“Atur Iklan Rokok Sesuai Dengan Regulasi !”

Gunungkidul – Pernyataan ini disampaikan oleh Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, pada saat memberikan sambutan di depan ratusan pelajar dan tamu undangan pada acara Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tahun 2017, yang digelar di Bangsal Sewokoprojo, Selasa, (23/5).

Dikemukakan pula oleh Bupati Gunungkidul terkait dengan pelaksanaan kawasan tanpa rokok, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sudah memiliki Perda dan Perbup yang mengatur Kawasan Tanpa Rokok, yaitu Perda Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok serta Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2015 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Perda KTR di Kabupaten Gunungkidul.

Hj. Badingah juga menyoroti masih banyaknya tempat-tempat publik yang masih bebas dipergunakan untuk merokok salah satu contoh di meja Rumah Makan masih disediakan asbak bukan di ruang yang khusus untuk merokok.

Selain itu terkait kegiatan pagelaran musik yang di Gunungkidul kebanyakan masih disponsori oleh perusahaan rokok. Diakui Bupati remaja dan generasi muda Gunungkidul membutuhkan hiburan namun biaya untuk mendatangkan musisi atau group musik dari kota memerlukan biaya yang besar.

“Gelar musik di Gunungkidul banyak yang berasal dari iklan rokok dan ketika masuk ada kontibusi rokok, Maka mari kita cari solusi sponsor yang lain bukan dari rokok.”ajaknya.

Mengenai kegiatan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini Bupati Gunungkidul mendukung, sekaligus sebagai upaya mensosialisasikan bahaya merokok demi terciptanya lingkungan bersih dan sehat bagi masyarakat dan generasi muda.

[PIC1]

Sementara itu Plt. Kadinkes Gunungkidul, Sudjoko, S.Sos, M.Si dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia ini sebenarnya jatuh pada Tanggal 31 Mei 2017 yang akan datang namun karena bertepatan dengan bulan puasa maka diajukan pada hari ini (Selasa 23/5.pen), sedangkan tema Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2017, adalah; “Gunungkidul Bebas Asap Rokok, Menuju Masyarakat Sehat, Bugar dan Produktif.”

Ditambahkannya kegiatan Kampanye Hari Tanpa Tembakau Sedunia Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2017 yang dilaksanakan dalam bentuk seminar dengan tema : “Pengendalian Konsumsi Rokok Melalui Terapi Berhenti Merokok.”, dengan narasumber : dr. Orizaly Hilman, M.Sc, CMFM.PHd. praktisi konseling berhenti merokok dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), dan Simon, praktisi SEFT (terapi berhenti merokok).

Adapun peserta seminar sejumlah 325 orang yang berasal dari kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan organisasi keagamaan, Tenaga Kesehatan Puskesmas dan dari unsur SMU/SMK se-Gunungkidul.(tim_ikp*)

[PIC2]   [PIC3]   [PIC4]