Bupati Endah Subekti Kuntariningsih, Resmi Lepas Peserta Sekolah Penggerak Kerukunan Gunungkidul Untuk Orientasi Ke Surakarta

[PIC1]Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., melepas secara resmi keberangkatan peserta Sekolah Penggerak Kerukunan Kabupaten Gunungkidul yang akan mengikuti kegiatan orientasi lapangan di Surakarta, Jawa Tengah. Prosesi pelepasan digelar di Bangsal Sewoko Projo, Wonosari, pada Kamis, (26/06/2025). Kegiatan ini diikuti 30 peserta yang merupakan perwakilan dari berbagai organisasi sosial dan keagamaan di wilayah Gunungkidul.

 

Bupati Endah Subekti dalam sambutannya menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, organisasi sosial dan keagamaan memiliki peran vital dalam menjaga kohesi sosial masyarakat. Selain itu Bupati mengharapkan organisasi ini bisa membantu memberikan motivasi dan semangat bagi masyarakat untuk l tidak mudah menyerah menjalani kehidupan.

 

“Bapak ibu nantinya bisa membantu memberikan motivasi dan semangat, kepada masyarakat untuk kita berani menghadapi hidup, tidak mudah menyerah, tidak mudah putus asa,” kata Endah Subekti.

 

Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi masyarakat untuk mengedukasi tentang bagaimana hidup yang sederhana dengan tidk mudah terjerumus hal-hal negatif, seperti judi online, gaya hidup boros dan lain- lain.

 

“Ketua-ketua organisasi masyarakat untuk mengedukasi, agar bagaimana kita kembalikan pada ruh-nya. Bahwa kita harus hidup hemat, bukan berarti hemat itu pelit dan menjadi hemat itu miskin,” ujarnya.

 

Dalam acara tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Gunungkidul, mewakili panitia pelaksana, menyampaikan bahwa kegiatan orientasi ini bertujuan untuk mempererat kohesi sosial masyarakat, memperkuat semangat kebersamaan dan toleransi lintas organisasi serta memperluas wawasan para peserta dalam pengelolaan kerukunan masyarakat.

 

“Dengan orientasi lapangan ini, diharapkan menjadi ruang bagi peserta untuk saling berdiskusi, memahami satu sama lain, dan mendapatkan pengalaman langsung serta inspirasi dari daerah lain yang sudah memiliki praktik baik dalam menjaga harmoni sosial,” ujar Kepala Kesbangpol.

 

Pemerintah Kabupaten Gunungkidul berharap program ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan saling menghargai dalam perbedaan.