Gunungkidul-Pasar hewan terbesar di Gunungkidul yang terletak di Siyonoharjo Playen, mulai menunjukan geliat aktifitasnya pasca kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul sejak pertengahan tahun 2019 hingga awal tahun 2020. dimana sektor peternakan terdampak secara signifikan, baik dari transaksi jual beli ternak, distribusi ternak hingga kuliner.[PIC3]
Setelah perayaan hari raya idul Fitri 1441 H. Geliat transaksi jual beli sudah muai normal di awali dengan mulai normalnya jual beli kambing. Namun di hari Selasa, 2 Juni 2020, aktifitas jual beli ternak sudah mulai ramai baik kambing maupun sapi sama seperti pada aktifitas sebelumnya.
Pemerintah daerah dalam upaya mengantisipasi antraks kembali terjadi telah pembangunan ‘dipping’ (kolam) atau tempat sterilisasi hewan di 2 lokasi Pasar Hewan Siyonoharjo, Playen dan pasar hewan Munggi Semanu, meskipun sampai saat masih dalam tarap penyelesaian.[PIC4]
Dipasar siyonoharjo setiap hari pasaran Wage akan di padati pedagang ternak tidak hanya dari Gunungkidul sendiri namun juga dari wilayah Wonogiri. Salah satu pedagang Danis yang membawa ternak sapi jenis Limosin dan simental, telah berhasil menjual 5 ternaknya di kisaran harga 15 juta rupiah. Di singgung mengenai stabilitas harga, masih normal seperti biasa dan dimasa pandemi wabah corona juga tidak berdampak pada aktifitas pasar, dengan tetap ramainya pasar yang dipadati namun para pedagang juga memiliki kesadaran tinggi dengan tetap mengenakan masker.
Sementara pengelola pasar dari dinas terkait juga terus melakukan himbauan melalui pengeras suara tentang pencegahan meluasnya virus Corona dan mewaspadai peredaran uang palsu.

