Dalam Peringatan Hari Jadi Ke 188 Kabupaten Gunungkidul Mampu Memecahkan Rekor MURI Penyajian Bakmi Jawa Sebanyak 5.657 Porsi

Gunungkidul – Setelah diverifikasi  oleh Tim MURI akhirnya Pemkab Gunungkidul berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Muri Dunia Indonesia (MURI) dalam penyelenggaraan penyajian bakmi jawa rebus di komplek alun-alun Wonosari, Jumat (21/6) petang.

[PIC2]

Kegiatan yang diprakarsai Bank BPD DIY ini, target penyajian sebelumnya yang diusulkan panitia sebanyak 5.500 porsi, namun usai dilakukan penghitungan oleh verifikator Tim MURI tercatat dan tersaji 5.657 porsi bakmi khas Gunungkidul.

[PIC3]

“Tim kami secara langsung menyaksikan kegiatan spektakuler memasak bakmi di komplek alun-alun Wonosari. Awalnya panitia mengusulkan 5.500 porsi, tetapi setelah tim kami melakukan verifikasi yang disajikan sebanyak 5.657 porsi. Rekor ini akan diabadikan urutan Rekor ke 9030 dan dicatat dalam urutan Rekor  Dunia,” kata Aryani Siregar dalam sambutannya.

[PIC1]

Kegiatan pemecahan Rekor MURI tersebut dihadiri Bupati, Hj. Badingah, S.Sos., Wakil Bupati, Dr. H. Immawan Wahyudi, M.H., Direktur Utama PT Bank BPD DIY Santoso Rohmad, Pemimpin Bank BPD DIY Cabang Wonosari Plati Soulistyanti, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tamumundangan serta ribuan masyarakat Gunungkidul yang sangat antusias meriahkan dan menyemarakan kegiatan ini.

“Alhamdulillah pelaksanaan Festival penyajian bakmi godog khas Gunungkidul sebanyak 5.657 porsi ini mampu memecahkan Rekor MURI.  Mudah-mudahan kegiatan masih  dalam  Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke 188 ini menjadi berkah bagi seluruh warga Gunungkidul,” kata Bupati Badingah.

Ucapan terima kasih serta apresiasi juga disampaikan kepada Bank BPD DIY yang telah banyak memberikan dukungan kepada Pemerintah Daerah Gunungkidul, terlebih pada acara pemecahan rekor MURI tersebut. “Juga hal ini kepada seluruh masyarakat yang telah total mendorong memberikan dukungannya dalam semua hal, sekali lagi terima kasih pada wargaku tercinta” imbuh Badingah.

Sementara Direktur Utama PT Bank BPD DIY, Santoso Rohmad, menyampaikan bahwa keberadaan bakmi jawa khas Gunungkidul memang perlu untuk dipertahankan, bahkan sangat penting untuk dipromosikan. Salah satunya dengan meningkatkan penampilan, standar kesehatan, sehingga bisa diterima oleh seluruh masyarakat di Indonesia bahkan masyarakat luar.

Pedagang Bakmi merupakan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membutuhkan dukungan modal, namun memperkenalkan akses pasar yang sangat luas menjadi lebih penting.

“Melalui giat Rekor Muri Bakmi Khas Gunungkidul ini, mudah-mudahan akan mengangkat kuliner khas Gunungkidul, selain itu sektor pariwisata  dan kuliner akan terangkat bukan hanya didalam negeri namun hingga mancanegara ,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Gunungkidul memiliki kekayaan alam yang sangat indah. Banyak pantai dan alam yang indah. Hal ini hanya merupakan salah satu target yakni Rekor Muri dengan bakmi. Belum melalui potensi lain yang bisa digali. Sehingga perekonomian masyarakat paling bawah akan semakin meningkat. Warga Gunungkidul merupakan pekerja keras, yang gigih untuk berdagang di seluruh wilayah Indonesia.

“Antusias masyarakat yang hadir ini menunjukkan kesiapannya dalam menerima tamu maupun kunjungan wisatawan di Gunungkidul, masyarakat semakin siap menerima kedatangan wisatawan dari manapun,” jelasnya.

Ir. Azman Latif, selaku Ketua Panitia Peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul,  menambahkan, pelaksanaan festival bakmi memecahkan Rekor Muri ini diikuti sebanyak 47 pedagang. “Yang mana pengamanan pelaksanaan kegiatan ini melibatkan dari seluruh elemen petugas, antara lain; Satpol PP, aparat kepolisian, pramuka dan pihak terkait.

Bakmi jawa menjadi pilihan dikarenakan merupakan makanan sehat, dan Gunungkidul memiliki banyak penjual bakmi, menjadi sentra yang tersebar di seluruh Indonesia. “kegiatan sangat penting didalam mengingatkan serta  memberikan kesan kepada generasi muda, bahwa ada makanan yang cukup sehat, merupakan khas Kabupaten Gunungkidul,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Jadi, bukan hanya berhenti pada festival bakmi saja namun masih  dilanjutkan dengan pertunjukan wayang kulit semalam suntuk. Pagelaran wayang kulit ini bukan hanya dibawakan dalang kondang dalam dunia pedalangan tetapi juga kondang dalam sebuah institusi besar pemerintahan, beliau adalah Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Dr. Yanto, M.H., yang merupakan putra daerah asli dari Kecamatan Semin Gunungkidul. Karena kecintaannya dengan daerahnya beliau menyempatkan diri membeberkan wayang di alun-alun Wonosari, dengan mengundang beberapa bintang tamu ternama seperti Gareng, Cak Diqin dan kawan-kawan. Pagelaran wayang kulit diawali penyerahan secara simbolis wayang kulit dari Bupati Gunungkidul, Hj. Badingah, S..Sos., kepada Dr. Yanto, S.H.M.H.

Turut serta hadir Ketua Pengadilan Negeri wilayah Jabodetabek, Jawa Tengah dan DIY. (*tim_IKP)