Gunungkidul – Bupati Hj. Badingah,S.Sos menyampaikan pemamaparan pada penilaian (assessment) program gerakan menuju smart city pada kawasan pariwisata prioritas nasional dan ibukota negara baru secara virtual di Rumah Dinas Bupati, Selasa (29/9).
Dalam paparanya Bupati menyampaikan secara menyeluruh kondisi umum dan program pemerintah daerah dalam mendukung smart city Kabupaten Gunungkidul, terutama meliputi Geografi, Perdagangan dan Pertanian, Infrastruktur, Pariwisata dan Geopark Network. Dengan Masuknya Kabupaten Gunungkidul dalam jaringan Globlal Geopark Network (GGN) UNESCO memiliki nilai tersendiri sehingga Kabupaten Gunungkidul tidak hanya di kenal secara nasioal tetapi Internasional.
| [PIC2] |
Bupati Hj. Badingah menyampaikan dalam substansi membangun ekosistem digital bagaimana mengoptimalkan potensi melalui pola kerja yang cerdas dari sosial lingkungan dan diakumulasi maka akan terbangun kota cerdas dengan efisiensi sumber daya manusia.
Di Kabupaten Gunungkidul Sektor pariwisata menjadi priorits pengembangan yang memiliki multiplier effect yang sangat besar meski hal itu tidak mengenyampingkan sektor- sektor lainya yang juga tetap menjadi prioritas. sehingga visi Gunungkidul smart city mewujudkan Gunungkidul sebagai daerah tujuan wisata yang terkemuka dn berbudaya menuju masyarakat yang berdaya saing, Maju, Mandii dan Sejahtera.untuk menciptakan inovasi guna menemukan erobosn dalm meningkatkan potensi unggulan daerah, penye;esaian permasalahan dan membangun kolaborasi antar bidang untuk mewujudkan visi .
Disampiakna Bupati bahwa sasaran Gunungkidul smart city meliputi meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance), meingkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, memantapkan pengelolaan pariwisata yang profesional, meningkatkan infrastruktur yang memadai untuk menggerakan perekonomian yang tangguh berbasis potensi daerah, mengembangkan sektor-sektor unggulan daerah dan iklim investasi yang kondusif serta meningkatkan pengelolaan dan perlindungan sumber daya alam secara berkelanjutan.
selain hal tersebut bupati juga memaparkan kesiapan daerah dalam menyiapkan struktur, infrastruktur, suprastruktur berupa dukungan SDM, dan keuangan daerah, ketersediaan infrstruktur digital, maupun sosial, serta kebijakan daerah melalui perda nomor 11 tahun 2019 tentang pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi, Perbup nomor 19 tahun 2018 tentng rencn induk master pengembangan TIK dan Perbup nomor 48 tahun 2019 tentang mastepan Smart City Kabupaten Gunungkidul serta Perbup nomor 56 tahun 2020 tentang satu data Indonesia di Gunungkidul. untuk kelembagaan bupati telah menerbitkan keputusan bupati nomor 422/KPTS/2018 tentang dewan Smart City.
mengacu pada kebijakan- kebijakan daerah tersebut tentang masterplan Smart City Kabupaten Gunungkidul ditetapkan Quick Wins terutama Gunungkidul cerdas, Ayunda Simenik Makan Sego Cething dan Pasar Digital. untuk meningkatkan kualits SDM, peanfaatan TIK dan sumber sumber potesnsial lain serta kemudahan yang terintegrasi
Gunungkidul cerdas bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan aksesbilitas pada aspek community, learning, security berbasis Teknologi Informasi. Ayunda Si Menik Makan Sego Ceting merupakan Quick Wins Kabupaten Gunungkidul yang merupakan akronim dari Ayo Tunda Usia Menikah Mengawali Gerakan Semangat Gotong Royong Cegah Stunting. merupakan satu Inovasi Dinas Kesehatan Kab. Gunungkidul berkolaborasi dengan Kecamatan, Kantor Urusan Agama, Pemerintah Desa, tokoh masyarakat dan Satgas 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) yang memiliki urgensi pengurangan risiko angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), hingga masalah bayi stunting sedangkan Pasar Digitalmerupakan Quick Wins Kabupaten Gunungkidul yang bertujuan untukmembentuk ekosistem Destinasi Digital, yaitu destinasi yang semakin berkembang setelah dipromosikan melalui media social, karena pada tempat tersebut menjual produk khas Gunungkidul, tersedia spot-spot menarik dan cameragenic sehingga pengunjung dapat menjadikan konten untuk posting di media social, seperti Instagram atau Facebook. Destinasi wisata yang diproyeksikan berkonsep pasar digital, yaitu Geosite Lembah Ngingrong Mulo, Pasar Telaga Jonge, dan Pasar Ekologis Argowijil.
[PIC3]
Bupati Gunungkidul juga meyampaikan Capaian Pembangunan TIK (Teknologi Informasi & Komunikasi) Kabupaten Gunungkidul, meliputi: Infrastruktur TIK, Sistem Elektronik, Integrasi Data dan Pengembangan SDM. dikabupaten Gunungkidul sebanyak 810 titik layanan saling terintegrasi dan 18 macam Infrastruktur TIK, denga Ketersediaan jaringan 4G/3G, Ketersediaan Broadband Access, Akses internet terpusat (didistribusikan), Jaringan antar SKPD (instansi pemerintah), Ketersediaan Hotspot untuk internal Pemerintah dan untuk publik, Data Center Pemerintah, Data Center Recovery Pemerintah, CCTV pemantau lalu lintas, keamanan lingkungan, wilayah perbatasan, Server hosting, Jaringan telekomunikasi (VOIP/VICON), Teleconference, Radio single sideband (SSB), Radio lembaga penyiaran publik lokal, Live streaming package, Spectrum analiser, Tim reaksi cepat jaringan komunikasi, Sertifikat Elektronik, dan Surat Elektronik
Untuk Sistem Elektronik Kabupten Gunungkidul mengelola sebanyak 2276 web, aplikasi sebanyak 104, Aktifasi surat elektronik ASN sebanyak 1499, dan Tanda tangan digital ASN struktural sebanyak 80 sedangkan untuk Integrasi dan interoperabilitas Data setidakntya sudah dilaksanakan pemnfaatan teknologi untuk Sistem Informasi Desa (SID) – Administrasi Perkantoran Desa.,E-Budgeting – Sistem Informasi Pengendalian Pembangunan, Sistem Informasi Pendidikan – Unit Layanan Terpadu Pendidikan., Sistem Informasi Rumah Sakit – Sistem Administrasi rumah Sakit, Sistem Informasi Pelayanan Perizinan – Monitoring Proses Perizinan, Sistem Informasi Kependudukan – Sistem Informasi Pengolahan Data Kependudukan., Layanan informasi publik – Sistem informasi publik dan kumpulan berita media online, Integrasi data pertanahan dengan BPN secara Host to Host.
Bupati berharap semua upaya tersebut benar benar dapat mewujudkan masyarakat Gunungkidul yang maju, mandiri, sesjahtera lahir dan batin.
Hadir dalam assessment tersebut Bupati di dampingi Sekretaris Daerah Ir. Drajad Ruswandono, MT, Kepala Bappeda Sei Subartanta, S.IP., M.Si, Kepala Dinas Kominfo Kelik Yuniantoro, S.Sos., MM. Kepala BKAD Saptoyo, S.Sos., M.Si, Kepala Dinas Pariwisata Ir..Asti Wijayanti, MA serta Pejabat, Sekretaris Dinas, Kabid dari berbagai Dinas.

