DIY Menjadi Provinsi Yang Konsisten Bina Karang Taruna

Gunungkidul – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) merupakan daerah yang konsisten membina karang tarunanya agar berprestasi. Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Dinas Sosial RI, Drs Pepeng Nasarudin MSI disela pembukaan Kemah kebangsaan Karang
Taruna se DIY tahun 2018 di lapangan Desa Gari, Wonosari, Sabtu, (22/09).

[PIC2]

Pepeng Nasarudin mengungkapkan, salah satu buktinya yakni keikutsertaan Karang Taruna Mekar Pandega Desa Gari maju lomba hingga tingkat Nasional mewakili DIY.

Menurutnya, karang taruna harus mampu mengikuti perkembangan zaman. Menuju revolusi industri melalui teknologi digital dan internet. Teknologi informasi dimanfaatkan secara positif sehingga menciptakan peluang-peluang Industri.

“Mari sama-sama menuju Revolusi Industri mengikuti apa yang dicanangkan Presiden RI,” ajak Pepeng Nasarudin.

[PIC3]

Sambungnya, karang taruna merupakan wadah organisasi yang luas. Terdiri dari banyak elemen dan golongan di masyarakat. Di tengah masyarakat karang taruna bisa hadir dengan wirausaha sosial di daerahnya masing-masing untuk kesejahteraan.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua karang taruna DIY, GKR Condrokirono menegaskan, Karang Taruna merupakan generasi bangsa untuk memajukan dan mensejahterakan.

Segala bentuk pembangunan bisa dilakukan oleh anak muda.

“Karang Taruna menjadi unsur penting memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa serta pengurai segala persoalan dan kendal yang ada di wilayah,” terang GKR Condrokirono.

[PIC4]

Sementara itu, dalam kesempatan sambutan, Bupati Gunungkidul, Badingah, memaparkan, Pemuda generasi bangsa harus selalu andil berbuat dan bertindak mengambil langkah- langkah yang cepat dan tepat dalam menghadapi segala permasalahan yang ada.

Menurutnya, kegiatan Kemah kebangsaan Karang taruna akan memupuk rasa persatuan dan kesatuan bangsa dan mencegah terjadinya perpecahan. Sebab, saat ini banyak Isu-isu yang bisa menimbulkan perpecahan.

“Isu SARA bisa menimbulkan kerawanan bangsa, maka walaupun berbeda adat Istiadat, suku, agama, serta bahasa kita harus selalu bersatu dalam naungan Pancasila, UUD 1945, dan NKRI. Menjunjung kebhinekaan agar persatuan tetap terjaga,” urainya.

[PIC5]

Adapun kegiatan Kemah Kebangsaan di laksanakan selama 2 hari, dari Sabtu, (22- 23 September 2018. Pada kegiatan pembukaan juga digelar dialog kebangsaan dengan mendatangkan pemuda berprestasi, salah satunya perempuan atlet panjat tebing yang memperoleh medali emas pada Asian Games beberapa waktu lalu.

Kemah kebangsaan Karang Taruna yang bertema Inspirasi Muda Istimewa ini diisi kegiatan – kegiatan diantaranya; pentas budaya, permainan tradisional, pembangunan atau bedah rumah dan lain-lain. Setidaknya diikuti 250 peserta dari Karang Taruna di DIY meliputi Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo. *tim_IKP