Gunungkidul — Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyalurkan bantuan benih jagung hibrida varietas Pionir tepat waktu menjelang masuknya musim tanam. Langkah ini merupakan bagian dari upaya strategis memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menyokong rencana Kementerian Pertanian untuk menjadikan Gunungkidul sebagai salah satu pusat pasokan bahan baku pabrik energi terbarukan berbasis jagung dan singkong.

Dalam peninjauan dan dialog bersama kelompok tani di Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Rabu, (07/10/2026) Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyerahkan bantuan benih jagung untuk areal seluas 35 hektar di lahan kehutanan. Bantuan tersebut dialokasikan untuk dua kelompok tani, yakni Kelompok Tani Sido Rukun (Widoro Kulon) seluas 10 hektar dan Kelompok Tani Karya Bakti (Kemuning) seluas 25 hektar. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat menyampaikan bahwa pemilihan varietas Pionir bertujuan untuk mendorong peningkatkan produktivitas serta kesejahteraan para petani di kawasan Bunder.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi, menjelaskan bahwa secara keseluruhan Kabupaten Gunungkidul telah menerima alokasi bantuan benih jagung dari pemerintah pusat sebanyak 128,9 ton. Bantuan ini didistribusikan ke 15 kapanewon untuk mencakup luasan tanam 8.594 hektar dengan dosis 15 kilogram per hektar.
“Pengiriman benih dilakukan secara tepat waktu sebelum musim hujan tiba agar petani tidak perlu lagi membeli benih sendiri saat awal musim tanam.” papar Rismiyadi. Dengan distribusi benih hibrida ini, produktivitas jagung Gunungkidul ditargetkan meningkat melampaui capaian rata-rata saat ini sebesar 6.500 kg per hektar (6,5 ton/ha).
Dalam sambutannya, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan hasil pertemuannya dengan Menteri Pertanian di Jakarta. Kabupaten Gunungkidul ditunjuk menjadi lokasi pengembangan pabrik energi terbarukan berbasis bahan baku jagung dan singkong. Keberadaan pabrik ini diproyeksikan memberikan kepastian pasar dan kestabilan harga bagi komoditas pertanian lokal.

“Sebagai langkah awal dukungan pusat, Gunungkidul memperoleh tambahan alokasi bantuan benih untuk 1.000 hektar, di mana 800 hektar di antaranya telah diusulkan penetapan lokasinya.” kata Bupati Endah.
Selain sektor pertanian, pemerintah daerah juga memberikan perhatian pada aksesibilitas jalan pertanian di kawasan kehutanan. Bupati menginstruksikan percepatan perbaikan jalan pemukiman dan jalan tani di Dusun Kemuning dan Widoro Kulon menggunakan rabat beton/paving full block melalui skema Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Bupati dan kerja sama gotong royong bersama TNI/Polri.
“Pembangunan infrastruktur ini ditujukan untuk mempermudah mobilitas warga serta kelancaran pengangkutan hasil panen.” ujarnya.
Bupati juga mengimbau masyarakat untuk memaksimalkan potensi lahan tumpangsari/tegakan di area kehutanan serta mengoptimalkan lahan pekarangan rumah untuk tanaman pangan pendukung seperti sayur-sayuran. Melalui sinergi ketersediaan benih, perbaikan sarana jalan, dan pemanfaatan lahan secara maksimal, Pemkab Gunungkidul optimistis tingkat perekonomian dan kemandirian pangan petani lokal akan semakin menguat.