Yogyakarta – Harian Jogja kembali menyelenggarakan ajang apresiasi bergengsi Jogja Brand and Business Award (JBBA) 2026. Perhelatan tahun ini menjadi momentum penting bagi transformasi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menekankan bahwa keberhasilan sebuah institusi, brand, maupun tokoh kini tidak lagi hanya diukur dari skala pertumbuhan ekonomi semata, melainkan dari kemampuan menjaga nilai budaya dan menciptakan ketahanan ekonomi yang berkelanjutan.

Presiden Direktur Harian Jogja, Arif Budisusilo, dalam sambutannya menekankan bahwa JBBA 2026 bukan sekadar seremoni, melainkan instrumen apresiasi yang objektif dan kredibel. Dengan mengusung tema “Smartly Culture and Sustainably Brand”, Harian Jogja berupaya membumikan falsafah luhur Hamemayu Hayuning Bawono ke dalam strategi bisnis dan kebijakan publik.
“Kesuksesan sejati adalah ketika laba bersih berjalan beriringan dengan komitmen menjaga etika, melestarikan lingkungan, mendemokratisasi ruang digital, serta mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat,” ujar Arif Budisusilo. Ia juga menjamin bahwa seluruh penilaian dilakukan secara ketat melalui riset berbasis data dan verifikasi faktual oleh jaringan jurnalis serta panelis berpengalaman.
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X, dalam keynote speech-nya memberikan perspektif mendalam mengenai filosofi niaga Jawa, yaitu “tuno sathak bathi sanak” (rugi sedikit materi, untung mendapat saudara). Sri Sultan menekankan pentingnya mengejar heart share alih-alih sekadar market share, di mana hubungan interpersonal ditempatkan di atas transaksi finansial.
Di era digital, Sri Sultan mendorong agar teknologi keuangan dan platform digital seperti Sibakul tetap berpijak pada prinsip kesejahteraan bersama. Gubernur memperkenalkan paradigma baru, local values for money, di mana pertumbuhan UMKM harus terhubung langsung dengan belanja publik untuk mendistribusikan kesejahteraan hingga ke pelosok desa.
“Bangunlah bisnis dengan hati sebagaimana nenek moyang membangun pasarnya,” pesan Sri Sultan kepada para pemimpin korporasi yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih juga turut dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Akselerator Pariwisata Budaya dan Alam. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Pemimpin Redaksi Harian Jogja, Anton Wahyu Prihartono.
Dalam pidatonya, Bupati Endah Subekti mempersembahkan penghargaan tersebut bagi seluruh warga Gunungkidul yang terus menjaga semangat gotong royong dan kelestarian alam di tengah keterbatasan, “Pemerintah daerah akan terus berkomitmen untuk terus membangun daerah yang adil, makmur, dan berkeadaban.” pesan Bupati Endah.
Berlangsung di Kasultanan Ballroom, Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Rabu, (15/7/2026) acara yang dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah termasuk Walikota Yogyakarta, Bupati Gunungkidul, Bupati Klaten, serta tokoh-tokoh penting DIY ini, diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh institusi untuk terus menjalankan kebijakan yang selaras dengan nilai-nilai budaya dan kelestarian bumi demi generasi mendatang.