Atasi Kemiskinan, Kemensos Gelontorkan Rp 118 M

Acara Gebyar Temu Penguatan Anak dan Keluarga (Tapak) yang dilaksanakan di Bangsal Sewoko Projo, Kamis (14/04/2016) pagi, dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa. Selain itu untuk mengatasi permasalahan sosial seperti penyandang disabilitas, lansia tak mampu, maupun warga miskin, Kementrian Sosial menyalurkan dana hingga Rp 118 M.

Penyerahan Bantuan Sosial tersebut yaitu, Program Keluarga Harapan (PKH) sejumlah Rp 10.856.160.000, Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA) Rp. 1.193.500.000, Bantuan Disabilitas Rp.1.098.000.000, Bantuan Lanjut Usia Rp 576.000.000, Beras Sejahtera Rp. 104.933.771.100, serta bantuan Hibah Dalam Negeri Rp 180.000.000.

Mensos berharap agar bantuan dari pemerintah digunakan sebaik-baiknya untuk perbaikan gizi anak, keperluan ibu hamil, dan keperluan sekolah anak. “Setelah sampai rumah kalau ditanya suami tentang uang bantuan, apabila diminta untuk membelikan rokok jangan mau agar bantuan uang itu benar-benar berguna dan bermanfaat,” pesan Kofifah.

[PIC1]Rombongan tiba dilokasi pukul 11:20 WIB, disambut oleh Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos dengan kalung bunga. Badingah mengucapkan terimakasih atas kehadiran Mensos RI yang meninjau langsung kondisi dan dinamika masyarakat Gunungkidul. Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos menuturkan, Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah terluas di DIY. Angka kemiskinan masih paling tinggi, termasuk berbagai permasalahan sosial seperti kematian ibu dan anak, pendidikan, rumah tidak layak huni hingga penyandang disablitas.

“Program kementrian sosial yang memberikan bantuan diharapkan mampu mendorong peningkatakan kesejahteraan masyarakat,” katanya.(kabarhandayani/tribunjogja/nana)