Gunungkidul Bidik Akselerasi Ekonomi melalui Sinergi Investasi dan Strategi Media Nasional

GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul tengah memperkuat posisinya sebagai daerah ramah investasi (pro-investment) dengan mengedepankan kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan potensi pariwisata dan budaya. Dalam pertemuan strategis bersama perwakilan Tempo Media Grup, Selasa, (7/7/2026) jajaran pemerintah daerah memaparkan capaian ekonomi positif serta rencana besar untuk “merias” potensi daerah agar lebih dikenal di kancah nasional maupun internasional.

Kabupaten Gunungkidul mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif sebesar 5,47% dengan tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 77%. Sekretaris Daerah (Sekda) Gunungkidul, Sri Suhartanta menyampaikan bahwa visi pembangunan daerah diarahkan pada perwujudan masyarakat yang adil, makmur, lestari, dan berkeadaban melalui tujuh program prioritas, termasuk “Bocah Pinter”, “Warga Sehat”, dan “Tani Makmur”.

“Sektor pertanian masih menjadi kontributor tertinggi pertumbuhan ekonomi sebesar 35,32%, disusul oleh sektor informasi dan komunikasi, industri pengolahan, serta konstruksi.” papar Sekda. Meskipun Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Gunungkidul saat ini berada di angka 72—terendah di DIY namun tergolong tinggi secara nasional—pemerintah menargetkan peningkatan hingga 75,94 pada akhir 2029.

Gunungkidul telah berhasil melakukan transformasi ekonomi, beralih dari wilayah pertambangan batu menjadi destinasi pariwisata berbasis alam dan budaya. Dengan status UNESCO Global Geopark Gunung Sewu, daerah ini memiliki 103 titik wisata, termasuk Gunung Api Purba Nglanggeran yang telah menjadi desa wisata internasional, serta Kalisuci dan Goa Jomblang.

“Untuk mendukung sektor ini, pemerintah mulai menerapkan kebijakan transaksi non-tunai di objek wisata guna meningkatkan transparansi dan pendapatan daerah.” ungkap Sri Suhartanta, dimana target retribusi pariwisata pada tahun 2026 dipatok sebesar Rp36 miliar.

“Pariwisata ini betul-betul menjadi ‘telur emas’ bagi masyarakat, baik yang berbasis investasi swasta maupun berbasis masyarakat,” ujar Sekda Gunungkidul.

Guna mendukung iklim investasi, sejumlah proyek strategis nasional dan daerah tengah berjalan, termasuk penyelesaian Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) atau Kelok 18 yang akan menghubungkan Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) hingga ke wilayah timur. Selain itu, terdapat potensi pengembangan Bandara Gading untuk mendukung aksesibilitas udara.

Namun, tantangan besar masih dihadapi dalam pengelolaan sumber daya air. Gunungkidul memiliki sungai bawah tanah dengan debit air mencapai 10,18 juta liter, tetapi eksploitasinya membutuhkan biaya listrik yang sangat besar (mencapai Rp2,5 miliar per bulan) untuk menaikkan air ke reservoir. Sebagai solusinya, Bupati mendorong kebijakan transisi ke energi baru terbarukan, seperti energi angin, surya, dan gelombang, termasuk wacana desalinasi air laut untuk mendukung investasi perhotelan di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, Tempo Media Grup menawarkan kolaborasi bertajuk “Menyusuri Potensi Gunung Kidul yang Terus Bertumbuh”. Program ini mencakup tiga pilar utama:

  1. Forum Investasi, Mempertemukan pemerintah daerah dengan investor nasional dan pelaku usaha untuk mendiskusikan peluang serta kemudahan investasi di Gunungkidul.
  2. Program Dokumenter “Jelajah Negeri” Produksi konten video berkualitas untuk meningkatkan eksposur keindahan dan potensi daerah kepada audiens muda dan nasional.
  3. Apresiasi Kepala Daerah Perempuan Memberikan panggung bagi kepemimpinan perempuan di daerah sebagai bagian dari strategi komunikasi publik yang lebih humanis.

Sajalih Kaisan, selaku Kepala Unit Iklan Pemerintah Daerah di PT Tempo Inti Media Tbk mengibaratkan Gunungkidul sebagai “gadis desa” yang memiliki kecantikan alami namun memerlukan polesan komunikasi dan promosi yang tepat agar daya tariknya semakin kuat bagi investor luar.

Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) serta Dinas Pariwisata menyambut baik tawaran kolaborasi ini. Fokus ke depan adalah menyelaraskan algoritma publikasi media dengan program-program pembangunan daerah agar dampaknya terasa maksimal. Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki layanan publik melalui program “Pamong Melayani” guna memberikan kepastian bagi setiap investasi yang masuk.

Dengan sinergi antara kekuatan modal sosial masyarakat yang tinggi dan strategi promosi yang profesional, Gunungkidul optimistis dapat memperpanjang durasi kunjungan wisatawan (length of stay) dan meningkatkan belanja wisatawan, sehingga perputaran ekonomi tetap berada di daerah.

Leave Your Comment

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.