Gunungkidul Perkuat Layanan Haji 2027, Joko Parwoto: Jemaah Adalah Duta Daerah di Tanah Suci

Gunungkidul – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menegaskan komitmen penuh dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Persiapan Ibadah Haji 2027 di Aula Gedung BMT Dana Insani, Kelurahan Kepek, Kapanewon Wonosari, Senin (3/8/2026).

Kegiatan yang diikuti calon jemaah haji asal Gunungkidul itu menjadi bagian dari tahapan awal pembekalan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Pemerintah daerah bersama Kementerian Agama menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh, tidak hanya dari sisi kesehatan dan administrasi, tetapi juga mental dan spiritual.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gunungkidul, Haji Taufik Ahmad Sholeh, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari tahapan operasional penyelenggaraan haji 2027. Dalam forum tersebut, disampaikan estimasi kuota keberangkatan yang meliputi jemaah utama, jemaah lanjut usia, dan jemaah cadangan.

“Pertemuan ini bertujuan memberikan pembekalan informasi yang krusial agar calon jemaah dapat mempersiapkan diri secara matang. Fokusnya bukan hanya kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual,” ujarnya.

Menurut Taufik, Kementerian Agama berupaya memberikan pelayanan maksimal demi kelancaran ibadah jemaah selama berada di Tanah Suci. Seluruh peserta diharapkan memahami dan menerapkan panduan yang disampaikan para narasumber sebagai bentuk kesiapan dini.

Selain aspek kesehatan, calon jemaah juga mendapat penjelasan mengenai pemenuhan persyaratan administrasi, termasuk pengurusan paspor yang direncanakan dapat difasilitasi langsung di wilayah Gunungkidul. Para jemaah turut diarahkan mengenai mekanisme pelunasan biaya haji melalui bank syariah yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Dalam arahannya, Joko Parwoto mengingatkan bahwa kesempatan menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT.

“Tidak semua orang memperoleh panggilan ini. Banyak yang memiliki kemampuan, tetapi belum mendapatkan kesempatan. Karena itu, keberangkatan haji bukan semata-mata karena kemampuan manusia, melainkan karena kehendak dan panggilan Allah SWT,” katanya.

Ia mengajak seluruh calon jemaah untuk mensyukuri kesempatan tersebut dengan mempersiapkan diri sebaik-baiknya, baik secara spiritual, fisik, mental, maupun administratif.

Joko juga menegaskan bahwa pelayanan jemaah haji bukan hanya tanggung jawab Kementerian Agama, melainkan tanggung jawab bersama seluruh unsur pemerintah dan pemangku kepentingan. Karena itu, ia mengapresiasi sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul, Dinas Kesehatan, Imigrasi, perbankan syariah, petugas haji, dan berbagai pihak yang terlibat dalam persiapan layanan bagi jemaah.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati menitipkan tiga pesan utama kepada calon jemaah.

Pertama, menjaga kesehatan dengan membiasakan pola hidup sehat, berolahraga ringan, menjaga pola makan, memperbanyak berjalan kaki, dan mematuhi arahan tenaga kesehatan.

Kedua, meluruskan niat agar perjalanan haji dijalankan semata-mata sebagai ibadah kepada Allah SWT dengan memperbanyak kesabaran, keikhlasan, dan sikap saling membantu antarsesama jemaah.

Ketiga, menjadi duta Kabupaten Gunungkidul di Tanah Suci dengan menunjukkan akhlak yang baik, sikap santun, disiplin, menjaga kebersihan, menghormati sesama, serta menjaga nama baik Indonesia dan Gunungkidul.

Joko juga menyampaikan harapan khusus kepada para jemaah agar turut mendoakan Kabupaten Gunungkidul di tempat-tempat mustajab seperti Ka’bah, Padang Arafah, Multazam, dan Raudhah.

“Doakan agar Gunungkidul diberikan keberkahan, dijauhkan dari musibah, dipimpin oleh pemimpin yang amanah, masyarakatnya rukun, perekonomiannya maju, petaninya sejahtera, serta anak-anaknya sehat dan cerdas,” tuturnya.

Menutup arahannya, Joko Parwoto menyampaikan doa dan harapan agar seluruh calon jemaah diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah, serta kembali ke tanah air sebagai haji dan hajjah yang mabrur.

“Berangkatlah sebagai tamu Allah, pulanglah sebagai teladan umat. Jadikan kemabruran haji bukan hanya dikenang saat kembali, tetapi diwujudkan sepanjang hayat melalui akhlak, kejujuran, kepedulian kepada sesama, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Leave Your Comment

Time limit exceeded. Please complete the captcha once again.