Wonosari (20/2) . DPRD Kota Tual Provinsi Maluku melakukan Studi Tiru tentang Pelayanan Publik serta Pengembangan Pariwisata dan Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Gunungkidul, Rabu (20/2) bertempat di Ruang Rapat Sekda.
[PIC2]
DPRD Tual yang beranggotakan 20 orang dipimpin langsung oleh Ketuanya , Taufik Hamud, SAP dan diterima oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Kab. Gunungkidul, Ir. Anik Indarwati,MP didampingi OPD terkait antara lain, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo dan Bagian Organisasai Setda Gunungkidul.
[PIC3]
Ir. Anik Indarwati, MP dalam sambutanya selain menyampaikan ucapan selamat datang, juga menyampaikan sepintas gambaran umum Kabupaten Gunungkidul sekaligus strategi dalam melaksanakan pelayanan public, serta pengembangan pariwisata dan pelayanan kesehatan.
Selanjutnya Anik Indarwati menjelaskan Keberhasilan Kabupaten Gunungkidul dalam menerima berbagai penghargaan merupakan senergitas baik antar OPD, juga senergi antara Pemerintah Kabupaten dengan masyarakat.
Oleh karena itu Ia menyampaikan terimakasih karena Pemkab.Gunungkidul dijadikan salah satu referensi dalam pengembangan Pariwisata, Pelayanan Kesehatan maupun pelayanan public secara umum.
Sementara Ketua DPRD Kota Tual Taufik Hamud, SAP selaku pimpinan rombongan mengungkapkan, Pemerintah Kota Tual baru berdiri Tahun 2007, oleh karena itu dalam penyelenggaraan pemerintahan, Pembangunan dan Kemasyarakatan tentu masih jauh ketinggalan dengan daerah lainnya.
Menurutnya, bertolak dari ketertinggalan tersebut Pemerintah Bersama DPRD Tual berupaya untuk mengejarnya dengan berbagai upaya, termasuk melakukan studi tiru ke barbagai daerah yang dinilai cocok untuk dijadikan referensi dalam pengembangan baik Layanan Publik secara umum, Pengembangan Pariwisata maupun Kesehatan. Dari berbagai informasi media termasuk Website milik Pemkab. Gunungkidul, kami menyipulkan bahwa Kabupaten Gunungkidul cocok untuk dijadikan referensi dalam pengembangan pariwisata dan pelayanan publik.
Dituturkan “Potensi wisata yang dimiliki Kota Tual tidak kalah dengan Kabupaten Gunungkidul sebagaimana yang kami lihat dalam profil pariwisata Gunungkidul tadi. Yang jadi masalah adalah bagaimana cara mengelola dan mengembangkan potensi wisata tersebut sehingga laku dijual dan banyak orang yang datang untuk berkunjung “ imbuhnya.
Dikatakan dengan jujur “ Saya terkesima dari informasi yang disampaikan tadi bahwa pariwisata Gunungkidul mampu memberikan kontribusi lebih dari Rp. 20 milyard untuk Pendapatan Asli Daerah”.
Oleh karena itu kami akan membawa informasi yang kami terima ini termasuk hal ihwal pengelolaan Sektor pariwisata ini ke Kota Tual sebagai bahan referensi pengembangan pariwisata disana.
Taufik Hamud mengakui bahwa tidak terlalu mudah untuk menerapkan apa yang kami terima di Kabupaten Gunungkidul ini diterapkan di Kota Tual, mengingat adat-istiadat dan budaya masyarakat Gunungkidul dan Kota Tual tentu ada perbedaan. Wilayah kami hampir 85 % dikelilingi laut sehingga masyarakat kota Tual merupakan masyarakat Pesisir ( Pantai). Namun kami akan ambil dari sisi kuatnya budaya gotong royong, guyup rukun masyarakat Gunungkidul untuk kami kembangkan di Kota Tual dalam rangka meningkatkan pengembangan potensi wilayah untuk kesejahteraan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut dilakukan tanya jawab berbagai hal mengenai, Pembentukan Kelompok Sadar Wisata berikut peran dan fungsinya, Pengelolaan Rumas Sakit, Pelayanan Informasi Publik dan Pengelolaan Aduan.
Acara tersebut diakhiri dengan penyerahan cindera mata dan lambing daerah masing-masing. (*tim_IKP)

