Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menghadiri acara tebar benih sekaligus panen lele di kolam budidaya Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Sabtu, (8/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 yang bertujuan memperkuat sektor perikanan budidaya dan kemandirian pangan berbasis potensi lokal.

Ketua KDMP Karangrejek, Sujarwanto melaporkan bahwa pada siklus pertama yang dimulai Januari 2026, mereka menebar 60.000 benih bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hasil panen perdana pada April 2026 mencapai 4.871,2 kilogram dengan total pendapatan penjualan mencapi 83 juta rupiah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunungkidul, M. Johan Wijayanto, mengungkapkan bahwa capaian produksi di Karangrejek ini merupakan yang tertinggi di Indonesia untuk program bantuan serupa tahun 2025, melampaui hasil di daerah lain seperti Gresik yang hanya mencapai sekitar 3,3 ton.
Meskipun mencatatkan hasil produksi yang besar, Bupati Endah memberikan catatan kritis terkait manajemen keuangan dan keberlanjutan bisnis koperasi. Bupati menyoroti adanya beban utang persiapan lahan sebesar Rp40 juta yang harus dicicil dari pendapatan panen.

“Jangan sampai unit usaha ini tidak membawa keberuntungan, menjadi beban, kemudian meninggalkan aset yang mangkrak,” tegas Bupati. Bupati menyarankan agar KDMP mulai memikirkan efisiensi biaya, seperti Pembuatan pakan mandiri dengan memanfaatkan limbah ikan dari pelabuhan (seperti Sadeng atau Gesing) untuk menekan biaya pakan yang tinggi.
“Mungkin juga bisa Integrasi Pertanian yang memanfaatkan air kolam lele sebagai pupuk organik untuk tanaman hortikultura guna memberikan nilai tambah ekonomi.” arahan Bupati.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui DKP berencana memperluas program ini pada tahun 2026 dengan mengajukan 23 titik budidaya tematik menggunakan sistem “miniras”. Sistem ini diklaim hemat air dan mampu memproduksi hingga 10 ton lele per siklus. Setiap paket bantuan diperkirakan bernilai Rp1,2 miliar, yang mencakup pembangunan 20 kolam permanen serta sarana pendukungnya. Selain itu, terdapat program Mina Padi seluas 10 hektar yang akan dilaksanakan di Semugih pada triwulan keempat 2026.
Dalam acara tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan alat pengolah hasil perikanan berupa chest freezer secara simbolis kepada empat Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar), yaitu:
- Poklasar Gesing Asri (Panggang)
- Poklasar Mina Boga (Baron)
- Poklasar Mina Lestari (Drini)
- Poklasar Mina Lestari (Sepanjang)
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah desa dan kelompok pembudidaya untuk mempersiapkan manajemen yang lebih profesional guna memastikan bantuan pemerintah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.