Gunungkidul– Monitoring dan evaluasi terpadu kunjungan kerja Deputi bidang koordinasi pemerataan pembangunan wilayah dan penanggulangan bencana Deputi 2 Kemenko PMK, di desa nglangeran kapanewon patuk, di aula TTP kebun buah Nglanggeran, Kamis (25/3).[PIC2]
Kehadiran Deputi 2 Kemenko PMK RI Mayjend TNI (Purn) Dody Usodo Hargo. S,S.IP.,MM di Kebun buah TTP Pertanian Nglanggeran dalam misi kunjungan kerja dan monitoring sekaligus evaluasi ini, lokus pada kawasan konservasi dan geopark pada umumnya termasuk kawasan yang rawan dari sisi pelestarian lingkungan.
Kementerian yang mengkoorinasikan 7 kementerian dan 12 lembaga non kementerian ini dengan deputi bidang koordinasi pemerataan pembangunan wilayah yang memiliki tanggungjawab langsung terhadap menteri koorinator bidang pembangunan manusia dan kebudayaan. konsen pada penanggulangan bencana dan konflik sosial serta pemerataan pembangunan wilayah kabupaten, kawasan hingga desa.
disampaikan deputi bahwa pengembangan desa wisata dan desa digital merupakan janji presiden dan salah satu upaya pemerintah untuk capaian percepatan pembangunan desa secara tepadu yang diamanatkan dalam RPJMN 2020-224.
menyinggung dana desa deputi menyampaikan bawa regulasi telah mendorong pemerintah desa untuk mengoptimalkan pemanfaatan dana desa dan pemberdayaan masyarakat. Pemanfaatan dana desa dapat di gunakan dalam rangka meningkatkan pelayanan dasar dan prasarana dasar desa, kapasitas aparatur desa, sistem informasi dea terpadu termasuk penataan wilayah desa serta potensi maupun antar desa dan kawasan terang Dody Usodo
Arahan pembangunan ekonomi di desa bawa industrialiasi perdesaan harus sudah di mulai karena ini bagian dari penciptaan lapangan pekerjaan secara besar-bearan. dan melihat kondisi saat ini maka BUMDes harus direvitalisasi sebagai penggerak ekonomi di des dan berkontribusi pada pendapatan desa.
sementara itu kawasan konservasi dan geopark pada umumnya termasuk kawasan yang rawan dari sisi pelestarian lingkugan karena wilayah yang relatif beringgungan dengan permukiman penduduk dan kegiatan wisata, akibatnya kawasan konservasi dianggap cukup sulit dierdayakan yang berakibat kawasan onservasi lebih tertinggal dibandingkan kawasan lainya.
“oleh karena itu saya ingin melihat optimalisasi dan pengembangan yang ada setelah penetapan UNESCO khususnya bidang PMK” kata Dody Usodo[PIC3]
diakhir arahanya deputi menegaskan bahwa dimasa pandemi bukan berarti semua pasrah dengan keadaan, namun perlu meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan protokol kesehatan agar semua dapat berjalan lancar dan tujuan bersama untuk kehidupan masyarakat yang lebih baik tercapai.
Kepala Daerah Gunungkidul Bupati H. Sunaryanta dalam sambutanya atas nama pemerintah dan masyarakat mengucapan terimakasih atas kehadiran Deputi 2 Kemenko PMK RI di Gunungkidul. Potensi Wisata Kabupaten Gunungkidul yang sangat beragam yang hampir merata di hampir seluruh wisata dengan spot-spot destinasinya yang di jalankan kelpok-kelompok sadar wisata masih sangat perlu optimalisasi konsep pembangunan. Di sisi Utara yang sudah terbangun dengan potensi alam gunung api purba, sisi selatan denga potensi alam pantai yang juga sudah berkembang dengan tujuan wisata nasional maupun internasional dan di wilayah tengah dengan potensi sungai bawah tanah, goa dan lainya. Dengan pengelolaan Pokdarwis.
Namun pariwisata saat ini terpuruk semoga dengan berbagai upaya dapat kembali bergeliat dalam rangka membangkitkan ekonomi masyarakat.
ada kesempatan tersebut juga diserahkan cinderamata dari Deputi kepada Bupati H.Sunaryanta, Komandan Kodim 0730/GK, dan Lurah Nglanggeran. serta bantuan masker yang diterima oleh Kepala DP3AKBPMD Heri SUkaswadi, SH. Panewu Patuk, dan Kepaala DLH Gunungkidul.
Hadir dalam acara kunker tersebut Deputi 2 Kemenko PMK Mayjend TNI (Purn) Dody Usodo Hargo. S,S.IP.,MM, Bupati H. Snaryanta, Kepala Biro Bina Pemberdayaan Masyarakat Provinsi DIY Sukamto, Dandim 0730/GK Letkol Inf Nopy Laksana Armyanto,. SH, Kepala DP3AKBPMD Heri Sukaswadi, SHKepala DLH Gunungkidul Agus Priyanto,Kepala Badan Pengelola Geopark Gunungsewu, Panewu Patuk, Kepala Desa, Ketua BUMDes, Ketua Pokdarwis,

