Gunungkidul Tak Cukup Maju Secara Ekonomi, Joko Parwoto: Lingkungan Harus Tetap Lestari

Gunungkidul – Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto memberikan pembinaan kepada aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gunungkidul di Ruang Rapat Bintaos DLH, Rabu (29/7/2026). Dalam arahannya, Joko menegaskan bahwa DLH merupakan salah satu organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi wajah Kabupaten Gunungkidul dalam menjaga kualitas lingkungan hidup.

Menurut Joko, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas lingkungan yang diwariskan kepada generasi mendatang.

“Dinas Lingkungan Hidup merupakan wajah Kabupaten Gunungkidul dalam menjaga kualitas lingkungan hidup. Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas lingkungan yang kita wariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Joko.

Ia menekankan bahwa persoalan lingkungan bukan semata-mata menjadi tanggung jawab DLH, melainkan menjadi urusan seluruh perangkat daerah. Sejumlah tantangan yang dihadapi Gunungkidul ke depan antara lain pertumbuhan jumlah penduduk, peningkatan volume sampah, alih fungsi lahan, ancaman perubahan iklim, ketersediaan air bersih, pengelolaan kawasan wisata, kerusakan kawasan karst, hingga pengelolaan limbah.

Dalam kesempatan itu, Joko meminta DLH terus memperkuat upaya menjaga kualitas udara dan air, mengelola sampah, melakukan penghijauan, meningkatkan pengawasan lingkungan, memberikan edukasi kepada masyarakat, serta memperbaiki pelayanan perizinan lingkungan.

“DLH adalah salah satu OPD yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

ASN Dituntut Adaptif dan Responsif

Joko juga menegaskan bahwa ASN saat ini tidak cukup hanya bekerja secara rutin. Menurut dia, ASN harus mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat.

“ASN bukan sekadar hadir di kantor, tetapi menghadirkan solusi. ASN harus melayani, adaptif, cepat, kolaboratif, responsif, dan inovatif,” tegasnya.

Ia menambahkan, integritas merupakan hal yang tidak bisa ditawar. ASN diminta bekerja secara jujur, disiplin, dan bertanggung jawab, tidak menyalahgunakan jabatan, tidak menerima gratifikasi, serta bekerja sesuai aturan.

“Integritas tidak terlihat saat keadaan mudah, tetapi terlihat ketika seseorang memiliki kesempatan untuk menyimpang namun tetap memilih jalan yang benar,” ujarnya.

Disiplin dan Pelayanan Publik

Dalam pembinaan tersebut, Joko mengingatkan pentingnya disiplin ASN yang dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berpakaian rapi, datang tepat waktu, menjaga etika, tertib administrasi, dan menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu yang ditetapkan.

Ia menekankan bahwa masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, ramah, transparan, jelas, dan tidak berbelit-belit.

“Setiap pegawai adalah representasi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul. Disiplin kecil akan melahirkan kinerja besar,” kata Joko.

Dorong Inovasi dan Kolaborasi

Joko juga mendorong DLH memperkuat kolaborasi dengan kalurahan, kapanewon, sekolah, perguruan tinggi, komunitas, dunia usaha, media, dan organisasi masyarakat.

Beberapa inovasi yang didorong antara lain digitalisasi pelayanan, pengembangan bank sampah digital, kampung bebas sampah, sekolah peduli lingkungan, pengelolaan tempat pembuangan sementara (TPS) modern, pemanfaatan sampah menjadi energi, serta pengembangan ekonomi sirkular.

“Inovasi tidak selalu mahal, inovasi adalah cara berpikir yang lebih baik,” ujarnya.

Menuju Gunungkidul Hijau dan Berkelanjutan

Menutup arahannya, Joko menegaskan bahwa Gunungkidul yang maju tidak hanya dibangun dengan jalan yang baik, gedung yang megah, atau pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Menurut dia, kemajuan sejati ditandai oleh lingkungan yang bersih, alam yang lestari, pelayanan yang berkualitas, dan ASN yang berintegritas.

Ia mengajak seluruh jajaran DLH menjadikan instansinya sebagai motor penggerak perubahan menuju Gunungkidul yang hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan.

“Mari kita jadikan Dinas Lingkungan Hidup sebagai motor penggerak perubahan menuju Gunungkidul yang hijau, sehat, nyaman, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Leave Your Comment

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.