Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, secara resmi membuka dan mencanangkan kegiatan Gotong Royong Kapanewon Playen Tahun Anggaran 2026. Acara yang dipusatkan di Balai Kalurahan Banaran pada Selasa (14/7/2026) ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, anggota DPRD Kabupaten Gunungkidul, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam laporannya, Panewu Playen, Irmawati Rahayu, menyampaikan bahwa kegiatan gotong royong tahun ini bersumber dari DPA Kapanewon dengan total pagu anggaran material sebesar Rp455 Juta melalui metode pengadaan e-purchasing.
“Program ini mencakup 13 titik pembangunan yang tersebar di berbagai kalurahan di wilayah Kapanewon Playen, dengan fokus utama pada jalur evakuasi bencana dan antisipasi kerawanan alam.” papar Irma.
Ia juga menyebutkan, beberapa proyek strategis di antaranya yaknk di Banaran 3 terdapat Pembangunan jalan beton full block sepanjang 112 meter sebagai jalur evakuasi, kemudian di Kedung Wanglu dilakukan Pemasangan bronjong kawat galvanis setinggi 8,5 meter untuk antisipasi tebing longsor.
“Dan di Wiyoko Tengah dilaksanakan pembangunan talud sepanjang 125 meter untuk antisipasi longsor jalan, lalu untuk titik lainnya Mencakup pembangunan drainase, jalan beton, dan decker plat di Kalurahan Ngleri, Getas, Playen, Logandeng, Bandung, Gading, Bleberan, Dengok, Ngawu, dan Pleret.” ujar Panewu Playen.
Apresiasi dan Swadaya Masyarakat Banaran
Lurah Banaran, Suminto, dalam sambutannya menyatakan rasa terima kasih atas terpilihnya Kalurahan Banaran sebagai pusat pencanangan. Ia melaporkan bahwa warga Banaran 3 menunjukkan antusiasme tinggi dengan memulai pengerjaan jalan sejak Sabtu lalu.

Meski dalam rencana awal (RAB) pembangunan jalan hanya sepanjang 112 meter, pemerintah kalurahan melalui dukungan PAD dan APBKAL menargetkan penyelesaian hingga 312 meter. “Kami memberikan dukungan penuh karena rasa hormat kami kepada Bupati dan semangat luar biasa dari warga masyarakat yang secara swadaya menyiapkan konsumsi dan tenaga,” ujar Suminto.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih dalam arahannya menekankan bahwa gotong royong bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan wujud nyata sinergi antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat. Bupati menyebut nilai ini sebagai warisan luhur Pancasila yang menjadi pembeda bangsa Indonesia di mata dunia.
“Keterbatasan fiskal jangan membuat kita berpangku tangan. Kita harus memiliki spirit untuk menggali sumber daya alam dan pendapatan asli daerah melalui kegotongroyongan,” tegas Bupati. Ia juga memastikan bahwa penentuan titik pembangunan didasarkan pada skala prioritas kebutuhan masyarakat, bukan atas dasar kepentingan politik tertentu.
Acara ditutup dengan pernyataan resmi dimulainya kegiatan gotong royong oleh Bupati, yang kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan infrastruktur di lapangan. Hadir pula dalam kesempatan tersebut mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada yang diharapkan dapat mengambil pelajaran dari semangat kebersamaan warga Gunungkidul.