Gunungkidul. – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar ajang tahunan bergengsi Geopark Night Specta (GNS) ke-8 yang disinergikan dengan Festival Cokelat ke-4. Acara yang dipusatkan di kawasan Wisata Embung Nglanggeran ini resmi dibuka pada Jumat, 10 Juli 2026, sebagai upaya nyata mengintegrasikan sektor pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningish, dalam sambutannya menekankan bahwa perhelatan GNS tahun ini patut dibanggakan karena kembali masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara. Ia menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, melainkan wujud hilirisasi perkebunan di mana petani menjadi ujung tombak ekonomi masyarakat.

“Kita ingin menunjukkan bahwa petani adalah ujung tombak hilirisasi perkebunan kita dalam semangat membangun kemandirian ekonomi,” ujar Bupati Endah sembari mengutip filosofi gotong royong dari Deklarasi Ekonomi Bung Karno tahun 1963.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, yang hadir mewakili Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, membacakan sambutan yang menekankan pentingnya pengelolaan warisan alam Gunung Sewu UNESCO Global Geopark. Gubernur mengingatkan bahwa nilai warisan alam terletak pada kemampuan mengelolanya menjadi sumber kesejahteraan yang berkelanjutan dengan dasar filosofi Hamemayu Hayuning Bawono.
Selain itu, Gubernur memberikan apresiasi atas capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Gunungkidul yang telah melampaui target, menandakan pertumbuhan ekonomi yang pesat di wilayah tersebut.
Peluncuran “Kopi Darling” dan Penghargaan Petani
Salah satu inovasi yang diluncurkan dalam acara ini adalah “Kopi Darling” (Kopi Roda Dua Keliling). Sebanyak 20 unit armada disiapkan oleh Dinas Pertanian DIY untuk menggiatkan pemasaran kopi lokal di wilayah DIY, termasuk di Gunungkidul. Secara simbolis, kunci unit Kopi Darling diserahkan kepada perwakilan kelompok tani dari Gunungkidul, Kulon Progo, dan Sleman.

Acara juga dimeriahkan dengan penyerahan hadiah Piala Gubernur untuk dua kategori lomba bergengsi yang mana Lomba Kebun Kakao Juara I diraih oleh Kelompok Tani Sidodadi (Putat, Patuk, Gunungkidul).
Dan Lomba Uji Mutu dan Cita Rasa Biji Kakao Fermentasi dimana Juara I diraih oleh Kelompok Tani Ngudi Raharjo 2 (Bunder, Patuk, Gunungkidul).
Pembukaan resmi ditandai dengan pemukulan Gong Beri oleh Sekda DIY didampingi oleh Bupati Gunungkidul, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, serta Kepala Disparekraf Gunungkidul. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat posisi Gunungkidul sebagai destinasi unggulan sekaligus menumbuhkan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat setempat.