Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengecek beberapa Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) di beberapa wilayah Kapanewon. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan logistik yang dihasilkan para petani.
Pengecekan pertama dilakukan di Padukuhan Pringwulung, Krambilsawit, Saptosari. Diwilayah ini bupati melihat beberapa stok logistik yang dihasilkan petani, baik palawija, maupun padi.[PIC1]
“Yang paling berdampak adanya lumbung pangan ini adalah petani. Khususnya pada sektor ketahanan pangan,” ungkap Bupati, Senin (28/11/2022).
Selanjutnya bupati melakukan pengecekan di wilayah Padukuhan Giriwaru, Girisekar, Panggang. Disini bupati melihat stok sumber pangan yang merupakan olahan dari tanaman holtikultura.
“Harapan kita Lumbung Pangan Masyarakat (LPM) ini sebagai antisipasi jika terjadi bencana alam atau non alam. Pemerinah memang mempunyai peran untuk memperkuat cadangan pangan masyarakat” paparnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Rismiyadi mengatakan, kebiasaan masyarakat Gunungkidul untuk menyimpan hasil panen di lumbung keluarga merupakan kearifan lokal yang akan terus dipertahankan.
“Tradisi ini memperkuat ketahanan pangan di masyarakat. Kami berupaya utk mengembangkan potensi ini melalui berbagai program pendampingan dengan melibatkan berbagai pihak,”ungkapnya.
Pihaknya juga menerangkan, bersama Pemda DIY pembangunan lumbung mataraman lewat Danais terus dilakukan. Berdasarkan data saat ini lumbung pangan Masyarakat yang ada di Gunungkidul mencapai 72.[PIC3]
“Dari jumlah tersebut kondisi LPM yang baik mencapai 98 persen. Yang aktif sekitar 72 persen. LPM di Gunungkidul ini paling banyak jumlahnya dari kabupaten lain di DIY” paparnya.
Dalam kesempatan tersebut, bupati juga memberikan bantuan benih kedelai, pupuk cair dan benih jagung.

