Sebagaimana Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa kesehatan merupakan hak setiap rakyat, dan upaya mewujudkan kesehatan tersebut harus dilaksanakan bersama-sama antara Pemerintah dengan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal. Keterpaduan Pemerintah, masyarakat dan para kader kesehatan dalam mewujudkan terciptanya derajat kesehatan yang baik melalui Posyandu, Gerakan Kebersihan Lingkungan, Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI), serta kegiatan lain yang mengarah pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah berjalan dengan baik.[PIC4][PIC3]
Dengan penerapan program serta kerja sama yang sinergis Kabupaten Gunungkidul dapat meraih beberapa prestasi, terkait upaya menekan Angka Kematian Ibu, Angka Kematian Bayi, Umur Harapan Hidup, Program KB, dan perbaikan status gizi balita. Capaian derajat kesehatan yang berada diatas rata-rata secara nasional menunjukan sebuah prestasi yang harus di jaga dan terus dimakasimalkan. Dilihat dari elemen pendukung capaian hasil Program Pembangunan Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul, POSYANDU merupakan salah satu media yang sangat baik untuk menumbuh kembangkan peran serta dan kepedulian masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Pos Pelayanan Terpadu adalah salah satu wahana upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang sangat populer dan memasyarakat di Indonesia. Dengan beberapa program unggulan diantaranya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Keluarga Berencana (KB), Gizi, Imunisasi dan Penanggulangan Diare, POSYANDU terbukti mempunyai daya dukung, yang besar terhadap penurunan angka kesakitan dan kematian balita.
Kamis, 10 Nopember 2016 Bupati Gunungkidul bersama jajaranya hadir di Balai Padukuhan Watudalang, Desa Bendungan, Kecamatan Karangmojo dalam rangka Tilik POSYANDU dan Bakti Sosial Dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 52 Tahun 2016. Hadir dalam kegiatan ini Bupati Gunungkidul Hj. Badingah, S.Sos., Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Drs.Agus Prihastoro beserta jajaran, Kepala Bappeda Gunungkidul Ir. Syarif Armunanto, Camat Karangmojo beserta unsur Muspika, dan tamu undangan.
Selain menghadiri Tilik Yandu dan Bakti sosial, Bupati menyaksikan sekaligus menandatangani Deklarasi Kawasan Tanpa Rokok / Propaganda Kawasan Tanpa Rokok Berbasis Masyarakat Desa Bendungan Kecamatan Karangmojo. Kegiatan ini dalam rangka mendukung komitmen Peraturan Daerah Kabupaten Gunungkidul Nomor 7 Tahun 2015 Tentang Kawasan Tanpa Rokok, dengan berperan aktif dalam pelaksanaan dan mewujudkan Kawasan Tanpa Rokok.[PIC2][PIC1]
Dalam sambutanya Bupati menyampaikan ucapan terim kasih dan penghrgaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak, khususnya para kader kesehatan melalui kegiatan Posyandu yang selama ini telah gigih mendukung program-program Pemerintah. “Mari pada momentum Peringatan Hari Kesehatan Nasional Ke- 52 ini kita manfaatkan untuk menggalang kekompakan dan meningkatkan peran serta untuk meraih derajat kesehatan yang semakin tinggi. Dan harus kita sadari bersama bahwa saat ini potensi penyakit menular maupun tidak menular semakin meningkat, yang disebabkan oleh perilaku hidup yang kurang sehat, kurang bersih, kurang berolah raga, hingga kebiasaan merokok, baik perokok aktif maupun pasif. Mari kita galakkan, terapkan, dan budayakan berperilaku hidup bersih dan sehat untuk masa depan yang lebih baik, “tegasnya. (Marno/Edit: Nana/Foto:Sumarno)

