Gunungkidul – Tasyakuran sekaligus kepyaan dalang dari keluarga trah Sastro Sentono dengan gelar Ki Gede Hadi Sunarno Ronoyudo, warga RT 02/01, Padukuhan Klayar, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, dilaksanakan Jumat malam (24/08). Acara ini merupakan bentuk melestarikan budaya Jawa yang adiluhung tinggalan nenek moyang.
[PIC2]
Bupati Gunungkidul, Hj Badingah, SSos, dalam sambutanya mengapresiasi dengan diadakannya acara kepyakan dalang dari keluarga trah Sastro Sentono. Ini pertanda masyarakat Gunungkidul masih peduli dalam melestarikan budaya wayang kulit.
Karena dengan pagelaran seni wayang kulit, merupakan pelestarian budaya yang adiluhung tinggalan nenek moyang. Dan Alhamdulillah para generasi muda masih ada kepedulian untuk nguri-uri (melestarikan) budaya jawa yang menjadi kebanggaan masyarakat Gunungkidul. dengan perkembangan zaman saat ini, para remaja sudah mulai lupa dengan ajaran budaya pada jaman dulu, bahkan dalam banyak ajaran yang kurang baik pada generasi muda, dan ini perlu menjadi perhatian kita bersama. “Ini merupakan tantangan bagi pelaku seni di Gunungkidul,” jelas Bupati.
Beliau berharap, agar pelaku seni tetap mempertahankan, melestarikan dan mengembangkan budaya seni yang adiluhung ditengah-tengah masyarakat. Selain itu, Badingah berharap dengan adanya dalang dari trah Sastro Sentono ini bisa menjadi dalang yang profesional, bisa diterima oleh masyarakat serta benar-benar bisa mengembangkan bakatnya, dan yang tidak kalah pentingnya bisa memberikan petuah yang baik bagi masyarakat.
“Kemudian kagem Mbah Sastro Sentono, semoga selalu diberikan kesehatan, keselamatan dan umur panjang manfaat untuk keluarga,” pungkasnya”.
[PIC3]
Kepyaan dalang dan tasyakuran dari keluarga trah Sastro Sentono, Suratno, S.H., M.H., selaku wakil dari keluarga menyerahkan cinderamata kepada Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos.
Turut hadir dalam acara tersebut, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Wahyu Nugroho, Kepala Disdikpora, H. Bahron Rosyid, dari Dinas Kebudayaan, Camat Nglipar, Drs. Witanto, anggota DPRD Provinsi, Slamet S.Pd., M.M., anggota DPRD DIY, Edi Susilo, serta tokoh masyarakat.
[PIC6][PIC5]

