Gunungkidul – Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos pimpin rapat koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Di Bangsal Sewokoprojo Wonosari berama eluruh jajaranya, Senin (1/12). Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini belum usai menjadi perhatian khusus pemerintah daerah Gunungkidul. [PIC4]
Perkembangan penanganan COVID-19 disampaikan oleh ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bidang Kesehatan dr. Dewi Irawati, M.Kes mengatakan perkembangan kasus COVID-19 hingga tanggal 30 November 2020 tercatat 16 orang meninggal, 368 orang sembuh, dan 79 orang diantaranya masih dirawat dirumah sakit. Menurut hasil data Gugus Tugas Penanganan COVID-19 kabupaten Gunungkidul, terdapat kecenderungan pasien berasal dari masyarakat berusia produktif.
Secara Pewilayahan, Sebagian Kapanewon di Kabupaten Gunungkidul telah berstatus merah dan beberapa Kapanewon masih berada dizona kuning. satu-satunya Kapanewon yang masih berstatus hijau adalah Kapanewon Purwosari.
Terkait perkembangan Pemilukada, menjelang diselenggarakannya Pemilu yang tinggal tersisa 8 hari, masih terdapat petugas KPPS didaerah yang belum mengikuti Rapid Test. Terdapat pula personel KPPS yang menolak untuk melakukan Rapid Test dan lebih memilih mengundurkan diri dari keanggotaan KPPS.[PIC3]
Dalam bidang pendidikan, pada tahun 2021 terdapat rencana untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. Namun hingga saat ini belum ada surat resmi dari pemerintah pusat maupun pemerintah Provinsi mengenai hal tersebut.
Program vaksinasi dikabarkan akan dilakasanakan pada tahun 2021. Namun hingga saat ini belum ada dasar yang dapat digunakan sebagai payung hukum bagi pemerintah daerah untuk melakukan vaksinasi. Dengan adanya wacana pembukaan sekolah dan diselenggarakan pertemuan tatap muka, program vaksinasi diharapkan dapat segera disiapkan diawali dengan program pelatihan petugas kesehatan yang akan bertugas melakukan vaksinasi serta menyiapkan data-data siapa saja yang menjadi sasaran vaksinasi.
Berkaitan dengan pasien COVID-19 yang masih dirawat, Dinas Kesahatan terus berkoordinasi dengan rumah sakit swasta yang ada di Gunungkidul untuk menyediakan tempat tidur khusus dalam menanggulangi keterbatasan daya tampung pasien COVID-19. Rencana alternatif yang sedang diusulkan berkaitan dengan tempat isolasi pasien positif COVID-19 yang tidak bergejala yaitu Rumah Sakit Rintisan Pratama di Bedoyo. Rencananya rumah sakit tersebut akan direhab dan akan menjadi tempat isolasi bagi pasien positif yang tidak memiliki gejala. Rumah Sakit Rintisan Pratama di Bedoyo diperkirakan dapat menampung sebanyak 20 pasien. Selain itu Wisma Wanagama yang sebelumnya juga pernah digunakan sebagai tempat isolasi pasien postif juga menjadi rencana alternatif dalam menampung pasien positif COVID-19.
Dalam mengantisipasi lonjakan pasien COVID-19 mendekati momentum libur Natal dan Tahun Baru, rumah sakit pemerintah dan swasta didorong untuk dapat menambah kapasitas daya tampung pasien COVID-19.[PIC2]
Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos menyampaikan apresiasi kinerja Gugus Tugas Penanangan COVID-19 dalam menanggulangi lonjakan kasus positif COVID-19 yang ada di Gunungkidul. Bupati Gunungkidul berharap Gugus Tugas Penanganan COVID-19 serta Satgas penanganan COVID-19 yang ada didaerah untuk selalu mengingatkan kepada masyarakat tentang penanggulangan penyebaran COVID-19. Bupati Gunungkidul juga menekankan terhadap pemberian izin penyelenggaraan kegiatan dimasyarkat untuk semakin diperketat. Bupati menambahkan munculnya kluster baru dari petugas KPPS diharapkan dapat segera tertangani sehingga penyelenggara Pilkada dapat berjalan lancar.
Hadir dalam rapat koordinasi tersebut Asisten III Bidang Pemerintahan dan Kesra Ir. Anik Indawati, MP, Kepala Dinas Kesehatan dr. Dewi Irawati, M.Kes, Staff Ahli Bidang SDM dan Kemasyarakatan Siti Isnaini Dekoningrum, SH, Kepala Pelaksana BPBD Edy Basuki, M.Si, Kepala Bappeda Sri Suhartanta, S.IP., M.Si serta berbagai unsur dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Gunungkidul, serta Panewuh Kepanewon Wonosari sebagai wakil Kepanewonan seluruh Gunungkidul.

