ada satu pengembangan untuk komoditas diluar apa yang sudah di kembangkan di Gunungkidul, untuk itu Wakil Bupati berharap para pengembang/peneliti bidang pertanian ini dapat di akomodir dalam jaringan sehingga dapat menunjang dalam pemasaran untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi.
Ir. Bambabg Wisnu Broto mengatakan dalam Upaya penguatan sektor pertanian dinas pertanian telah melakukan Pembangunan Fasilitas berupa Infrastruktur air sebagai mitigasi bencana juga terus di lakukan dengan pembangunan dam parit di 5 lokasi meliputi kecamatan gedangsari, Patuk, Ngawen dan Semin uapaya ini dilakukan untuk memanen air hujan di sungai atau parit sehingga dapat dipergunakan untuk suplai kebutuhan pengairan.[PIC3]
Realisasi produksi padi di Kabupaten Gunungkidul pada subround I masa tanam Januari sampai April 2020 untuk komoditas padi jenis sawah dan gogo luas panen 48.508 Ha dengan total produksi 251.905,69 Ton dengan profitas 51,93/Ha. Produktifitas jagung 254.471,6 Ton dan Kacang tanah 18.084,94 Ton sedangkan Kedele 617 Ton.
Dengan produktifitas padi dan konsumsi perkabupaten per Subround I dan konsumsi sebesar 79,6 Kg perkapita pertahun , maka ketersediaan beras Surplus 138.100 ton untuk satu tahun. Begitu juga jagung yang juga surplus 202.706,04 ton, begitupun untuk subround II dan III juga masih tetap mengalami surplus.
Sementara untuk ketersediaan pangan kortikultura seperti Cabai, Cabai rawit,juga mengalami surplus 11,04 dan 36,48 ton, Bawang Putih,bawang merah, Gula Pasir masih membutuhkan suplai dari luar daerah. Untuk Komoditas ternak daging sapid dan ayam masih membutuhkan suplai dari luar daerah namun untuk telur hingga bulan april mengalami surplus 403,89 ton dengan konsumsi penduduk sebesar 2,152 kg/ kapita/tahun.
Dinas pertanian juga melakukan upaya pengembangan pangan local dengan budidaya jali dan gude serta biofarmaka sambiloto, pengolahan mokaf. semua sektor pengembangan pertanian dan pangan tentu dapat di akomodir oleh Dinas Pertanian Gunungkidul.

