Bupati Serahkan secara Simbolis Sarana dan Prasarana Pertanian

Gunungkidul – Dalam upaya mewujudkan swasembada pangan, Pemerintah telah mencanangkan Program Upaya Khusus (UPSUS) padi, jagung, kedelai (pajale) sejak tahun 2015, dan UPSUS tersebut sekarang bertambah dengan komoditas bawang merah, cabe (babe) dan sapi indukan wajib bunting (siwab) di tahun 2017 ini. Dengan adanya program upaya khusus ini pemerintah berharap swasembada beras, jagung, kedelai, bawang merah, cabe dan daging sapi dapat tercapai.

Untuk mendukung program swasembada pangan dengan program UPSUS, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan, memberikan bantuan sarana dan prasarana pertanian kepada kelompok tani, yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Hj. Badingah, S.Sos., Jumat (26/05) di halaman kantor Dinas. Turut hadir pada acara tersebut antara lain Komandan Kodim 0730/GK, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Ir. Bambang Wisnu Broto beserta jajaran, Bidang IKP Dinas Kominfo, dan kelompok tani penerima bantuan.[PIC2][PIC1]

Kepala Dinas Pertanian Ir. Bambang Wisnu Broto melaporkan bahwa, musim tanam I padi 2016/2017 di Gunungkidul telah berakhir, selesai dipanen pada subround I periode Januari sampai April 2017 dengan luasan panen padi 49.699 Ha., dengan rata-rata hasil ubinan lima ton per (Ha). Jumlah produksi padi subround I tahun 2017 sebanyak 240.000 ton, dan hasil ini lebih banyak dibandingkan pada periode yang sama pada tahun 2016 yang hanya mencapai 210.000 ton.

Untuk merealisasikan program upaya khusus, tahun 2017 Pemerintah Daerah memberikan beberapa dukungan kepada kelompok tani, antara lain: bantuan benih bersubsidi padi Inhibrida untuk lahan 16.000 Ha, padi Hibrida untuk lahan 250 Ha senilai empat miliar Rupiah. Juga bantuan rehabilitasi jaringan irigasi tersier padi 250 Ha., bantuan perpipaan dua unit diperuntukkan 40 Ha. lahan padi, PTT kedelai untuk 500 Ha. senilai Rp. 522.000.000,-, PTT jagung Hibrida untuk 5.100. Ha senilai 1,6 milyar Rupiah, serta sembilan unit impala traktor roda dua, dan sembilan unit capung traktor roda dua senilai Rp. 281.000.000, untuk 18 kelompok tani.

Bambang Wisnu Broto meminta agar khusus untuk alsintan prapanen dan pasca panen, kelompok tani tersasar atau penerima membentuk Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) agar lebih efektif penggunaan alat di masyarakat. ” Dengan adanya alsintan di UPJA, masyarakat dapat lebih cepat dalam pengolahan tanah, pemeliharaan tanaman, dan percepatan waktu panen, sehingga akan berpengaruh pada tercapainya target tanam padi jagung kedelai sesuai target Luas Tambah Tanam Upaya Khusus (LTT UPSUS),” tambahnya.

Dalam sambutannya Bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang telah ikut membantu jalannya pembangunan di Kabupaten Gunungkidul. khususnya dari sektor pertanian. “Sektor pariwisata memang menjadi andalan, akan tetapi sektor pertanian juga menjadi andalan di Kabupaten Gunungkidul, yang memberikan kontribusi besar dan merupakan tulang punggung bagi masyarakat, dengan demikian Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dan Pangan, berusaha mencari dan memberikan solusi agar masyarakat dapat lebih maju dan mampu meningkatkan produksi pertaniannya dengan memberikan sarana dan prasarana seperti saat ini”, terangya.

Bupati juga mengharapkan para kelompok tani agar selalu berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Dinas terkait, dengan harapan tercapai swasembada pangan padi, jagung, kedelai dan daging sapi. “Dinas terkait saya minta untuk mencarikan solusi agar harga daging sapi tidak melambung seperti saat menjelang puasa dan lebaran, dengan melakukan operasi pasar atau dengan solusi lain,” pintanya.

Di akhir sambutanya, Bupati menyampaikan ucapan selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menunaikan atas nama Pemerintah Daerah, dan memohon maaf kepada seluruh warga masyarakat bila Bupati beserta jajaran masih banyak kekurangan dalam melayani warga masyarakat. “Dan semoga di bulan suci Ramadhan ini, Tuhan Yang Maha Esa akan memberikan yang terbaik kepada seluruh warga masyarakat, ” pungkasnya.

Acara dilanjutkan penyerahan secara simbolis bantuan peralatan dan benih, dari Bupati kepada kelompok tani.(tim_ikp)

[PIC4] [PIC3]