Gunungkidul – Baznas Gunungkidul Jumat (19/05) ditunjuk sebagai pengisi acara Plengkung Gading, yang merupakan salah satu program acara unggulan di TVRI Yogyakarta. Disampaikan pemandu acara, Prof. Haryono Suyono dan Afi, bahwa Plengkung Gading merupakan acara talk show terbaik dalam penghargaan yang diberikan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) beberapa waktu lalu. Plengkung Gading merupakan konten acara yang mendapatkan dukungan dari berbagai lembaga pemerintahan, termasuk hampir semua perguruan tinggi yang ada, khususnya di wilayah DIY.
[PIC1]
Ketua Baznas pusat Prof. Bambang Sudibyo, menyampaikan bahwa setiap bulan suci Ramadhan biasanya zakat melonjak, dan diharapkan agar lebih terkontrol. ” Kepada masyarakat, bahwa disamping kita menenuaikan zakat fitrah, sudah saatnya menunaikan zakat maal. Kebetulan bulan ini adalah bertepatan dengan hari Kebangkitan Nasional dan bagi umat muslim adalah hari kebangkitan zakat,” tutur Bambang Sudibyo.
[PIC2]
Turut hadir dalam acara Plengkung Gading antara lain Wakil Bupati Gunungkidul Dr. Immawan Wahyudi, M.H., beserta jajaran, Ketua Baznas DIY., Ketua Baznas Gunungkidul Tsamin Fauzi, beserta jajaran, Rektor Universitas Sarjanawiyata Taman Siswa, dalam hal ini diwakili Wakil Rektor Imam Ghazali beserta jajaran, tamu undangan dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ), serta penerima bantuan dari Baznas.
Rektor UST menyampaikan bahwasanya Universitas Sarjana Wiyata adalah salah satu perguruan tinggi yang baru saja membentuk UPZ, dengan tujuan untuk kemaslahatan umat, salah satunya untuk membantu warga masyarakat, mahasiswa khususnya yang kurang mampu dapat dibantu pembiayaan studynya. “Alhamdulillah UST sudah mempumyai masjid yang cukup megah, dan mampu mengelola dan meningkatkan manfaat dari terbentuknya UPZ,” terangnya.
Sementara itu Wakil Bupati Immawan Wahyudi menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Gunungkidul sangat mendukung adanya acara Plengkung Gading ini. “Saya sangat bergembira berkaitan dengan zakat ini, karena zakat bukan hanya kepentingan duniawiyah saja tetapi juga ukrowiyah”, jelasnya. Zakat adalah salah satu cara dalam penaggulangan kemiskinan, diharapkan bantuan diarahkan supaya tepat sasaran pada usaha yang efektif dan produktif. Dicontohkan pula dari penerima bantuan dari Baznas pada tahun 2014, dibantu 5 ekor kambing saat ini sudah menjadi 33 ekor kambing. Immawan juga menyampaikan bahwa dengan terbentuknya UPZ, sangatlah mendukung dan sangat optimis dalam pengentasan kemiskinan, khususnya di wilayah Kabupaten Gunungkidul, dan nilai-nilai untuk peduli terhadap sesama semakin tinggi.
[PIC3]
Diilaporkan pengurus Baznas Gunungkidul bahwa bantuan juga diwujudkan dalam bentuk bedah rumah, dalam satu bulan 6-7 unit rumah dengan subsidi dari Baznaz 10-15 jt, selain itu juga adanya ambulan yang difasilitasi Baznas.
Hadir pula beberapa kelompok binaan Baznas berbasis majelis taklim, diantaranya pengajian dan unit usaha lainya yg saat ini sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dengan adanya bantuan dan pendampingan Baznas tentunya menambah gairah masyarakat utk berzakat.
Acara dimeriahkan band UST, dan dilanjutkan penyerahan SK UPZ dari Ketua Baznas Pusat Prof. Bambang Sudibyo kepada UPZ yg baru saja dibentuk. (tim_ikp)

