Gunungkidul – Kirab budaya dalam rangka Hari Ulang Tahun Desa Planjan, Kecamatan Saptosari digelar oleh pemerintah sebagai upaya untuk memajukan desa dan menanamkan nilai adiluhung pada generasi muda. Sebanyak 14 gunungan hasil bumi turut diarak mengelilingi sebagian wilayah desa Planjan oleh warga, Minggu, (09/09).
[PIC2]
Kirab budaya untuk memeriahkan HUT Desa Planjan ke-96 ini merupakan kali pertama warga setempat mengadakan pawai besar-besaran. Biasanya setiap tahun dalam perayaan hanya dilakukan selayaknya adat syukuran biasa. Kirab budaya ini digagas oleh pemerintah untuk menumbuhkan rasa handarbeni terhadap budaya dan daerah di tumbuh generasi muda.
Sehingga kedepan generasi muda juga dapat melanjutkan dalam melestarikan budaya yang ada. Berkembangnya zaman dan teknologi yang dikhawatirkan dapat mengurangi rasa memiliki adat tradisi dan budaya yang ada. Sehingga pemerintah mendorong masyarakat untuk lebih aktif lagi.
“Untuk memupuk rasa memiliki budaya yang ada. Sehingga tidak terhenti begitu saja budaya yang kami miliki,” kata Muryono Asih Sulistiyo.
[PIC3]
Adapun dalam kegiatan siang tadi sebanyak 14 gunungan yang terbuat dari hasil bumi masyarakat Desa Planjan diarak dan didoakan oleh sesepuh desa. Sepanjang jalan yang dilewati berjubel orang-orang dari daerah tetangga yang menonton kirab budaya ini. Ratusan masyarakat pun terjun ke jalanan untuk menghibur warga lain.
“Antusias Alhamdulillah luar biasa. Hampir semua masyarakat ikut meski panas menyengat tetap lanjut, segala potensi yang ada diikutkan dalam kirab ini,” imbuh dia.
[PIC1]
Bertepatan dengan HUT Desa Planjan, pemerintah juga mengadakan gelar budaya yang menjadi agenda rutin setiap tahun dari pemerintah. Untuk mengadakan kegiatan dalam rangka pelestarian ini tak main-main pemerintah mengeluarkan dana puluhan juta. Bukan berdasarkan besaran dana yang ada, melainkan keikutsertaan, kebersamaan serta solidaritas yang tinggilah yang dicari dan dinilai oleh masyarakat luar.
“Semua kompak demi majunya desa Planjan. Cerita terdahulu juga sekilas dibacakan agar yang hadir tau bagaimana desa ini dirintis hingga sekarang,” tambah dia.
Sesuai dengan program pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, perlahan sedikit demi sedikit warga Desa Planjan telah berupaya melakukan perubahan dan mengimbangi dengan perkembangan. Seperti program pembangunan dan pengembangan pariwisata, serta pertanian warga semakin kesini justru semakin dipahamkan dengan sadar wisata dan terobosan baru dalam bidang pertanian.
Dorongan terus diberikan agar semangat masyarakat terbentuk. Hal itu telah terbukti dimana masyarakat mulai berbenah, sehingga perputaran ekonomi dan kesejahteraannya terus mengalami peningkatan dibandingkan sebelumnya.
[PIC4]
Sementara itu, dalam sambutannya bupati Gunungkidul, Hj. Badingah S.Sos mengatakan, Desa Planjan berada di jalur jalan lingkar selatan yang memiliki potensi begitu luar biasa. Dalam hal ini, pemerintah tidak akan lepas tangan dalam melakukan pendekatan sehingga potensi yang dimiliki lebih terarah dan berjalan sebagaimana mestinya.
“Kita ketahui daerah ini memiliki potensi yang luar biasa, dilaluinya JJLS tentu akan berdampak baik bagi perekonomian maka dari itu, pemberdayaan mengenai kemajuan daerah lebih digalakan,” ucap dia.
Kegiatan ini selain dihadiri langsung oleh bupati Gunungkidul, serta jajaran lainnya, nampak pula Bhabinkamtibmas Desa Planjan dan Kapolsek Saptosari itu dalam pengamanan. Hingga menjelang sore pawai ini pun belum selesai dilakukan oleh warga.

