Gunungkidul – Bupati Gunungkidul, Sunaryanta melaksanakan Sholat Idul Fitri 1444 H di Masjid Safinatun Najah, salah satu masjid kampung yang tidak jauh dari rumahnya di Padukuhan Kwarasan Wetan, Kedungkeris, Nglipar, Gunungkidul, Sabtu (22/4/2023).
Purnawirawan TNI AD tersebut berangkat menuju ke masjid pukul 06.00 WIB. Bersama Ketua Tim Penggerak PKK Gunungkidul, Diah Purwanti Sunaryanta, kedua putra, keluarga dekat dan ajudan. Bupati memilih jalan kaki bersama keluarga.
Ibadah Shalat Idul Fitri di masjid ini dimulai pukul 06.30 WIB. Dengan imam dan Khotip Arif Setyawan. Bupati datang mengenakan baju koko warna putih dan sarung warna biru. Masjid yang berada tepat ditengah kampung halaman ini juga dihadiri ratusan jemaah.
“Saya sengaja hadir lebih awal untuk bertemu dengan saudara yang pada mudik dan para tetangga,” ungkap Bupati.
Usai mengikuti shalat Idul Fitri, bupati dan keluarga terlihat beramah tamah dengan jemaah lain. Tidak sedikit warga yang meminta berswa foto dengan orang nomor satu di Bumi Handayani tersebut. Bupati kemudian melanjutkan jalan kaki menuju rumah orang tua.
Dalam khotbahnya, Arif Setyawan menyampaikan pentingnya berbakti kepada orang tua. Utamanya saat lebaran seorang anak harus “sungkem” meminta maaf kepada orang tua sebagai perwujudan rasa sayang, dan bakti.[PIC2]
Sementara Kantor Wilayah Kementerian Agama Gunungkidul mencatat ada 936 titik penyelenggaraan Salat Idul Fitri yang diselenggarakan pada Jumat (21/4/2023) dan Sabtu (22/4/2023).
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag Gunungkidul, Zuhdan Arif mengatakan, meski pelaksanaan tidak bersamaan namun Shalat Idul Fitri di Kabupaten Gunungkidul berjalan dengan nyaman dan damai.
“Pelaksanaan shalat Id ini mengambil tempat dimasjid dan dilapangan. Merata di 18 kecamatan Kabupaten Gunungkidul,” paparnya.

