Gunungkidul – Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif di Kabupaten Gunungkidul, satgas PPKM tingkat Kalurahan yang memiliki fungsi yaitu pencegahan, penindakan atau penanganan, pembinaan, dan dukungan serta pengawasan Bupati H.Sunaryanta melakukan monitoring di Posko Satgas Covid-19 Kalurahan Petir Rongkop, Rabu(30/6).
[PIC2]
Agung Danarta plt. Panewu Rongkop Menyampaikan posko satgas covid-19 di Kalurahan Petir Rongkop lebih memperketat dan di maksimalkan. Memanfaatkan rumah tinggal salah satu warga dan melibatkan karang taruna.
Di kapanewon Rongkop seluruhnya ada 31 warga yang terpapar, Kalurahan Petir terdapat 4 warga terkonfirmasi positif, 3 orang di dusun Weru dari rantau 1 orang di dusun Ngelo yang didapat dari rantau di solo.
Sementara itu Lurah petir Sarju sebagai upaya mengantisipasi lonjakan warga yang terpapar telah di siapkan shelter dengan memanfaatkan gedung SD petir III, yang berdiri di area seluas 4000 meter lebih yang mampu menampung 50 orang. ( yang sudah di verifikasi Dinkes DIY ) dan rumah warga yang kosong. Untuk kebutuhan permakanan dapat di Sengkuyung warga masyarakat.
Bupati berharap, posko PPKM dapat berkerja secara maksimal sebagai salah satu upaya mencegah meluasnya paparan covid-19, harus ada komitmen serta partisipasi seluruh masyarakat dan meningkatkan disiplin prokes.
Selain juga harus menjaga stamina dan kesehatan, terang bupati.
Bintara Pembina Desa TNI AD Kelurahan Petir, Wiratno menyampaikan Partisipasi serta peran warga masyarakat terus dikuatkan saling bergotong-royong.
“warga selalu aktif melaporkan kepada pihak aparat maupun satgas, sebelum orang yang terpapar tersebut kembali pulang, jika memih ingin melakukan isolasi mandiri di rumah, maka warga telah menyiapkan tempat isolasi terlebih dahulu, namun jika tidak maka bisa langsung di tempatkan di shelter ” papar Wiratno babinsa Petir.
Bupati H.Sunaryanta selain melihat langsung posko juga mengapresiasi data administratif lengkap di posko, juga mengunjungi satu warga terkonfirmasi positif yang menempat di shelter Gedung SD yang disiapkan pemerintah Kalurahan. Bahkan pencatatan mengenai partisipasi warga dalam memenuhi kebutuhan seperti beras, Gas, sayur pun terdokumentasi secara administrasi dengan baik.
Sebagai penunjang komunikasi karena terkendala sinyal telah disiapkan radio panggil HT yang di fasilitasi Polsek Rongkop.
[PIC1]

