Bupati Resmikan Sumur Bor dan Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung TK Unggulan Beji Ngawen

Gunungkidul – Peresmian  program Sumur Bor Yayasan Rumasyho peduli Indonesia dan Darush Sholihin serta peletakan batu pertama pembangunan Gedung TK Unggulan Rumah Yatim dan Rumah Tahfidz  di Komplek Masjid Al-Hamid Beji Kapanewon Ngawen, dilakukan oleh Bupati H.Sunaryanta, Minggu (4/4).

[PIC5]

Acara yang juga di isi pengajian oleh Ustad Abduh Tuasikal, ST., M.Sc  dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dengan program Sumur bor ini pemerintah sangat mengapresiasi kepada semua pihak yang telah berupaya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, mengingat sampai saat ini permasalahan air masih menjadi hal krusial yang butuh penyelesaian bersama.

Bupati H.Sunaryanta mengatakan sampai saat ini tidak menampik pemerintah daerah masih akan melakukan droping air di sebagian wilayah sisi selatan.  Seiring dengan upaya pemerintah yang akan kembali mengangkat sumber air Seropan untuk kebutuhan wilayah di sisi selatan bagian timur dengan angaran mencapai 200 Milyar rupiah. Perencanaan yang di lakukan pada tahun 2021 ini harapanya di tahun 2022-2023 seluruhnya sudah terbebas dari permasalahan air.[PIC3]

Sementara itu Bupati mengatakan untuk memenuhi kebutuhan air di sektor selatan bagian barat akan memaksimalkan sumber air Ngobaran.

Menyinggung masalah bunuh diri dan perceraian di Kabupaten Gunungkidul sampai saat ini masih sangat tinggi sehingga harapanya  diawali dari lingkungan keluarga harus mampu menjadi pendorong untuk menekan angka kasus tersebut. Pentingnya  peran masyarakat dalam hal itu bukan hanya tugas pemerintah,  Pengawasan melekat adalah keluarga, Kata Bupati H. Sunaryanta.[PIC2]

Tingginya kasus perceraian didasari karena hal sepele bukan hanya masalah ekonomi saja, untuk itu mengingatkan pernikahan adalah sesuatu yang sakral.

Hadir dalam acara tersebut Bupati H.Sunaryanta, Ustad Abduh Tuasikal, ST,M.Sc, Ketua PD Muhamadiyah Sadmonodadi, Panewu Ngawen Drs Witanto, Kapolsek, Danramil Ngawen.