Bupati: Safari Tarawih Sebagai Sarana Silaturahmi

Gunungkidul – Bupati Hj. Badingah, memimpin safari tarwih tingkat kabupaten putaran ke II, Rabu, (23/05), di Masjid Al Hasanah, Kaliwaru, Kampung, Ngawen. Kepala Desa Kampung, Suparno, bersama warga masyarakat sangat antusias menyambut kehadiran bupati yang didampingi pejabat dilingkungan Pemerintah Daerah Gunungkidul dan beberapa kepala perbankkan.

 [PIC1]

Suparno mengatakan, atas nama warga masyarkat Padukuhan Kaliwaru, Kelurahan Kampung secara umum mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Bupati beserta jajaran yang inshallah akan membawa barokah dan manfaat bagi warga kami. Dijelaskan pula, bahwa Desa Kampung merupakan potret kerukunan antar umat, yang mana di desa kampung terdapat lengkap dari agama yang ada di Indonesia, namun hal tersebut justru menjadikan pemacu untuk saling menghargai,  menghormati, antar sesama sehingga kami sangat bersyukur kerukunan warga kami sangat terjaga, dan saya sangat berharap ini akan menjadi sebuah tauladan sehingga negara ini akan seperti wilayah kami, dengan kondisi kondusif tanpa ada kegaduhan dengan hal-hal yang berbau radikal.

Dismpaikan pula aspirasi masyarakat terkait pembangunan  infrastruktur jalan Gunung Gambar, air untuk pertanian, serta rumah tidak layak huni, berharap ini akan menjadi perhatian agar dinas terkait segera memprioritaskan.

Pada kesempatan ini Bupati juga menyerahkan secara simbolis 100 paket kebutuhan pokok dari Baznas, karpet dari Bank Pembangunan Daerah, dan seperangkat pengeras suara dari Bank Dagang Gunungkidul.

Dihadapan warga masyarkat Bupati menyampaikan, bahwasannya kegiatan safari tarawih merupakan agenda rutin setiap bulan suci Ramadhan, kegiatan ini sebagai wadah silaturhmi antara pemerintah daerah dengan warga masyarakat, juga sebagai sarana untuk menampung aspirasi, dan melihat, mendengar langsung permasalahan yang ada. Sudah saatnya pemerintah hadir ditengah-tengah masyarakat, bukan jamannya lagi pemimpin hanya selalu mendapat laporan. Namun Bupati berharap jika ada permaslahan di tingkat desa diharapkan dapat terselesaikan dengan baik. Di bulan suci ramadan yg penuh magfirah ini mudah-mudahan kita semua akan mendapat kebaikan sesuai dengan amal ibadah yang kita jalankan. Beliau meminta warga masyarakat tetap mempertahankan gotong royong, terbukti dengan semangat gotong royong guyup rukun, pembangunan di Gunungkidul dapat berjalan dengan baik. Serta meminta kepada kepala desa untuk mengoptimalkan potensi yang ada, jika masih ada infrastruktur yang masih kurang optimal pembangunannya pemrintah daerah akan berupaya untuk memperbaiki. Diakhir sambutannya Bupati meminta agar generasi muda terus meningkatkan kualitas keimanannya, menjaga perstuan dan kesatuan.

Selanjutnya, KH. Muhammad Tohari, selaku pencermah pada kegitan ini menyampaikan, bahwa puncak iman sesorang itu senang mengunjungi tempat ibadahnya, apapun agamnya. Sebagai contoh jika seorang muslim senang memakmurkan masjid, mencerminkan budi pekerti yang luhur dengan ajaran kasih sayang. Menjadi insan yang welas asih, menjadi umat yang selalu mendamaikan, jangan menjadi provokator penyebar kebencian. Jadilah umat yang bisa menghargai sesama, jalin silaturrahmi, jaga guyup rukun. Jaga NKRI yang sudah memberikan banyk kebaikan, kebebasn beragama, beribadah, NKRI harga mati, tegas Tohari. (*tim_IKP)

[PIC2][PIC3]