Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos., menyambut kedatangan Tim Evaluasi Lomba Karang Taruna Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2018 di Balai Desa Gari, Kecamatan Wonosari, Sabtu, (15/09).
[PIC2]
Dalam sambutannya Bupati Gunungkidul mengucapkan selamat datang kepada tim evaluasi/penilai dari pusat dan memberikan apresiasi kepada Karang Taruna Mekar Pandega yang telah berusaha dan berjuang melalui berbagai tahapan, hingga masuk nominasi 20 besar ini adalah prestasi yang sangat membanggakan, dan alhamdulillah hari ini akan memasuki tahapan berikutnya penilaian oleh tim evaluasi tingkat nasional.
Lebih kanjut dikatakan, hal ini tentu akan dapat menjadi pemicu dan pemacu generasi muda di Kabupaten Gunungkidul untuk berprestasi dalam karya, unggul dalam manfaat dan memberi energi positif bagi pembangunan di wilayah masing-masing. “Kami ucapkan selamat kepada KarangTaruna “Mekar Pandega” Desa Gari yang sangat membanggakan
Gunungkidul dan DIY.” ujarnya.
[PIC3]
“Saya berharap akan dapat memberi inspirasi kepada pemuda pemudi diseluruh Indonesia untuk berbuat lebih baik lagi, bertindak nyata, dan bermanfaat bagi masyarakat, karena pemuda adalah harapan bangsa dan calon pemimpin bangsa yang harus memiliki kepekaan sosial dan kepedulian sosial”.
Drs. Asep Sasa permana, Staf Ahli Menteri Sosial, Plt. Dirjren pemberdayaan sosial, selaku Ketua tim penilai memaparkan maksud dan tujuan kehadirannya, pertama mengucapkan apresiasi kepada Bupati, “beliau sangat gigih, ramah, dan sangat menyayangi warga masyarakatnya, saya sudah mengenal ibu bupati sejak beliau menjabat”, terang Asep.
Beliau juga menjelaskan secara singkat perihal sejarah berdirinya karang taruna, karang taruna lahir pada bulan September tahun 1960 di Kampung Melayu, sejak era presiden pertama.“Di usianya 58 tahun, masih eksis, menerangkan bahwa peran serta karang taruna sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat”, jelasnya.
Karang taruna merupakan organisasi kepemudaan yang mengusung dan mengawal Pancasila, karena Pancasila adalah falsafah bangsa yang harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Kemensos akan terus memberikan apresiasi kepada organisasi sosial seperti halnya karang taruna yg ada di Desa Gari.
“Yang terpenting dengan penilaian dan evaluasi ini akan menjadi contoh karang taruna yang ada di seluruh indonesia, melihat prestasi-prestasi “mekar pandega” merupakan karang taruna yang sangat langka, prestasi ini tidak lepas dari apresiasi pemdanya”, terangnya.
Diharapkan Karang Taruna akan menjadi pengawal program kesejahteraan masyarakat desa.
“Penilaian akan kami lakukan dengan norma standar, prosedur dan objektif”, pungkas Asep.
Dihadapan Bupati dan tim evaluasi, Ketua Karang Taruna Mekar Pandega, Nurmansyah, melaporkan seleksi dilaksanakan pada bulan Agustus 2018, dan alhamdullilah berkat doa dan kerjasama dari seluruh elemen dapat lolos seleksi masuk 20 besar.
Salah satu program unggulannya adalah wayang cakruk serta pasar Argo Wijil yang merupakan sebuah program aklamasi, pengelolaan sampah organik, dan teknologi tepat guna solar cell. Selain itu program sosial, bank sampah, jagad panel bambu yang merupakan sentral kerajinan bambu, dan pengelolaan air bersih.
“Prestasi ini diraih berkat kerjasama dari warga masyarakat dan pemerintah daerah, tentunya support dari Ibu Bupati beserta jajarannya”.
Hadir pada kesempatan kali ini, Drs. Asep Sasa permana, Staf Ahli Kementetian Sosial, plt. Dirjren Pemberdayaan Sosial, Bagian Humas Kemensos, Supriyadi, Kepala Dinas Sosial, Siwi Iriyanti, Kepala Bidang IKP Dinas Kominfo, Irfan Ratnadi, Kasubag Protokol, Etni Priskilawati, S., Ketua Karang Taruna DIY, Ketua Karang Taruna Gunungkidul, Tim Evaluasi, dan tamu undangan.

