[PIC1]Gunungkidul – Bupati Gunungkidul menerima kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka observasi bentang alam karst yang ada di Gunungkidul dan pengembangan tata kelola nasional, dimana kunjungan tersebut diterima di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Rabu malam (14/5/2025).
“Salah satunya pilotingnya harapannya bisa kita bangun di Gunungkidul, yang kita dorong fungsi dan statusnya namun pemanfaatannya bisa pro untuk menyelamatkan ekosistem dan tentu juga harus bermanfaat untuk masyarakat,” terang Ir. Inge Retnowati, M.E selaku Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati, Kementerian Lingkungan Hidup.
Lebih lanjut, Inge menerangkan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup/Balai Pengendalian Lingkungan Hidup cq, melalui Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati atas dukungan United Nations Development Programme (UNDP) sedang menyusun proposal Enhanching Biodiversity Conservation and Karst Ecosystem Governance for Climate and Water Resilience (BIO-KARST),
“Melalui pendanaan dari GEF-8, Kami akan melakukan penjajakan lokasi-lokasi yang dimungkinkan menjadi lokus proyek diantaranya Kabupaten Gunungkidul, guna melakukan sinkronisasi antara target di tingkat nasional sekaligus menjawab masukan atau rekomendasi dari tenaga ahli GEF,” ujarnya.
Selain itu, Inge bersama tim dari UNDP nantinya juga akan melakukan identifikasi dan penyusunan awal rencana kegiatan-kegiatan di tingkat tapak yang dapat menjadi intervensi proyek dalam kegiatan restorasi, peningkatan tata kelola pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat yang lestari,
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih pun menyambut hangat kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama dengan UNDP, “Kami mengucapkan selamat datang kepada rombongan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan UNDP. Kunjungan ini sangat penting dalam upaya memperkuat sinergi pusat-daerah dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,”
Bupati berharap, bahwa Proyek BIO-KARST yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan didukung oleh UNDP akan memperkaya arah kebijakan dan pengelolaan kawasan karst secara terpadu,
“Proyek ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan dan pedoman nasional untuk pengelolaan karst yang berkelanjutan, Tata kelola karst yang terintegrasi lintas sektor dan Penguatan kapasitas masyarakat dan pemerintah
daerah,” kata Endah.
Lebih penting lagi, dengan adanya Kunjungan dari Kementerian Lingkungan Hidup bersama UNDP dapat terbentuk jejaring nasional untuk konservasi dan inovasi sosial serta peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat kawasan karst, termasuk peningkatan produktivitas pertanian, kontribusi terhadap PDRB daerah, penurunan angka kemiskinan (saat ini 15,18% di Gunungkidul) serta kepastian investasi berbasis kelestarian lingkungan.
“Semoga melalui kunjungan ini, terjalin komitmen kuat antara pusat dan daerah untuk menjadikan Gunungkidul sebagai teladan pembangunan yang adil, makmur, lestari dan berkeadaban,” ucap Bupati.
Dan dalan kunjungan tersebut, Bupati didampingi oleh Wakil Bupati Gunungkidul Joko Parwoto, Sekretaris daerah Gunungkidul Sri Suhartanta, Asisten I, Kepala Bappeda serta jajaran terkait lainnya.

