Gunungkidul –
Berdirinya gedung baru Bank Daerah Gunungkidul (BDG) harus dibarengi dengan peningkatan kinerja. Termasuk menjalin hubungan yang lebih baik lagi dengan masyarakat dan berbagai pihak. Sehingga semakin banyak nasabahnya, sebagai bukti bahwa kepercayaan terhadap BDG terus meningkat.
Ungkapan tersebut disampaikan Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos., Jumat, (08/03) ketika meresmikan gedung baru Bank Daerah Gunungkidul (BDG) senilai 9,6 miliar.
“Keberadaan BDG harus bisa memberikan solusi, serta mendorong peningkatan ekonomi masyarakat terlebih Usaha Kecil Menengah (UKM)”
[PIC1]
Menurut Badingah, keberadaan BDG juga harus mampu berperan dalam memerangi rentenir. Serta membantu masyarakat yang terjerat rentenir untuk bisa berusaha dengan sehat. BDG perlu memfasilitasi masyarakat dalam mengakses permodalan, dengan bunga yang rendah. Sehingga pedagang yang sebelumnya terjerat rentenir bisa bebas dan mengembangkan usahanya dengan baik. “ Salah satu solusinya pegawai BDG harus hadir di pasar-pasar lebih pagi. Karena para rentenir ini biasanya ke pasar pada jam 2 atau 3 pagi,” imbuhnya.
Sementara, Direktur Utama BDG Rini Widiyanti pada kesempatan itu menjelaskan, BDG juga telah meningkatkan layanan kepada masyarakat. Salah satu contoh di Kecamatan Patuk, ada pedagang yang terjerat rentenir dan diberikan fasilitasi. Sehingga BDG berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, termasuk memerangi rentenir.”
“Kinerja BDG per 31 Desember 2018 jumlah nasabah dan deposito mencapai 58.806 rekening. Dana masyarakat yang dikelola Rp 224,4 miliar. Serta mampu menyalurkan kredit Rp 283,6 miliar. Total asset di akhir tahun 2018 mencapai Rp 355,8 miliar,” terangnya.
Peresmian Gedung baru BDG tersebut dihadiri Ketua DPRD Demas Kursiswanto, A.Md., Kepala Kejaksaan Negeri, Asnawi Mukti, S.H., M.H., Forkopimda, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan dan sejumlah undangan.(*tim_IKP)

