Kuliner Khas Gunungkidul
Cita rasa tradisional yang menjadi identitas budaya lokal
Thiwul
Indonesia:Makanan pokok pengganti nasi yang biasa di konsumsi oleh penduduk Kabupaten Gunungkidul salah satunya adalah Thiwul. Thiwul terbuat dari ketela pohon yang dikupas lalu dikeringkan dengan cara dijemur yang diberi nama gaplek. Setelah itu gaplek diolah menjadi makanan yang dapat dikonsumsi sebagai pengganti nasi. Ketela pohon atau singkong merupakan tanaman yang banyak ditanam oleh petani – petani di Gunungkidul. Namun dalam perkembangan saat ini , thiwul diolah dengan tampilan yang lebih modern , bisa menjadi camilan teman teh ataupun kopi yang biasa disebut dengan nama thiwul ayu. Makanan ini sayang untuk dilewatkan ketika anda berkunjung ke Gunungkidul, selain dapat dinikmati ditempat , anda juga dapat menjadikannya sebagai oleh – oleh.
English:The main staple food of rice usually consumed by residents of Gunungkidul Regency is Thiwul. Thiwul is made from cassava which is peeled and dried by drying method called gaplek. After that dried cassava processed into food that can be consumed as a substitute for rice. Cassava is a plant that is widely grown by farmers in Gunungkidul. But now, thiwul processed with a more modern look, can be a snack tea or coffee friends commonly referred to as thiwul ayu. This food is a pity to miss when you visit to Gunungkidul, in addition to be enjoyed on the spot, you can also buy to take home.
Gathot
Indonesia:Camilan khas Gunungkidul yang tidak kalah lezat adalah Gathot, makanan ini biasanya dikonsumsi sebagai menu sarapan bersama teh atau kopi. Gathot terbuat dari ketela yang sudah dikeringkan atau biasanya disebut gaplek, kemudian diproses secara tradisional dan disajikan dengan parutan kelapa. Makanan ndeso yang lezat dan tanpa bahan kimia berbahaya tidak kalah lezat dibanding dengan makanan modern saat ini. Jika anda berkunjung ke Gunungkidul, jangan lupa sempatkan untuk mencicipi makanan khas Gunungkidul.
English:Gunungkidul has special snack and taste so delicious, name of snack is gathot. This food is usually consumed as a breakfast menu with tea or coffee. Gathot made from dried cassava or usually called gaplek, then processed traditionally and served with grated coconut. Village food is delicious and without harmful chemicals is not less delicious than modern food. If you are visiting Gunungkidul, do not forget to try this snack.
Nasi Merah, Sayur Lombok Ijo, Empal
Indonesia: Masakan sehat ala ndeso , sebutan itu rasanya tepat untuk menggambarkan makanan khas gunungkidul. Nasi merah yang disajikan bersama lauk pelengkap seperti sayur lombok ijo, sayur daun pepaya, empal goreng, ayam kampung goreng, tahu dan tempe. Makanan ini merupakan makanan khas dengan resep turun temurun dari penduduk asli Gunungkidul. Jika anda berkunjung ke Gunungkidul , sayang untuk dilewatkan mancicipi makanan khas ini.
English:Healthy cuisine in the village, it seems appropriate to describe the typical food of Gunungkidul. Red rice served with complementary side dishes such as vegetable lombok ijo, papaya leaf vegetables, fried empal, fried chicken, tofu and soybean cake. This food is a typical food with recipes from generation to generation from the natives of Gunungkidul. If you are visiting Gunungkidul, it is a pity to miss this special food dish.
Pathilo
Indonesia: Gunungkidul terkenal dengan penghasil tanaman singkong dalam bahasa jawa “telo” dengan kualitas yang bagus. Rata – rata masyarakat Gunungkidul menanam singkong di ladang atau di kebun rumah mereka. Dengan banyaknya singkong yang dihasilkan dengan kualitas yang bagus, masyarakat mengolahnya menjadi hidangan dan camilan yang lezat. Salah satu camilan yang dihasilkan adalah Pathilo. Nama Pathilo diambil dari bahasa jawa yaitu pathi (sari) dan Telo (Singkong). Rasa gurih dan renyah pada pathilo menjadikan camilan ini cocok untuk teman minum teh atau pengganti krupuk sebagai pelengkap hidangan makan. Pathilo banyak digemari oleh masyarakat dan biasanya juga digunakan untuk oleh – oleh bagi pengunjung yang datang ke Gunungkidul.
English: Gunungkidul is famous for producing cassava plants in Javanese “telo” with good quality. The average community of Gunungkidul plant cassava in the fields or in their home gardens. With the abundance of cassava produced with good quality, the local people cultivate it into delicious dishes and snacks. One of the snacks produced is Pathilo. Pathilo name taken from the Java language that is “pathi (sari)” and “Telo (Cassava)”. The taste of crispy and crunchy on the pathilo makes this snack suitable for tea friends or substitute krupuk as a complement to the meal. Pathilo is much loved by community and is usually also used gift for visitors who come to Gunungkidul.
Kicikan
Indonesia: Aneka ragam kuliner lezat dapat ditemui ketika berkunjung ke Gunungkidul. Masyarakat banyak memiliki masakan khas turun temurun dari leluhurnya. Salah satu hidangan istimewa dan khas yang dimiliki Gunungkidul adalah masakan kicikan yang terbuat dari daging dan jerohan sapi atau kambing. Kicikan dimasak dengan bumbu racikan masyarakat Gunungkidul dengan sensasi rasa gurih berpadu dengan manis. Sampai saat ini masakan ini masih digemari oleh masyarakat Gunungkidul yang tinggal ataupun yang sudah merantau. Jika ingin mencicipi sensasi masakan kicikan , anda dapat datang ke pasar tradisional karangmojo yang hanya berjualan pada hari tertentu yaitu pasaran “pahing” dalam kalender jawa. Keunikan lain yang membuat masakan ini spesial, hidangan disajikan dengan nasi hangat berpadu dengan pedasnya sambal bawang dan dibungkus menggunakan daun jati. Apabila berminat untuk mencicipi silahkan datang ke pasar pagi – pagi, karena sesampainya disana anda akan menemui antrian panjang penggemar kicikan.
English: A variety of delicious culinary can be found when you visiting Gunungkidul. Many people have typical cuisine from generation to generation from their ancestors. One of the special and distinctive dishes that is owned by Gunungkidul is “kicikan” cuisine made from meat and innards cow or goat. “Kicikan” cooked cooked with spices of society Gunungkidul with with the sensation of savory flavors sweetly combined. Until now this dish is still popular by the people who live or who have wander to other area. If you want to taste the sensation of “kicikan”, you can come to traditional market of karangmojo which only sell on certain day that is market “pahing” in java calendar. Another uniqueness that makes this special cuisine, dishes served with warm rice combined with spicy onion sauce and wrapped using teak leaves. If you are interested to taste please come to the market early in the morning, because when you get there you will find a long queue of kicikan fans.
Belalang Goreng
Indonesia: Belalang goreng merupakan makanan khas yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Gunungkidul. Bagi orang yang belum pernah mencoba mungkin sedikit geli, namun ketika mencoba dijamin akan ketagihan. Rasa gurih belalang goreng kaya akan kandungan gizi , terutama kandungan protein.
English: Fried grasshopper is a special food that must be tried when visiting Gunungkidul. For people who have never tried it might be a little amused, but when trying it is guaranteed to be addictive. Savory taste of fried grasshoppers is rich in nutritional content, especially protein content.