Gunungkidul – Guyub-rukun, gotong-royong di Kabupaten Gunungkidul bukan hanya isapan jempol semata, hal ini terlihat pada acara Bersih Desa Tri Padukuhan yaitu; Padukuhan Nitikan Barat, Nitikan Timur dan Sambirejo Kecamatan Semanu.
[PIC2]
Rangkaian kegiatan Bersih Desa (Rasulan) sudah gelar sejak siang hari, dan diakhiri dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk dibawakan dua dalang. Pagelaran wayang kulit diawali oleh Ki Dalang Subani, S.H., M.H., kemudian dilanjutkan Ki Dalang Marno Purbocarito.
[PIC1]
Puncak acara rasulan, Senin, (08/07) malam dihadiri Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos., didampingi, Kepala Dinas Kebudayaan, Drs Agus Kamtono, MM, Kepala Dinas Lingkungan Hidup,Agus Priyanto,SH.,MM, Kepala Bagian Protokol dan Rumah Tangga Setda, Susila Marwanta, Kepala Bidang IKP, Dinas Kominfo, Supriyanto.
Bupati Badingah, mengucapkan selamat atas terselenggaranya bersih Desa di tiga Padukuhan. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah saya memberikan apresiasi yang tinggi dan tentunya bangga dengan kekompakan warga masyarakat, yang semangatnya luar biasa, dalam melestarikan budaya warisan leluhur”, ungkapnya
Terlebih dengan pagelaran wayang kulit tersebut. Badingah menjelaskan wayang kulit sebagai wadah ekspresi seni dan budaya yang tumbuh dan lestari di masyarakat, sedangkan bersih Desa adalah warisan budaya yang bertujuan untuk mendekatkan hubungan antara manusia dengan sang pencipta sebagai sumber kehidupan.
“Rasulan adalah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah S.W.T, saya berharap masyarakat selalu bersyukur, selalu mendekatkan diri, dan meningkatkan kepedulian kepada sesama”, pintanya.

